Kompas.com - 03/07/2013, 04:52 WIB
Demonstrasi karyawan RSMM, Selasa (2/7/2013). Demonstrasi karyawan RSMM, Selasa (2/7/2013).
|
EditorPalupi Annisa Auliani
TIMIKA, KOMPAS.com — Prihatin dengan kondisi dan masa depan Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Timika, ratusan karyawan yang tergabung dalam Pengurus Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) RSMM menggelar unjuk rasa di Kantor Bupati Mimika di Satuan Pemukiman 3 (SP-3), Distrik Kuala Kencana, Selasa (2/7/2013) siang. Mereka menuntut perbaikan fasilitas dan kejelasan masa depan rumah sakit.

Dalam orasinya, Ketua PUK-SPSI RSMM, Maria Kotorok, mendesak agar Bupati Mimika melakukan intervensi langsung terhadap persoalan yang berlangsung di RSMM. "Bupati Mimika selaku pimpinan tertinggi di Kabupaten Mimika seharusnya bisa mempertemukan semua stakeholder RSMM," tegas dia.

Para pihak terkait rumah sakit ini, sebut Maria, adalah PT Freeport Indonesia (PTFI), Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme Kamoro (LPMAK), Yayasan Caritas, dan Manajemen RSMM. "Bupati juga harus bisa mendesak PTFI untuk serius memperhatikan RSMM sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan kepada warga asli setempat," imbuh Maria.

Para pengunjuk rasa mendesak bertemu langsung dengan Bupati Mimika, Abdul Muis. Namun, karena Bupati tidak berada di tempat, para pengunjuk rasa hanya diterima Asisten IV Sekda Mimika, Erens Meokbun, didampingi Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Mimika, Dionisius Mameyau.

Ditemui terpisah usai mengelar unjuk rasa, kepada Kompas.com, Maria menyampaikan bahwa Asisten IV Sekda Mimika berjanji mengagendakan pertemuan dengan Bupati Mimika. Tetapi, kata dia, pertemuan tidak dapat dipastikan hingga dua hari ke depan.

RSMM, kata Maria, adalah rumah sakit pertama di Papua dan Papua Barat yang telah terakreditasi. Tetapi, dalam praktiknya, masih banyak kekurangan di RSMM. Kekurangan itu, sebut Maria, antara lain, tak adanya privasi pasien karena dalam satu ruangan ada dua sampai tiga dokter yang menangani pasien dalam waktu bersamaan.

Belum lagi, ujar Maria, kapasitas rumah sakit juga tak mencukupi pemberian layanan untuk pasien. "Tak jarang (pasien) harus dirawat di lorong yang disekat. Bahkan, karena tingginya antrean, pasien rawat inap yang belum sembuh betul diminta untuk rawat jalan dan masih banyak lagi peralatan rumah sakit yang seharusnya sudah diperbarui," papar dia.

Dengan kondisi sekarang ini, menurut Maria, RSMM tidak membuat orang menjadi sembuh, tetapi justru sebaliknya. Selain itu, menurut Maria, pihaknya mendesak PTFI membubarkan Social Outreach and Local Development Department (SLD) karena dianggap sebagai tempat orang-orang yang memproyekkan RSMM. Maria juga mendesak dilakukan audit kepada SLD selalu penyalur dana 1 persen, LPMAK selaku pengelola dana 1 persen, Yayasan Caritas, dan Manajemen RSMM.

Aksi unjuk rasa, kata Maria, akan terus dilakukan hingga tuntutan perbaikan fasilitas dan kejelasan masa depan rumah sakit terpenuhi. "RSMM dibangun dari dana 1 persen PTFI untuk 7 suku yang dikelola LPMAK, merupakan representasi imbal balik perusahaan terhadap eksploitasi alam Papua. Karenanya, PT Freeport Indonesia harus bertanggung jawab untuk kelangsungan rumah sakit ini," tegasnya.

Informasi yang dihimpun Kompas.com, para pekerja yang tergabung dalam PUK-SPSI RSMM kembali menggelar aksi keprihatinan setelah mengetahui uang pembayaran gaji karyawan RSMM dalam 2 bulan terakhir bersumber dari pinjaman di Keuskupan Timika. Sebelumnya, pada September 2012 lalu, karyawan sempat menggelar mogok kerja menuntut perbaikan kesejahteraan karyawan, perbaikan fasilitas RS, dan mempertanyakan kelangsungan masa depan RS.

Aksi mogok hanya berlangsung beberapa hari setelah pihak LPMAK dan Yayasan Caritas menyampaikan kesanggupan untuk memberikan perbaikan dengan membangun dua gedung baru dan menaikkan upah karyawan RS. Rumah sakit ini merupakan rumah sakit swasta yang dikelola oleh Yayasan Caritas yang menjadi rujukan dari sejumlah rumah sakit di Kabupaten Mimika dan sejumlah Kabupaten lain di Provinsi Papua. RSMM merupakan rumah sakit di Papua dan Papua Barat yang berstatus terakreditasi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Regional
PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

Regional
Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Regional
Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X