Kompas.com - 07/10/2013, 21:04 WIB

SINGKAWANG, KOMPAS.com — Jajaran Polres Singkawang meringkus komplotan pencuri sepeda motor  yang akhir-akhir ini semakin meresahkan masyarakat Singkawang, Jumat (4/10/2013). Tak tanggung-tangung, polisi menangkap 6 orang dari dua komplotan berbeda sekaligus, di antaranya merupakan residivis dengan kasus yang sama.

Dari hasil penangkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa  enam buah sepeda motor. Barang bukti tersebut di antaranya merupakan hasil pengungkapan dari 13 laporan kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Terungkapnya komplotan pencuri sepeda motor ini setelah polisi meringkus salah seorang pelaku berinisial ST. Pelaku sempat melarikan diri saat dalam pengejaran polisi, dan sempat terjadi kejar-kejaran pada Jumat itu. Supaya bisa meloloskan diri, ST melepaskan semua pakaian dan hanya mengenakan celana dalam.

”Karena warna pakaiannya sudah diketahui polisi saat dilakukan pengejaran, jadi dia melepaskan pakaian dan hanya mengenakan celana dalam dan kabur ke semak-semak,” ujar Widihandoko, Senin (7/10/2013).

Namun, upaya itu gagal. ST bisa diringkus polisi. Setelah ST ditangkap, polisi kemudian mengembangkan penyelidikan dan menangkap kawanan lainnya, yakni AR dan RY alias Cebol.

Kepada wartawan, ST mengaku belajar cara mencuri motor dari seseorang berinisal BD. Modusnya pun beragam, mulai dari memutuskan kabel kontak dengan korek api atau pisau dan menggunakan kunci T.

”Saya belajar dari BD, yang pelaku curanmor juga,” kata Sutarlindo saat memeragakan keahliannya di depan Kapolres pada sebuah motor yang dicurinya.

Kemudian, setelah meringkus kawanan komplotan ST, polisi kembali menangkap komplotan lainnya. Pengungkapan tersebut berdasarkan pengembangan penyelidikan dan meringkus YD alias Way, TM, dan TO.

”Kedua komplotan ini saling berkaitan, sehingga dari hasil pengembangan, kami bisa meringkus mereka sekaligus," kata Widihandoko.

Saat ini tersangka masih mendekam di ruang tahanan Polres Singkawang untuk penyidikan lebih lanjut karena diduga masih ada pelaku lain dalam sindikat mereka. Tersangka dikenai Pasal 363 KUHP dengan ancaman maksimal di atas lima tahun penjara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.