Kompas.com - 23/02/2014, 13:17 WIB
Kondisi rumah warga yang tertimbun lahar hujan di sekitar aliran Sungai Konto, Desa Darmawulan, Kediri, Jawa Timur, Rabu (19/2/2014). Lahar hujan letusan Gunung Kelud yang membawa material vulkanik ini merusak ratusan hektare sawah dan merusak 5 bangunan yang berdiri di sisi sungai. KOMPAS IMAGES/VITALIS YOGI TRISNA Kondisi rumah warga yang tertimbun lahar hujan di sekitar aliran Sungai Konto, Desa Darmawulan, Kediri, Jawa Timur, Rabu (19/2/2014). Lahar hujan letusan Gunung Kelud yang membawa material vulkanik ini merusak ratusan hektare sawah dan merusak 5 bangunan yang berdiri di sisi sungai.
|
EditorGlori K. Wadrianto
MALANG, KOMPAS.com — Ratusan warga korban hujan abu vilkanis letusan Gunung Kelud, di Desa Pandasari, Kecamatan Ngantang, mengaku telantar. Hal itu terjadi setelah mereka dipulangkan dari pos pengungsian ke rumah mereka yang sudah hancur.

Pengungsi semakin merasa telantar karena langkanya air bersih. Sumur yang selama ini menjadi tumpuan tercemari abu vulkanis.

Kondisi terparah terjadi di Desa Pandansari. Seluruh rumah di kawasan itu pun tak bisa ditempati, dan masih dalam proses renovasi.

"Tak bisa nyuci dan memasak. Sumur yang ada tercemar," kata Siti Maisyaroh, Minggu (23/2/2014).

Maisyaroh mengaku tak tahu mengapa dia sudah dipulangkan dari pengungsian, dalam keadaan yang belum stabil.

"Tiba-tiba warga diminta naik truk untuk pulang, diantar ke rumah masing-masing yang rumahnya masih rusak," katanya.

Melihat kondisi tersebut, warga di Desa Pandansari berharap Pemerintah Kabupaten Malang dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menangani para korban yang sudah pulang ke desanya masing-masing.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Seharusnya warga diberikan penampungan sementara yang layak. Baru bisa pulang jika rumahnya sudah selesai dibangun. Biar warga tidak telantar. Air bersih harus tersedia dan aliran listrik sudah bisa digunakan. Selama ini listrik masih mati," katanya.

Para pengungsi yang sudah pulang ke desa masing-masing itu, para korban yang tinggal di pengungsian di GOR Ganesha Kota Batu, di Posko Kecamatan Pujon dan juga di Kecamatan Kasembon.

Kini para pengungsi masih berada di pengungsian yang disediakan di Selorejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

Regional
Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Regional
Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Regional
Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Regional
Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Regional
Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Regional
Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Regional
Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Regional
Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Regional
Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Regional
Bantu Warga Selama PPKM Darurat, Ganjar Minta Kepala Daerah Keluarkan Bansos

Bantu Warga Selama PPKM Darurat, Ganjar Minta Kepala Daerah Keluarkan Bansos

Regional
Dorong Pendapatan UMKM, Walkot Maidi Minta ASN Belanja Sembako di Toko Terdekat

Dorong Pendapatan UMKM, Walkot Maidi Minta ASN Belanja Sembako di Toko Terdekat

Regional
Gerak Cepat Pasok Oksigen di RS, Pemprov Jabar Gandeng BUMN dan Swasta

Gerak Cepat Pasok Oksigen di RS, Pemprov Jabar Gandeng BUMN dan Swasta

Regional
Kang Emil Sebut Idul Adha Jadi Momentum Saling Menguatkan di Kala Pandemi

Kang Emil Sebut Idul Adha Jadi Momentum Saling Menguatkan di Kala Pandemi

Regional
PPKM Darurat Diperpanjang, Ini Strategi Khusus Pemkot Madiun Tangani Covid-19

PPKM Darurat Diperpanjang, Ini Strategi Khusus Pemkot Madiun Tangani Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X