Kompas.com - 15/11/2013, 17:41 WIB
Alat peraga kampanye di jalan protokol kota Pamekasan semakin menjamur dan belum ada penertiban sama sekali dari Panwaslu setempat. KOMPAS.com/TAUFIQURRAHMANAlat peraga kampanye di jalan protokol kota Pamekasan semakin menjamur dan belum ada penertiban sama sekali dari Panwaslu setempat.
|
EditorKistyarini

PAMEKASAN, KOMPAS.com — Alat peraga kampanye di jalan protokol di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, seperti jamur di musim hujan. Semakin hari semakin bertambah.

Jika beberapa bulan sebelumnya, yang dipasang hanya peraga kampanye para calon anggota DPRD tingkat kabupaten, kini jalanan ditambah dengan peraga kampanye para caleg tingkat provinsi, DPR RI, hingga Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

Alat peraga kampanye yang dipasang, mulai dari yang permanen dengan menggunakan besi dan dicor, ada pula yang menggunakan kayu atau bambu, serta menggunakan stiker yang ditempel di tiang-tiang di sepanjang jalan.

Namun sampai saat ini belum ada penertiban dari Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Pamekasan. Panwaslu terlibat silang pendapat dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pamekasan, soal penertiban alat perga kampanye tersebut.

Anggota Panwaslu Pamekasan Divisi Tindak Lanjut dan Penindakan, Sapto Wahyono, mengatakan, belum bisa menertibkan alat peraga yang melanggar zona kampanye. Pasalnya, belum tercapai kesepakatan mengenai zona spesifik.

“Yang menetapkan zona-zona terlarang itu adalah KPU. Panwaslu sifatnya koordinasi saja. Jika sudah ada kesepakatan soal zona itu, baru penertiban akan dilaksanakan,” kata Sapto.

Sementara Polisi Pamong Praja, selaku eksekutor penertiban alat peraga kampanye, jauh-jauh hari sudah menyatakan siap menjalankan tugas. Namun sampai saat ini belum ada tindak lanjut dari Panwaslu Pamekasan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Kalau Pol PP kapan saja selalu siang kalau hanya membongkar alat perga kampanye. Yang kami tunggu soal kepastian waktu saja,” kata Masrukin, Kepala Sat Pol PP Pamekasan, Jumat (15/11/2013).

Masrukin menambahkan, yang perlu dipertimbangkan adalah penertiban sebaiknya dilakukan dengan cara-cara yang santun. Sebab, alat peraga yang dipasang itu mengeluarkan dana besar. Sehingga, jika ada pemberitahuan lebih awal dari Panwaslu, maka Pol PP akan berkoordinasi dengan pemilik alat peraga kampanye tersebut.

“Kami ingin sebelum ditertibkan, pemilik nalat peraga atau partai politik lebih dulu menertibkannya. Sehingga alat peraga itu masih bisa dimanfaatkan di zona yang tidak dilarang,” ungkap Masrukin.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Regional
Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X