Kompas.com - 12/09/2013, 16:31 WIB
Nurhalimah, seorang pengungsi ilegal Rohingya melahirkan bayi perempuan di lokasi penampungan sementara di Ladong, Kabupaten Aceh Besar. Nurhalimah dan suami beserta dua anaknya dan puluhan pengungsi lainnya terdampar di Aceh pada Juli 2013 lalu. ***** K12-11 K12-11Nurhalimah, seorang pengungsi ilegal Rohingya melahirkan bayi perempuan di lokasi penampungan sementara di Ladong, Kabupaten Aceh Besar. Nurhalimah dan suami beserta dua anaknya dan puluhan pengungsi lainnya terdampar di Aceh pada Juli 2013 lalu. ***** K12-11

BANDA ACEH, KOMPAS.com — Nurhalimah, seorang pengungsi asal Rohingya yang terdampar di Aceh pada Juli 2013, melahirkan seorang bayi perempuan dengan selamat. Nurhalimah dalam keadaan hamil tua ketika terdampar bersama 67 pengungsi asal Rohingya lainnya di Aceh akibat perahu yang mereka tumpangi rusak.

Di tempat penampungan sementara di kawasan Ladong, Aceh Besar, Nurhalimah dan bayinya tampak sehat. “Sang bayi (lahir) pada pukul 01.30 tadi malam, dan keduanya sehat,” ujar Abdul Wahid, ayah sang bayi, Kamis (12/9/2013).

Seorang bidan bernama Lindawati membantu proses persalinan Nurhalimah. Lindawati menyebutkan sang bayi lahir dengan proses normal dengan berat tubuh 2,8 kg dan panjang badan 48 cm. “Lahirnya normal, dan proses kelahiran berlangsung di penampungan para pengungsi ini,” ujarnya.

Sang bayi langsung diberi nama Putri Malahayati. “Nama Malahayati ditabalkan karena di sini ada sebuah benteng bernama Benteng Malahayati yang menunjukkan sejarah tentang seorang laksamana laut Aceh yang berperang melawan tentara Belanda, dan dia bernama Malahayati,” ujar sang bidan.

Putri Malahayati adalah putri ketiga dari pasangan ini. Dua anak mereka lainnya adalah Sumayah (6) dan Abdul Hajad (4). Pasangan Abdul Wahid dan Nurhalimah adalah warga Rohingya yang mengungsi secara illegal ke luar Myanmar. Selama enam tahun terakhir mereka tinggal di Malaysia dengan mengandalkan kartu keterangan mencari suaka dari lembaga PBB UNHCR.

“Kami ada pegang kartu ini tapi kami tidak bisa berbuat banyak. Anak-anak tidak bisa sekolah, padahal ini sudah waktunya sekolah,” ujar Abdul Wahid.

Dengan alasan itulah, sebut Abdul Wahid, ia dan keluarganya memutuskan untuk ikut perahu yang membawa rombongan pengungsi Rohingya menuju Australia. Namun, perahu yang mereka tumpangi terjebak hujan dan badai hebat di lautan hingga perahu rusak. Rombongan ini terdampar di perairan Lueng Gayo, Kecamatan Teunom, Kabupaten Aceh Jaya.

Sepekan setelah terdampar, para pengungsi illegal ini pun kemudian dipindahkan ke penampungan sementara di Ladong, Kabupaten Aceh Besar. Kini hanya tinggal sebanyak 20 pengungsi saja di lokasi penampungan ini, sedangkan yang lainnya sudah dipindahkan ke penampungan di Sumatera Utara.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X