Polisi Kolaka Amankan 31 Imigran Gelap Asal Iran

Kompas.com - 06/07/2013, 21:17 WIB
Inilah sebagian dari 31 imigran yang ditahan polisi. Sebagian yang terdiri dari anak-anak dan wanita dewasa mengurung diri di sebuah kamar. KOMPAS.com/ SUPARMAN SULTANInilah sebagian dari 31 imigran yang ditahan polisi. Sebagian yang terdiri dari anak-anak dan wanita dewasa mengurung diri di sebuah kamar.
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

KOLAKA, KOMPAS.com- Sebanyak 31 imigran gelap asal Iran yang tengah bersembunyi di sebuah rumah kos, di Jalan TMD Kolaka, Sulawesi Tenggara, ditahan di Polsek Kolaka. Mereka terdiri dari 6 orang anak, 8 perempuan dan 17 laki-laki. Para imigran ini ditahan karena tidak memiliki dokumen lengkap dan masuk ke Indonesia secara ilegal.

Kapolsek Kolaka Iptu La Ode M Agus mengatakan, 31 imigran gelap ini sudah dua hari menempati rumah kos tersebut. Polisi menerima laporan dari polisi terkait keberadaan mereka. 

Kondisi rumah kos yang memiliki pagar tembok setinggi lebih dari dua meter ini, memang cukup aman bagi para imigran gelap ini untuk bersembunyi.

“Jadi setelah adanya laporan dari masyarakat kami langsung menuju tempat yang dimaksud dan ternyata tempat itu adalah sebuah rumah kos yang berdempetan. Ada beberapa kamar yang mereka pakai karena rombongannya terlalu banyak. Saat kami minta dokumen resmi, mereka ini tidak bisa menunjukkan. Kami jaga ketat dan tahan untuk sementara sambil tunggu orang dari keimigrasian datang,” katanya, Sabtu (06/07/2013).

Polisi akan meminta keterangan dari pemilik rumah kos terkait keberadaan para imigran ini. "Pemilik rumah kos masih kami tunggu tapi keterangan dari tetangga kamarnya, para imigran ini datang beberapa hari lalu dengan diangkut menggunakan sebuah mobil. Mereka akan menuju ke Australia untuk mendapat suaka dinegara itu,” kata La Ode.

Menurut keterangan sementara yang didapatkan polisi, mereka sebelumnya singgah di Jakarta. Saat ini, puluhan imigran ini masih dijaga ketat polisi sambil menunggu tindak lanjut dari keimigrasian. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gubernur NTT: Pembagian Fee Blok Masela Kewenangan Pemerintah Pusat

Gubernur NTT: Pembagian Fee Blok Masela Kewenangan Pemerintah Pusat

Regional
Gempa Magnitudo 7,1, Turis di Manado Sempat Panik

Gempa Magnitudo 7,1, Turis di Manado Sempat Panik

Regional
7 Hal Penting Kasus 'Pembubaran' Piodalan, 9 Tahun Urus Izin hingga Polisi: Tak Ada Pembubaran

7 Hal Penting Kasus "Pembubaran" Piodalan, 9 Tahun Urus Izin hingga Polisi: Tak Ada Pembubaran

Regional
Kecelakaan Maut, Polisi Tetapkan Sopir Bus PO Sinar Jaya Tersangka

Kecelakaan Maut, Polisi Tetapkan Sopir Bus PO Sinar Jaya Tersangka

Regional
Biaya Pengobatan Tak Ditanggung BPJS, Keluarga Mahasiswa Korban Pembacokan Buka Donasi

Biaya Pengobatan Tak Ditanggung BPJS, Keluarga Mahasiswa Korban Pembacokan Buka Donasi

Regional
Wakil Ketua DPRD Jabar: Kolam Renang Pribadi Penting untuk Ridwan Kamil

Wakil Ketua DPRD Jabar: Kolam Renang Pribadi Penting untuk Ridwan Kamil

Regional
Ketika Grup Kasidah dan Paduan Suara Gereja Berkolaborasi di Pesparani Katolik Papua

Ketika Grup Kasidah dan Paduan Suara Gereja Berkolaborasi di Pesparani Katolik Papua

Regional
BMKG: Tercatat 28 Kali Gempa Susulan, Warga Diimbau Waspada Bangunan Retak dan Rusak

BMKG: Tercatat 28 Kali Gempa Susulan, Warga Diimbau Waspada Bangunan Retak dan Rusak

Regional
Warga Ungkap Perilaku Pasutri Terduga Teroris Cianjur sebelum Ditangkap

Warga Ungkap Perilaku Pasutri Terduga Teroris Cianjur sebelum Ditangkap

Regional
28 Kali Gempa Susulan Guncang Maluku Utara Pasca-gempa Magnitudo 7,1

28 Kali Gempa Susulan Guncang Maluku Utara Pasca-gempa Magnitudo 7,1

Regional
Fakta Para Calon Kades Sediakan 'Doorprize' Mobil hingga Umrah, Kalau Kalah Dikembalikan ke Diler

Fakta Para Calon Kades Sediakan "Doorprize" Mobil hingga Umrah, Kalau Kalah Dikembalikan ke Diler

Regional
Fakta Upacara Piodalan di Bantul 'Dibubarkan' Warga: Umat Hindu Butuh Rumah Ibadah

Fakta Upacara Piodalan di Bantul "Dibubarkan" Warga: Umat Hindu Butuh Rumah Ibadah

Regional
Ini Penyebab Gempa Magnitudo 7,1 di Maluku Utara

Ini Penyebab Gempa Magnitudo 7,1 di Maluku Utara

Regional
4 Fakta Gempa Bumi M 7,1 di Maluku Utara, Tsunami 10 Cm hingga 19 Kali Gempa Susulan

4 Fakta Gempa Bumi M 7,1 di Maluku Utara, Tsunami 10 Cm hingga 19 Kali Gempa Susulan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Calon Kades Sediakan 'Doorprize' Mobil | Acara Piodalan 'Dibubarkan' Warga

[POPULER NUSANTARA] Calon Kades Sediakan "Doorprize" Mobil | Acara Piodalan "Dibubarkan" Warga

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X