Kompas.com - 01/12/2013, 14:28 WIB
Candi Borobudur KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKOCandi Borobudur
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

MAGELANG, KOMPAS.com - Para wisatawan yang hendak berkunjung ke Candi Borobudur, segera akan menikmati kemudahan pembelian tiket melalui sistem Elektronik Ticketing (E-Ticketing).

Terobosan terbaru dari Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB), Prambanan dan Ratu Boko ini mulai berlaku sejak 1 Desember 2013. Ricky SP Siahaan, Direktur TWCB, Prambanan dan Ratu Boko menerangkan sistem terbaru ini merupakan wujud sinergitas kerjasama antara TWCB, Prambanan dan Ratu Boko dengan BRI Yogyakarta yang sama-sama bergerak di bawah naungan BUMN.

Dijelaskan Ricky, sebenarnya sistem ini tidak jauh berbeda dengan sistem lama, hanya saja dengan sistem ini semua hasil penjualan tiket secara otomatis akan langsung masuk ke rekening TWCB, Prambanan dan Ratu Boko yang ada di BRI.

Penerapan sistem ini merupakan embrio dari sistem E- Ticketing dan Smart Ticketing secara online yang akan diterapkan pada tahun 2014 mendatang.

"Sistem E-Ticketing bertujuan merombak sistem konvensional yang ada selama ini. Inovasi ini akan mempermudah pelayanan terhadap calon pengunjung. Mereka bisa memesan tiket secara online," ujar Ricky, seusai soft opening E-Ticketing di kompleks Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Minggu (1/12/2013).

Berbagai persiapan untuk penerapan sistem ini, di antaranya pembangunan gerbang utama gedung pelayanan penjualan tiket masuk Candi Borobudur, menambah fasilitas kursi taman yang akan ditempatkan di sejumlah lokasi, hingga mempersiapkan sumber daya manusia yang profesional di bidangnya.

"Harapan kami, dengan E-Ticketing ini bisa memberi manfaat kemudahan bagi wisatawan. Sehingga mereka merasa lebih nyaman saat berkunjung ke Candi Borobudur. Kami juga berterimakasih kepada BRI," ucap Ricky.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sejatinya, yang saat ini menjadi fokus terpenting bagi manajemen adalah kenyamanan terbaik bagi wisatawan. Rencananya, komplek TWCB akan dibangun taman bunga yang disesuaikan dengan filosofi dari candi Budha terbesar di dunia itu.

"Ini akan menambah daya tarik bagi wisatawan. Mereka akan mempunyai kenangan tersendiri di Candi Borobudur yang nantinya akan diceritakan kembali oleh teman, keluarga mereka dan calon pengujung lainnya," papar Ricky.

Ditambahkan Bambang Irianto, Kepala Unit TWCB, pada akhir tahun ini ditargetkan 150.000 orang wisatawan baik domestik dan internasional berkunjung ke Candi Borobudur. Sehingga diharapkan dengan diterapkannya e-Ticketing bisa memudahkan pencapaian target tersebut.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X