Kompas.com - 21/06/2013, 06:58 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani

MAGELANG, KOMPAS.com — Meskipun kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) belum berlaku, sejumlah awak angkutan di Kota Magelang, Jawa Tengah, sudah mulai pasang kuda-kuda. Saat ini mereka mengusulkan kenaikan tarif angkot kepada pemerintah setempat.

"Setelah harga BBM ditentukan, rencananya tarif angkot akan dinaikkan sebesar Rp 500-Rp 1.000 atau sebesar 20 persen dari tarif sebelumnya," ujar Darsono, Ketua Forum Komunikasi Awak Angkutan Kota Magelang (Forkam), Kamis (20/6/2013).

Darsono mengakui bahwa usaha untuk menerapkan tarif baru ini akan mengurangi jumlah penumpang. Namun, antisipasi itu merupakan jalan terakhir, sebab para sopir tidak mungkin menurunkan biaya operasional. "Tidak mungkin mengurangi jumlah konsumsi BBM," ungkapnya.

Kendati demikian, tarif baru angkot baru akan diberlakukan setelah ada keputusan tetap dari Pemkot Magelang. Dia menyebutkan, semula tarif tiap jalur Rp 2.000 sampai Rp 2.500 untuk umum dan Rp 1.000 sampai Rp 1.500 untuk pelajar.

Sementara itu, Kepala Seksi Angkutan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Magelang Noor Singgih mengatakan, sejauh ini instansinya belum menerima pemberitahuan terkait rencana kenaikan tarif baru. Namun, dia mengaku telah berkoordinasi dengan Dishub Kabupaten Magelang yang telah menyepakati kenaikan tarif sebesar 25 persen. "Itu akan jadi gambaran kami untuk melangkah ke depan menyikapi kebijakan pemerintah pusat soal BBM ini," katanya.

Terkait penerapan tarif baru di Kota Magelang, lanjut Singgih, hal itu akan melibatkan Organda, Forkam, dan Ketua Kopata Magelang untuk berembuk. Dia pun tak menampik bahwa kenaikan tarif angkot akan semakin menurunkan peminat angkutan umum ini.

Akan tetapi, Singgih juga sependapat dengan para sopir angkot bahwa risiko penurunan penumpang ini lebih ringan dibandingkan jika para sopir itu harus menanggung kerugian karena penambahan biaya operasional. Saat ini terdata ada 335 angkot beroperasi di Kota Magelang.

Singgih mengatakan, dalam perhitungannya, instansinya mendapatkan data bahwa pada 2012 sudah terjadi penurunan jumlah penumpang angkot sebesar 30-40 persen. "Ditambah kenaikan tarif dan BBM ini, diperkirakan jumlah penumpang akan semakin menurun," ujar dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

    Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

    Regional
    Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

    Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

    Regional
    Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

    Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

    Regional
    Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

    Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

    Regional
    Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

    Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

    Regional
    BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

    BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

    Regional
    Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

    Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

    Regional
    Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

    Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

    Regional
    Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

    Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

    Regional
    Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

    Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

    Regional
    Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

    Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

    Regional
    KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

    KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

    Regional
    Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

    Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

    Regional
    Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

    Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

    Regional
    Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

    Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

    Regional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.