Kompas.com - 14/11/2013, 16:40 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
|
EditorKistyarini

MALANG, KOMPAS.com — Seorang pria berinisial KTN memerkosa anak angkatnya sendiri. Kasus yang terjadi di Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Jawa Timur, itu terungkap setelah korban, remaja berusia 14 tahun, hamil lalu mengalami keguguran.

Perangkat desa mengetahui peristiwa itu karena janin hasil hubungan itu dikubur tak jauh dari rumah pelaku. Keluarga korban kemudian melaporkan hal itu ke kepolisian.

Dalam pemeriksaan di kepolisian, pelaku mengakui pernah berhubungan intim dengan korban. "Pelaku mengakui sebanyak 10 kali berhubungan layaknya suami istri dengan korban. Pelaku juga mengakui jika korban adalah anak angkatnya sendiri," kata Kasatreskrim Polres Malang, AKP Muhammad Aldy Sulaeman, Kamis (14/11/2013).

Korban memang tinggal serumah dengan pelaku. Ia mengasuh korban sejak kecil hingga berumur 14 tahun. "Dari sepuluh kali berhubungan itu. Pelaku tak mau dikatakan janin yang ada di dalam perut korban adalah darah dagingnya," katanya.

Menurut Aldy, pelaku beralasan korban juga mempunyai pacar yang sering mengantar korban pulang sekolah, serta sering keluar dan pulang malam. "Bisa saja hasil hubungan dengan pacarnya, kata pelaku begitu," kata Aldy.

Kasus tersebut sudah ditangani pihak Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Malang, serta tim ahli kedokteran, dari salah satu rumah sakit di Kabupaten Malang. Bahkan pihak kepolisian juga sudah membongkar makam untuk mengambil mayat bayi tersebut.

Berdasarkan keterangan pelaku, pelaku dan korban tidak sengaja menggugurkan kandungan itu. Pelaku mengaku tidak memberikan minuman apa pun yang bisa memicu keguguran.

Ketika terjadi masalah pada kandungan itu, pelaku langsung membawa korban ke puskesmas Kecamatan Wagir. Namun, ketika itu tidak ada bidan karena sedang mengikuti upacara Hari Pahlawan.

Oleh karena itu, pelaku pun melarikan korban ke rumah sakit. "Namun, saat masuk rumah sakit, belum ditangani dokter, kondisi kandungan korban sudah pendarahan. Makanya kita tidak mau (mengatakan) hal itu adalah aborsi," kata pelaku.

Setelah proses penyidikan, pelaku langsung ditetapkan jadi tersangka dan langsung ditahan. "Tersangka telah melakukan persetubuhan terhadap anak di bawah umur. Tersangka akan dijerat Pasal 81 dan 82 UU Nomor 23 tahun 2002, tentang asusila terhadap anak di bawah umur. Ancamannya maksimal 15 tahun penjara," kata Aldy.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.