MUI Samarinda: Operasi Balik "Perawan" Haram

Kompas.com - 05/12/2013, 19:31 WIB
Ketua MUI Samarinda, Zaini Naim. KOMPAS.com/YOVANDA NONIKetua MUI Samarinda, Zaini Naim.
|
EditorFarid Assifa

SAMARINDA, KOMPAS.com — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), menilai, operasi mengembalikan vagina seperti bentuk perawan atau vaginoplasty adalah haram. Hal itu diutarakan Ketua MUI Samarinda Zaini Naim kepada Kompas.com, Kamis (5/12/2013).

Menurut Zaini, rekonstruksi memperbaiki bentuk tubuh yang dihalalkan dalam Islam adalah misalnya operasi sumbing. Sementara itu rekonstruksi operasi pengembalian alat genital atau vagina menjadi seperti perawan tidak dianjurkan dalam Islam dan masuk kategori haram karena mengubah apa yang sudah ditetapkan Allah SWT.

“Operasi vaginoplasty itu haram sebab mengubah apa yang telah diberikan Allah SWT. Pasien yang melakukan operasi tersebut tidak puas dan tidak bersyukur dengan dirinya sendiri. Dia berputus asa, hingga mencari jalan pintas untuk operasi,” katanya, Kamis (5/12/2013).

Dijelaskan Zaini, berbagai alasan untuk mereka yang melakukan operasi balik "perawan" memang baik. Misalnya saja ingin membahagiakan suami atau memuaskan kebutuhan seksual suami. Namun, kata Zaini, cara-cara yang ditempuh itu bukan yang baik.

Dia menegaskan, meski didasari dengan niat baik, tetapi caranya salah, maka hasilnya akan salah. “Ingin mengharmoniskan hubungan suami istri itu niat yang baik. Tapi caranya jangan dengan operasi. Sebab mengubah bagian tubuh, terutama alat genital itu haram. Jika memang menginginkan suami bahagia, maka tempuhlah cara-cara yang baik agar hasilnya akan baik pula,” katanya.

Dia melanjutkan, untuk membahagiakan suami bukan dengan jalan operasi saja. Menurutnya, sang istri bisa memperlihat kecantikan batiniah (inner beauty) di hadapan suami.

“Memang betul, salah satu keharmonisan berumah tangga adalah kehidupan ranjang. Tapi itu hanya salah satu, masih banyak cara untuk mengakrabkan suami istri. Jangan pernah merasa malu dengan kondisi fisik sebab Allah menciptakan manusia berbeda-beda dan dengan selera yang berbeda pula. Lebih baik jadi istri yang baik dan tunjukkan inner beauty,” pesannya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Partai Gelora Koalisi dengan PKS Hanya untuk Pilkada Pangandaran

Partai Gelora Koalisi dengan PKS Hanya untuk Pilkada Pangandaran

Regional
Bantu Pelajar, Masjid dan Sekolah di Agam Dibekali Wifi Gratis

Bantu Pelajar, Masjid dan Sekolah di Agam Dibekali Wifi Gratis

Regional
Pegawai Terpapar Corona, Kantor RSUD Soekarno Babel Diliburkan

Pegawai Terpapar Corona, Kantor RSUD Soekarno Babel Diliburkan

Regional
Mobilitas Tinggi, Seratusan Polisi di Tegal Jalani Tes Usap Massal

Mobilitas Tinggi, Seratusan Polisi di Tegal Jalani Tes Usap Massal

Regional
Saat Kades Kesurupan, Raih Keris Penari Jaipong di Indramayu

Saat Kades Kesurupan, Raih Keris Penari Jaipong di Indramayu

Regional
Lari Liar Mulai Muncul di Wonogiri, Bupati: Kami Kaji Daya Tariknya

Lari Liar Mulai Muncul di Wonogiri, Bupati: Kami Kaji Daya Tariknya

Regional
Terungkap, Anggota DPRD Palembang yang Ditangkap BNN Ternyata Residivis

Terungkap, Anggota DPRD Palembang yang Ditangkap BNN Ternyata Residivis

Regional
Ditolak Menikah, Bambang Nekat Culik Bayi Pujaan Hatinya

Ditolak Menikah, Bambang Nekat Culik Bayi Pujaan Hatinya

Regional
Fakta Bupati Berau Meninggal Positif Covid-19, Sempat Dampingi Menteri KKP Lepas Tukik

Fakta Bupati Berau Meninggal Positif Covid-19, Sempat Dampingi Menteri KKP Lepas Tukik

Regional
[POPULER NUSANTARA] Fakta Terkini Banjir Bandang Sukabumi | IDI Anggap Hasil Rapid Test Palsu

[POPULER NUSANTARA] Fakta Terkini Banjir Bandang Sukabumi | IDI Anggap Hasil Rapid Test Palsu

Regional
Di Makassar, Mahasiswi Diperkosa Bergilir di Kamar Hotel, Ini Faktanya

Di Makassar, Mahasiswi Diperkosa Bergilir di Kamar Hotel, Ini Faktanya

Regional
Kronologi Status Positif Covid-19 Bakal Calon Bupati Malang, Negatif Saat Tes Swab Ulang

Kronologi Status Positif Covid-19 Bakal Calon Bupati Malang, Negatif Saat Tes Swab Ulang

Regional
'Kalau Masyarakat Sudah Kena Covid-19, Tenaga Medis Juga, Siapa Mau Rawat Siapa?'

"Kalau Masyarakat Sudah Kena Covid-19, Tenaga Medis Juga, Siapa Mau Rawat Siapa?"

Regional
Pemberian Sanksi kepada Maskapai Dikritik DPR, Gubernur Kalbar: Kalau Kasusnya Melonjak Memang Dia Peduli Sama Kita

Pemberian Sanksi kepada Maskapai Dikritik DPR, Gubernur Kalbar: Kalau Kasusnya Melonjak Memang Dia Peduli Sama Kita

Regional
Akses Data Nasabah dengan Leluasa, Relationship Manager BRI Bobol Rekening 11 Orang, Total Rp 2,1 Miliar

Akses Data Nasabah dengan Leluasa, Relationship Manager BRI Bobol Rekening 11 Orang, Total Rp 2,1 Miliar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X