Kompas.com - 19/02/2014, 14:06 WIB
Seorang nelayan di Kabupaten Nunukan menunjukkan kartu nelayan, Selasa (18/2/2014). Rendahnya kesadaran nelayan di Nunukan untuk mengurus surat izin kapal membuat Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Nunukan mengalami kesulitan mengawasi keberadaan nelayan Filipinan.  KOMPAS.com/SUKOCOSeorang nelayan di Kabupaten Nunukan menunjukkan kartu nelayan, Selasa (18/2/2014). Rendahnya kesadaran nelayan di Nunukan untuk mengurus surat izin kapal membuat Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Nunukan mengalami kesulitan mengawasi keberadaan nelayan Filipinan.
|
EditorKistyarini

NUNUKAN, KOMPAS.com — Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Kabupaten Nunukan mengalami kesulitan membedakan nelayan asal Nunukan dengan nelayan asal Filipina yang mencari ikan di perairan Ambalat. Hal itu disebabkan rendahnya kesadaran nelayan di wilayah perbatasan Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, itu untuk mengurus izin kepemilikan kapal.

Kepala Bidang Pengawasan Perizinan Pengolahan Pemasaran dan Kelembagaan Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Nunukan Rukhi Sayahdin mengatakan, modus yang dipakai nelayan Filipina adalah dengan menggunakan kapal-kapal kecil berupa fanboat.

"Nelayan pemancing mengeluh banyak orang Filipina masuk menggunakan fanboat. Saya bilang, bagaimana saya bisa membedakan kamu dengan mereka. Yang jelas kalau mereka mau buat izin nggak mungkin bisa. Makanya, masyarakat juga harus membantu kami," ujar Rukhi, Selasa (18/2/2014).

Dia menambahkan, sebenarnya Diskanla sudah memberi kemudahan untuk mengurus perizinan itu. Namun, inisiatif dari nelayan untuk tertib administrasi sangat rendah.

Dari perkiraan 3.000-an nelayan di wilayah perbatasan, hanya 500 nelayan yang telah mengurus perizinan. "Kesadaran sangat kurang, baru kalau kita desak, baru mengurus. Untuk kepengurusan, biayanya nol rupiah. Tapi, baru sekitar 500 nelayan yang telah mengurus perizinan," ujar Ruki.

Kesulitan membedakan keberadaan kapal nelayan lokal dengan nelayan Filipina membuat pencuri ikan leluasa melakukan pencurian ikan di wilayah perbatasan Ambalat.

"Kalau tidak terdeteksi dengan maksimal, mereka bisa berkepala dua. Pihak kecamatan harus selektif untuk mengontrol keberadaan mereka. Apalagi kalau kita kecolongan sampai mereka punya KTP. Mereka juga bisa leluasa menyeberang ke Tawau, ke Esbok, karena mereka saling melindungi," ujar dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Diskanla memastikan dengan program perizinan kapal keberadaan nelayan pencuri ikan dengan sendirinya akan berkurang. "Persyaratannya kan banyak, pertama KTP. Untuk nelayan baru, harus punya surat hak milik kapal. Mau bikin surat hak milik kalau tidak kenal dengan pembuat kapalnya mana mungkin. Dengan perizinan kitas pasti kemungkinan kecil nelayan Filipina masuk," jelas Rukhi.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

Regional
Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Regional
Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Regional
Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Regional
Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.