Ratusan Ribu Masker Dibagikan di Surabaya

Kompas.com - 14/02/2014, 12:27 WIB
Pembagian masker oleh relawan Partai Keadilan Sejahtera di Surabaya. KOMPAS.com/Achmad FaizalPembagian masker oleh relawan Partai Keadilan Sejahtera di Surabaya.
|
EditorKistyarini

SURABAYA, KOMPAS.com — Mengantisipasi dampak kesehatan akibat hujan abu Gunung Kelud di Surabaya, Jumat (14/2/2014), sejuta masker dibagikan kepada pengguna jalan. Ribuan masker itu dibagikan oleh sejumlah kalangan dari Dinas Kesehatan, partai politik, hingga polisi lalu lintas.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Drg Febria Rahmanita, pihaknya menyebarkan 750.000 masker gratis di sejumlah titik, di antaranya di semua puskesmas, RSUD, Jalan Jemursari, kawasan Rungkut, Taman Bungkul, dan Taman Surya.

"Kami imbau masyarakat untuk mengambil masker secukupnya. Kalau kurang, kami tambah lagi," katanya.

Abu vulkanik Gunung Kelud yang memadati udara Kota Surabaya sejak dini hari tadi akan mengganggu organ pernapasan. "Karena itu, masker ini dibagi untuk mengurangi dampak kesehatan abu vulkanik," ujarnya.


Pembagian masker juga dilakukan jajaran Satuan Lalu Lintas Polrestabes Surabaya di perempatan Jalan Darmo, tepatnya di depan Kebun Binatang Surabaya. Masker dibagikan oleh polwan-polwan kepada pengendara roda dua dan kendaraan roda empat.

Pembagian masker juga dilakukan relawan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di kawasan Jalan Rungkut, Surabaya. Ratusan masker habis dibagikan dalam waktu singkat. Bahkan beberapa pengguna jalan sempat menanyakan masker yang tersisa.

Pada Kamis (13/2/2014) pukul 22.50 WIB, Gunung Kelud meletus untuk kali kesekian. Suara gemuruh letusan bahkan sampai terdengar hingga Yogyakarta dan wilayah Jawa Tengah.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi, Sumber Daya Alam, dan Mineral menyatakan, letusan Gunung Kelud kali ini lebih besar daripada letusan yang pernah terjadi pada 1990 karena tinggi lontaran vulkanik dari letusan ini mencapai lebih dari 17 kilometer.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Puluhan Rumah di Medan Terbakar, Warga Bingung Tinggal di Mana

Puluhan Rumah di Medan Terbakar, Warga Bingung Tinggal di Mana

Regional
Cerita di Balik Terbakarnya Lamborghini Aventador Milik Raffi Ahmad, Tembus Harga Rp 19 Miliar...

Cerita di Balik Terbakarnya Lamborghini Aventador Milik Raffi Ahmad, Tembus Harga Rp 19 Miliar...

Regional
Kronologi Siswa Tikam Guru hingga Tewas Setelah Ditegur karena Ketahuan Merokok

Kronologi Siswa Tikam Guru hingga Tewas Setelah Ditegur karena Ketahuan Merokok

Regional
Ibu-ibu Ini Berhasil Olah Koro Beracun Jadi Keripik Lezat dan Sehat

Ibu-ibu Ini Berhasil Olah Koro Beracun Jadi Keripik Lezat dan Sehat

Regional
'Menghilang' 155 Tahun, Ibis Sendok Raja Kembali Terlihat di Sulawesi

"Menghilang" 155 Tahun, Ibis Sendok Raja Kembali Terlihat di Sulawesi

Regional
Kronologi Santri Tewas Jatuh dari Pohon Kelapa Versi Pesantren

Kronologi Santri Tewas Jatuh dari Pohon Kelapa Versi Pesantren

Regional
[POPULER NUSANTARA] Siswa SMA Nyamar Jadi Wanita Tipu Rp 141 Juta | Air Sumur Mendidih di Ambon

[POPULER NUSANTARA] Siswa SMA Nyamar Jadi Wanita Tipu Rp 141 Juta | Air Sumur Mendidih di Ambon

Regional
Fakta di Balik Nenek Paulina Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot hingga Dapat Uang Rp 10 Juta dari Presiden Jokowi

Fakta di Balik Nenek Paulina Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot hingga Dapat Uang Rp 10 Juta dari Presiden Jokowi

Regional
Bentrok di Universitas Negeri Makassar, 2 Mahasiswa Kena Tikam

Bentrok di Universitas Negeri Makassar, 2 Mahasiswa Kena Tikam

Regional
Angin Kencang Menerjang Puncak Bogor, 300 Penduduk Desa Diungsikan ke Masjid.

Angin Kencang Menerjang Puncak Bogor, 300 Penduduk Desa Diungsikan ke Masjid.

Regional
Peringati Hari Santri, Khofifah Minta Warga Jatim Mengheningkan Cipta

Peringati Hari Santri, Khofifah Minta Warga Jatim Mengheningkan Cipta

Regional
Mulai 2020, Disparbud Jabar Akan Jadikan Situs Purbakala Wisata Sejarah

Mulai 2020, Disparbud Jabar Akan Jadikan Situs Purbakala Wisata Sejarah

Regional
Ancam Akan Bunuh, Ayah Cabuli Putri Kandung Usia 14 Tahun

Ancam Akan Bunuh, Ayah Cabuli Putri Kandung Usia 14 Tahun

Regional
Kunjungi Pengungsi Angin Kencang, Khofifah Minta Sekolah Darurat Didirikan

Kunjungi Pengungsi Angin Kencang, Khofifah Minta Sekolah Darurat Didirikan

Regional
Sambut Hari Santri, Sivitas Akademika IAIN Jember 3 Hari Pakai Sarung

Sambut Hari Santri, Sivitas Akademika IAIN Jember 3 Hari Pakai Sarung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X