Tewaskan Lawan Tarung Seleksi Pra-PON, Hen Jadi Tersangka

Kompas.com - 06/01/2014, 22:46 WIB
Silat, ilustrasi Silat, ilustrasi
|
EditorFarid Assifa

BENGKULU, KOMPAS.com - Hen (17) lawan tanding seleksi Pra-PON yang menewaskan Bowo, teman seperguruan pencak silat Setia Hati pada Minggu (5/1/2014), akhirnya ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian setempat. Hen dinilai lalai dan mengacuhkan standar dan petunjuk operasional pertarungan yang ditetapkan panitia.

"Setelah melakukan investigasi dan standar operasional pertandingan (SOP) ditemukan bahwa ada aturan pertandingan tidak boleh mengenai bagian leher ke atas dan alat vital. Namun hasil pengakuan saksi mata dan visum, Hen menendang bagian leher dan rahang sehingga menyebabkan kematian pada lawan tandingnya, Bowo," kata Kepala Satuan Reskrim Polres Bengkulu, AKP Amsaludin, Senin (6/1/2014).

Hen merupakan atlet pencak silat perguruan silat Setia Hati dari Kabupaten Kepahiang. Sebelum menetapkan Hen sebagai tersangka, polisi telah meminta keterangan dari pelatih, wasit, dan pelatih perguruan silat tersebut.

"Setelah saksi dimintai keterangan akhirnya ditemukan bahwa Hen melanggar SOP pertandingan karenanya dia ditetapkan sebagai tersangka," tambah Amsaludin.


Sebelumnya, perguruan pencak silat Setia Hati melakukan seleksi atlet untuk ikut dalam pra-PON. Seleksi dilakukan dengan peratarungan antaranggota perguruan silat tersebut, termasuk Hen yang saat itu berhadapan dengan Bowo. Pada saat laga tarung, Hen menendang tepat pada bagian antara leher dan rahang Bowo. Seketika Bowo pingsan dan dilarikan ke rumah sakit. Namun, belum tiba di rumah sakit, Bowo telah menghembuskan nafas terakhir.

Tidak terima atas kematian Bowo, pihak keluarga melaporkan kejadian itu ke Polres Bengkulu dan menuntut agar Hen dihukum penjara. Atas kelalaian itu, polisi menjerat tersangka dengan KUHP 359 dengan ancaman lima tahun penjara.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Puluhan Rumah di Medan Terbakar, Warga Bingung Tinggal di Mana

Puluhan Rumah di Medan Terbakar, Warga Bingung Tinggal di Mana

Regional
Cerita di Balik Terbakarnya Lamborghini Aventador Milik Raffi Ahmad, Tembus Harga Rp 19 Miliar...

Cerita di Balik Terbakarnya Lamborghini Aventador Milik Raffi Ahmad, Tembus Harga Rp 19 Miliar...

Regional
Kronologi Siswa Tikam Guru hingga Tewas Setelah Ditegur karena Ketahuan Merokok

Kronologi Siswa Tikam Guru hingga Tewas Setelah Ditegur karena Ketahuan Merokok

Regional
Ibu-ibu Ini Berhasil Olah Koro Beracun Jadi Keripik Lezat dan Sehat

Ibu-ibu Ini Berhasil Olah Koro Beracun Jadi Keripik Lezat dan Sehat

Regional
'Menghilang' 155 Tahun, Ibis Sendok Raja Kembali Terlihat di Sulawesi

"Menghilang" 155 Tahun, Ibis Sendok Raja Kembali Terlihat di Sulawesi

Regional
Kronologi Santri Tewas Jatuh dari Pohon Kelapa Versi Pesantren

Kronologi Santri Tewas Jatuh dari Pohon Kelapa Versi Pesantren

Regional
[POPULER NUSANTARA] Siswa SMA Nyamar Jadi Wanita Tipu Rp 141 Juta | Air Sumur Mendidih di Ambon

[POPULER NUSANTARA] Siswa SMA Nyamar Jadi Wanita Tipu Rp 141 Juta | Air Sumur Mendidih di Ambon

Regional
Fakta di Balik Nenek Paulina Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot hingga Dapat Uang Rp 10 Juta dari Presiden Jokowi

Fakta di Balik Nenek Paulina Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot hingga Dapat Uang Rp 10 Juta dari Presiden Jokowi

Regional
Bentrok di Universitas Negeri Makassar, 2 Mahasiswa Kena Tikam

Bentrok di Universitas Negeri Makassar, 2 Mahasiswa Kena Tikam

Regional
Angin Kencang Menerjang Puncak Bogor, 300 Penduduk Desa Diungsikan ke Masjid.

Angin Kencang Menerjang Puncak Bogor, 300 Penduduk Desa Diungsikan ke Masjid.

Regional
Peringati Hari Santri, Khofifah Minta Warga Jatim Mengheningkan Cipta

Peringati Hari Santri, Khofifah Minta Warga Jatim Mengheningkan Cipta

Regional
Mulai 2020, Disparbud Jabar Akan Jadikan Situs Purbakala Wisata Sejarah

Mulai 2020, Disparbud Jabar Akan Jadikan Situs Purbakala Wisata Sejarah

Regional
Ancam Akan Bunuh, Ayah Cabuli Putri Kandung Usia 14 Tahun

Ancam Akan Bunuh, Ayah Cabuli Putri Kandung Usia 14 Tahun

Regional
Kunjungi Pengungsi Angin Kencang, Khofifah Minta Sekolah Darurat Didirikan

Kunjungi Pengungsi Angin Kencang, Khofifah Minta Sekolah Darurat Didirikan

Regional
Sambut Hari Santri, Sivitas Akademika IAIN Jember 3 Hari Pakai Sarung

Sambut Hari Santri, Sivitas Akademika IAIN Jember 3 Hari Pakai Sarung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X