Kapolda Papua: Korban "Tinju" Nabire Bukan akibat Kerusuhan

Kompas.com - 16/07/2013, 11:53 WIB
Kapolda Papua Irjen Pol Tito Karnavian. Kompas.com/ Alfian KartonoKapolda Papua Irjen Pol Tito Karnavian.
EditorFarid Assifa

JAYAPURA, KOMPAS.com — Kapolda Papua Irjen (Pol) Tito Karnavian menegaskan, tragedi GOR Nabire yang menewaskan 17 orang bukan akibat kerusuhan, melainkan karena ketakutan para penonton hingga berupaya keluar dengan berdesakan.
  
"Mereka tewas bukan karena dianiaya, melainkan terimpit dan terinjak-injak saat hendak keluar dari GOR," tegas Kapolda Papua, menjawab pertanyaan Antara melalui telepon selulernya di Jayapura, Selasa (16/7/2013).
   
Irjen (Pol) Tito Karnavian mengatakan, dari hasil penyelidikan sementara, terungkap kasus yang menewaskan belasan orang itu akibat berdesakan di pintu utama sehingga terimpit dan terinjak-injak, sementara penonton lainnya yang berada di dalam gedung tidak mengalami cedera.
      
Selain karena berdesakan saat hendak keluar GOR Nabire, kapasitas gedung juga tidak mampu menampung jumlah penonton yang diperkirakan hanya sekitar 500 orang.

"Saat insiden terjadi, sekitar 1.500 orang memadati GOR yang berlokasi di Kota Lama Nabire sehingga memang sudah tidak memadai hingga para korban selain mengalami luka-luka juga sesak napas," kata Kapolda Papua yang saat ini masih berada di Nabire.

Menurut dia, dari laporan sementara, terungkap juga faktor membeludaknya penonton karena saat Bupati Nabire Izaias Douw masuk GOR, masyarakat yang berada di luar GOR meminta untuk diperbolehkan masuk sehingga Bupati Nabire kemudian mengizinkan masyarakat masuk tanpa membeli karcis.

Kebijakan itu, menurut Tito, mengakibatkan masyarakat berduyun-duyun memasuki GOR hingga melebihi daya tampung.


Menurut Kapolda, seusai final antara Yulianus Pigome melawan Alfius Rumkorem yang dimenangkan Alfius, para pendukung Pigome tidak terima dengan hasil tersebut sehingga terjadi keributan dan saling lempar, seperti melempar kursi dan botol air minum.

"Kalau akibat lemparan, baik kursi maupun botol air, tidak akan separah itu," ungkap Kapolda Papua.

Ditambahkan, dari 17 korban yang meninggal, tiga di antaranya sudah dimakamkan dan diharapkan korban yang belum dimakamkan segera dimakamkan.

Sementara itu, yang dirawat di RSUD Nabire saat ini tercatat 20 orang.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Antara
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rampok Ponsel Pacarnya, Seorang Pelajar di Bima Ditangkap Polisi

Rampok Ponsel Pacarnya, Seorang Pelajar di Bima Ditangkap Polisi

Regional
Macan Tutul Mati di Pati Diduga Akibat Pertarungan Berebut Teritori

Macan Tutul Mati di Pati Diduga Akibat Pertarungan Berebut Teritori

Regional
Mengintip Strategi Milenial Membeli Rumah di Era Digital

Mengintip Strategi Milenial Membeli Rumah di Era Digital

Regional
Detik-detik Banjir Bandang Sapu Siswa Peserta Susur Sungai di Sleman

Detik-detik Banjir Bandang Sapu Siswa Peserta Susur Sungai di Sleman

Regional
Warga kepada Jokowi: Kalau Sudah Dapat SK, Kenapa Alat Berat Masih Ada di Lahan Kami?

Warga kepada Jokowi: Kalau Sudah Dapat SK, Kenapa Alat Berat Masih Ada di Lahan Kami?

Regional
Kisah Heroik 2 Siswa Selamatkan Rekannya Saat Susur Sungai, Bakir Lempar Akar dan Danu Lompat ke Sungai

Kisah Heroik 2 Siswa Selamatkan Rekannya Saat Susur Sungai, Bakir Lempar Akar dan Danu Lompat ke Sungai

Regional
Pakar: Susur Sungai Tidak untuk Anak dan Remaja, Apalagi Musim Hujan

Pakar: Susur Sungai Tidak untuk Anak dan Remaja, Apalagi Musim Hujan

Regional
Suami Istri Sekap Siswi SMP dan Paksa Threesome, Dipaksa Suntik KB hingga Janji Beri Rp 5 Juta

Suami Istri Sekap Siswi SMP dan Paksa Threesome, Dipaksa Suntik KB hingga Janji Beri Rp 5 Juta

Regional
Saat Tiga Kurir Ganja 231 Kg Tertunduk Dengar Tuntutan Hukuman Mati..

Saat Tiga Kurir Ganja 231 Kg Tertunduk Dengar Tuntutan Hukuman Mati..

Regional
[POPULER NUSANTARA] Pengakuan Napi Teroris Tolak Dibaiat ISIS | Susur Sungai, Siswa SMPN di Sleman Terseret Arus

[POPULER NUSANTARA] Pengakuan Napi Teroris Tolak Dibaiat ISIS | Susur Sungai, Siswa SMPN di Sleman Terseret Arus

Regional
'Mereka Menuduh Kami Lebih Kafir dari Polisi', Kata Adik Trio Bom Bali I Soal Perangnya Melawan Radikalisasi

'Mereka Menuduh Kami Lebih Kafir dari Polisi', Kata Adik Trio Bom Bali I Soal Perangnya Melawan Radikalisasi

Regional
Temui Ortu Korban Susur Sungai, Sultan HB X Sampaikan Pesan

Temui Ortu Korban Susur Sungai, Sultan HB X Sampaikan Pesan

Regional
Empat Siswa SMPN 1 Turi Sleman yang Ikut Susur Sungai Belum Ditemukan

Empat Siswa SMPN 1 Turi Sleman yang Ikut Susur Sungai Belum Ditemukan

Regional
Kesaksian Salma, Siswa SMPN 1 Turi yang Selamat Susur Sungai, Arus Deras Tiba-tiba Datang

Kesaksian Salma, Siswa SMPN 1 Turi yang Selamat Susur Sungai, Arus Deras Tiba-tiba Datang

Regional
Tak Kunjung Ada Kabar, Ibu Siswi SMPN 1 Turi: Saya Mohon Doanya

Tak Kunjung Ada Kabar, Ibu Siswi SMPN 1 Turi: Saya Mohon Doanya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X