Tembak 3 Warga Sipil, Kopral Rio Terancam Dipecat

Kompas.com - 06/11/2013, 13:46 WIB
KOMPAS.com/PUJI UTAMI ilustrasi
BANDUNG, KOMPAS.com — Berkas penembakan yang dilakukan oleh oknum anggota Korps Pasukan Khas (Korp Paskhas) TNI AU Landasan Udara (Lanud) Sulaiman Bandung, Kopral Satu (Koptu) Rio Budi Wijaya, akan segera diserahkan ke pengadilan militer.

Kopral Rio menembak tiga orang penghuni kamar indekos di Gang Narpan, Kelurahan Situ Saeur, Kecamatan Bojong Loa Kidul, Bandung, Jawa Barat, Minggu (6/10/2013). Insiden ini menewaskan dua warga sipil, Hendi Winardi alias Elle dan Mumung Supriatna.

"Mudah-mudahan bulan ini (November 2013) sidang bisa digelar," kata Kepala Penerangan Korps Pasukan Khas (Paskhas) Mayor Rifaid di Lanud Sulaiman Bandung, Rabu (6/11/2013).

Lebih lanjut, Rifaid menambahkan, sidang militer Kopral Rio yang akan dilakukan di Pengadilan Militer, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, ini bisa disaksikan masyarakat. Hal ini demi menghindari persepsi negatif dari masyarakat yang menduga ada perlindungan khusus kepada pelaku.

Rifaid pun meminta masyarkat untuk bersama-sama mengawal jalannya persidangan. "Kita pastikan sidangnya dibuka untuk umum," ucapnya.

Rifaid menambahkan, akibat aksi "koboi"-nya yang dianggap telah mencoreng nama instansi, Kopral Rio kemungkinan besar diberi hukuman cukup berat dengan ancaman pemecatan dari satuan Provost Detasemen Markas Korpaskhas, tempat Kopral Rio bekerja selama ini.

"Perkembangan kasus ini sudah tahap titik akhir. Saat ini, RBW masih ditahan di ruang tahanan POM AU Lanud Husein Sastranegara," jelas Rifaid.


EditorGlori K. Wadrianto

Terkini Lainnya

Penasihat Hukum Sebut Surat Pengunduran Diri Bupati Mandailing Natal Tak Penuhi Syarat untuk Ditindaklanjuti

Penasihat Hukum Sebut Surat Pengunduran Diri Bupati Mandailing Natal Tak Penuhi Syarat untuk Ditindaklanjuti

Regional
200 Pasukan Brimob Polda Maluku Akan Dikirim ke Jakarta, Ada Apa?

200 Pasukan Brimob Polda Maluku Akan Dikirim ke Jakarta, Ada Apa?

Regional
Majelis Dzikir Hubbul Wathon Kecam Ledakan Bom Sri Lanka

Majelis Dzikir Hubbul Wathon Kecam Ledakan Bom Sri Lanka

Regional
Tangga yang Dilewati Yesus saat Menghadap Pilatus Kini Dibuka untuk Umum

Tangga yang Dilewati Yesus saat Menghadap Pilatus Kini Dibuka untuk Umum

Internasional
Untuk Pertama Kali, Seluruh SMP di Landak Kalbar Gelar UNBK

Untuk Pertama Kali, Seluruh SMP di Landak Kalbar Gelar UNBK

Nasional
Seorang Pemuda Tewas Dibacok Puluhan Orang Tidak Dikenal di Ciputat

Seorang Pemuda Tewas Dibacok Puluhan Orang Tidak Dikenal di Ciputat

Megapolitan
Bupati Mandailing Natal Ajukan Pengunduran Diri karena Kecewa Warganya Tak Pilih Jokowi

Bupati Mandailing Natal Ajukan Pengunduran Diri karena Kecewa Warganya Tak Pilih Jokowi

Regional
Meninggal, Bayi yang Dikubur Hidup-hidup oleh Ibunya di Purwakarta

Meninggal, Bayi yang Dikubur Hidup-hidup oleh Ibunya di Purwakarta

Regional
Sandiaga Mengaku Sudah Sehat, Lari Sore 5 Kilometer

Sandiaga Mengaku Sudah Sehat, Lari Sore 5 Kilometer

Nasional
Bupati Mandailing Natal Akui Mundur karena Kecewa Hasil Pemilu

Bupati Mandailing Natal Akui Mundur karena Kecewa Hasil Pemilu

Regional
Saat Tidur, Pemimpin Ku Klux Klan di AS Ditembak Mati Sang Istri

Saat Tidur, Pemimpin Ku Klux Klan di AS Ditembak Mati Sang Istri

Internasional
Pengebom Bunuh Diri Sri Lanka Ikut Antre Makanan Sebelum Beraksi

Pengebom Bunuh Diri Sri Lanka Ikut Antre Makanan Sebelum Beraksi

Internasional
3 TPS di Kota Kupang Diputuskan Gelar Pemungutan Suara Ulang

3 TPS di Kota Kupang Diputuskan Gelar Pemungutan Suara Ulang

Regional
Logistik Pemilu Telat Sampai, 30.962 DPT di Nias Selatan Gelar PSU

Logistik Pemilu Telat Sampai, 30.962 DPT di Nias Selatan Gelar PSU

Regional
Viral Video 4 Pemuda Tak Sadarkan Diri di Pinggir Jalan Setelah Minum Kopi, Ini Penjelasan Polisi

Viral Video 4 Pemuda Tak Sadarkan Diri di Pinggir Jalan Setelah Minum Kopi, Ini Penjelasan Polisi

Megapolitan

Close Ads X