Kompas.com - 01/08/2013, 15:49 WIB
oknum wartawan (Baju warna hitan) di Malang, Jawa Timur, yang diketahui memeras kepala sekolah, saat dibekuk polisi dan digiring ke Mapolresta Malang, Kamis (1/8/2013) KOMPAS.com?Yatimul Ainunoknum wartawan (Baju warna hitan) di Malang, Jawa Timur, yang diketahui memeras kepala sekolah, saat dibekuk polisi dan digiring ke Mapolresta Malang, Kamis (1/8/2013)
|
EditorFarid Assifa

MALANG, KOMPAS.com — Seorang oknum wartawan di Kabupaten Malang diringkus aparat kepolisian setempat karena tepergok memeras seorang kepala SMA negeri di Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Pelaku memeras kepala SMA sebesar Rp 10 juta.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Polresta Malang AKP Dwiko Gunawan saat gelar kasus pada Kamis (1/8/2013) menjelaskan, pelaku ditangkap polisi pada Rabu (31/7/2013) pukul 19.00 WIB di sebuah kafe di Kota Malang.

"Kasusnya pemerasan dan pengancaman," kata Dwiko.

Diketahui, pelaku adalah oknum wartawan media mingguan terbitan Surabaya berinisial US (36), warga Desa Jorongrejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Menurut Dwiko, tersangka memang sudah kenal dengan korban.

"Korban dituduh sebagai orang yang punya WIL (wanita idaman lain) dan diancam akan dipublikasikan di media tempat tersangka bekerja," katanya.

Sementara, korban tidak mau kasus WIL itu dipublikasikan di media.

"Saat itu, terjadilah tawar menawar. Awalnya, pelaku minta Rp 15 juta. Setelah ada perundingan, turun jadi Rp 10 juta. Namun, pembayarannya tidak secara langsung. Baru pada Rabu (31/7/2013) malam pukul 19.00 WIB, pembayaran dilakukan di sebuah kafe," jelas Dwiko.

Ketika bertemu di sebuah kafe, korban bermaksud menyerahkan Rp 3 juta sebagai uang muka. "Sisanya akan diserahkan kemudian," katanya. Saat penyerahan itulah pelaku ditangkap polisi.

"Pelaku kita jerat Pasal 369 atau 335 dengan ancaman penjara maksimal 4 tahun," tegas Dwiko.

Kini, kasus terus dikembangkan kepolisian. "Kita masih terus meminta keterangan dari korban. Untuk nama korban, tidak bisa saya sebutkan. Dan nama sekolahnya, juga mohon tidak disebutkan. Karena korban adalah kepala sekolah," katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Regional
Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X