Kompas.com - 03/09/2013, 14:11 WIB
Massa aksi demo dari masyarakat sipil yang tergabung dalam Komite Aksi Perlindungan PRT dan Buruh Migran saat menunjukan paket serbet/pel yang akan dikirim untuk DPR dan Presiden, Selasa (2/9/2013). KOMPAS.com/Yustinus Wijaya KusumaMassa aksi demo dari masyarakat sipil yang tergabung dalam Komite Aksi Perlindungan PRT dan Buruh Migran saat menunjukan paket serbet/pel yang akan dikirim untuk DPR dan Presiden, Selasa (2/9/2013).
|
EditorKistyarini

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Komite Aksi Perlindungan PRT dan Buruh migran mendesak DPR dan Presiden RI untuk memperhatikan nasib para pembantu rumah tangga (PRT). Desakan itu disampaikan dalam sebuah aksi unjuk rasa di depan Gedung Agung Yogyakarta, Selasa (3/9/2013).

Koordinator aksi, Murtini mengatakan selama ini Pembantu Rumah Tangga (PRT) melakukan pekerjaan dengan memenuhi unsur upah, dengan demikian PRT juga harus diperlakukan sebagai pekerja yang berhak atas hak-hak normatif dan dilindungi seperti profesi-profesi yang lainya.

"Kita prihatin, selama hampir dua periode pemerintahan SBY (Susilo Bambang Yudhoyono), belum ada itikad baik dan kesungguhan dalam mewujudkan Undang-undang perlindungan PRT," ujar Murtini, di sela-sela aksi di depan Gedung Agung Yogyakarta. Selasa (03/09/2013).

Murtini memaparkan, berdasarkan berbagai riset oleh Jaringan Nasional Advokasi Pekerja Rumah Tangga (Jala PRT), sampai hari ini banyak pembantu rumah tangga yang mengalami diskriminasi, stigmatisasi, dan berbagai pelanggaran, baik itu pelanggaran hak asasi manusia maupun pelanggaran terhadap hak-haknya sebagai pekerja dengan tidak dibayar, upah dipotong atau ditunda.

Murtini menambahkan, banyak pembantu rumah tangga yang mengalami "perbudakan". Mereka tidak mendapat libur mingguan, cuti, maupun jaminan sosial, bahkan mengalami kekerasan fisik dari yang ringan maupun berat. "Yang PRT berusia anak-anak semakin suram karena mereka tidak mendapat akses pendidikan," tandas Murtini.

Pembantu rumah tangga memiliki kontribusi yang nyata terhadap pembangunan nasional,peran yang dijalankan oleh PRT memberikan pengaruh positif yang signifikan bagi kelompok masyarakat kecil hingga besar, bagi keluarga majikan dan keluarganya dan bahkan bagi negara dan Dunia.

Murtini menegaskan bahwa dunia sudah mengakui PRT sebagai pekerja yang memiliki hak-hak melalui Konvensi ILO Nomor. 189 tentang Kerja Layak PRT. Dalam sesi ke 100 sidang Perburuhan Internasional 14 Juni 2011.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun demikian, lanjutnya hingga saat ini Indonesia belum memiliki payung hukum bagi perlindungan terhadap pembantu rumah tangga yang berakibat pada tidak adanya jaminan perlindungan hak-hak PRT.

Menyikapi situsasi tersebut masyarakat sipil berkali-kali mendesak pemerintah dan DPR untuk mengambil kebijakan dengan mengeluarkan peraturan perundangan maupun kebijakan lainya.

"Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bahkan menyatakan komitmennya untuk mewujudkan peraturan perundangan perlindungan PRT didalam negeri dan meratifikasi konvensi. Namun hingga September 2013 tidak ada langkah apapun dari pemerintah ," ungkapnya.

Guna mendesak pemerintah, massa aksi dari Komite Aksi Perlindungan PRT dan Buruh Migran mengirimkan paket serbet dan kain pel PRT yang berisi tulisan tuntutan para PRT. Paket berisi tuntutan tersebut dikirimkan via pos.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Regional
Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Regional
Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Regional
Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Regional
Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.