Kompas.com - 10/09/2013, 11:27 WIB
Agus Bahtiar, Direktur PDAM Pamekasan akan menaikkan tarif air kepada pelanggan untuk menghindari kebangkrutan PDAM. KOMPAS.com/TAUFIQURRAHMANAgus Bahtiar, Direktur PDAM Pamekasan akan menaikkan tarif air kepada pelanggan untuk menghindari kebangkrutan PDAM.
|
EditorGlori K. Wadrianto
PAMEKASAN, KOMPAS.com — Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Pamekasan, Jawa Timur, berada di ambang kebangkrutan. Kondisi itu merupakan dampak dari kenaikan tarif dasar listrik (TDL) yang terus membebani keuangan mereka. 

Beban operasional dari kenaikan TDL menjadi tidak sebanding dengan pemasukan yang diperoleh.

Agus Bahtiar, Direktur PDAM Pamekasan, mengatakan, biaya listrik per bulannya bengkak lebih dari 40 persen dari total biaya operasional. Padahal, sebelum kenaikan TDL, biaya listrik antara 20 dan 30 persen dari total biaya operasional.

"Pembayaran rekening listrik rata-rata sebesar Rp 190 juta per bulan. Sejak April lalu, rekening listrik naik menjadi Rp 230 juta per bulan. Untuk menutupinya kami harus ambilkan dari kas perusahaan," kata Bahtiar, Selasa (10/9/2013).  

PDAM Pamekasan segera mengajukan usulan kenaikan tarif kepada DPRD Pamekasan untuk disetujui. Jika PDAM Pamekasan terus-menerus menggunakan dana kas perusahaan, maka tidak menutup kemungkinan mereka akan bangkrut.

Agus menjelaskan, proses produksi dan pendistribusian air minum di PDAM Pamekasan semuanya menggunakan sistem pompa listrik. Dengan demikian, perusahaan tersebut sangat tergantung pada daya listrik yang sangat besar.  

Sementara itu, rencana kenaikan tarif yang bakal diajukan terhadap pelanggan antara 40 dan 50 persen dari tarif semula. Berdasarkan hitungan PDAM Pamekasan, tarif semula Rp 1.600 per meter kubik, sementara harga baru yang ditawarkan Rp 2.200 sampai Rp 2.600 per meter kubik.  

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, rencana kenaikan tarif ini langsung ditolak DPRD Pamekasan. Hosnan Ahmadi, Ketua Komisi B DPRD Pamekasan, mengatakan bahwa masyarakat akan menolaknya. Alasannya karena pelayanan PDAM Pamekasan masih jauh dari memuaskan.

Hal itu bertolak belakang dengan rekening pembayaran pelanggan setiap bulannya ke PDAM Pamekasan.  

"Pembayaran rekening air PDAM saat ini sudah dikeluhkan warga, apalagi dengan rencana kenaikan tarif baru yang akan menuai protes besar-besaran. Sebelum protes itu datang langsung dari masyarakat, maka DPRD Pamekasan menolak lebih awal," ungkap Hosnan.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Regional
Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Regional
Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Regional
Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Regional
Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Regional
Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Regional
Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Regional
Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Regional
Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Regional
Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Regional
Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.