Caleg Meninggal Masih Terdaftar di DCS

Kompas.com - 14/06/2013, 15:30 WIB
|
EditorFarid Assifa

KENDAL, KOMPAS.com — Calon anggota legislatif asal Partai Bulan Bintang (PBB), Mochamad Fuadi Hisyam, masuk ke daftar calon sementara (DCS) yang dikeluarkan oleh KPU Kendal, Jawa Tengah. Padahal, caleg dari daerah pemilihan 5 yang meliputi Kecamatan Weleri, Gemuh, dan Ringinarum tersebut sudah meninggal dunia.

Ketua KPU Kendal, Abdullah Sachur, mengatakan, masih munculnya Hisyam dalam DCS DPRD Kendal ialah karena pihaknya belum menerima surat keterangan kematian dari PBB sehingga sesuai mekanisme, nama Hisyam tetap harus dimunculkan dalam DCS.

"Sebenarnya, kami sudah tahu kalau Hisyam sudah meninggal dunia sebelum DCS diumumkan. Namun, sesuai mekanisme, kami harus menerima dulu surat kematian dari PBB," kata Sachur, Jumat (14/6/2013).

Sachur menjelaskan, meskipun sudah masuk ke DCS, Hisyam nanti bisa diganti atas usulan partai sehingga dalam penetapan calon nanti, namanya sudah tidak ada lagi dan yang muncul calon lain.

"Itu wewenang partai, siapa yang akan mengganti Hisyam," ujarnya.

Sachur menambahkan, DCS yang dimunculkan oleh KPUD semuanya ada 435 orang. Dia juga mencoret 16 caleg dari Partai Demokrat karena tidak memenuhi syarat, seperti ijazahnya tidak dilegalisasi. Padahal, KPUD sudah memberi waktu untuk melengkapi persyaratan yang kurang hingga 22 Mei lalu.

"Selain itu, ada 14 kepala desa yang menjadi caleg dan masuk DCS, tetapi surat pengunduran diri mereka masih berupa surat keterangan. Padahal, surat itu harus asli dan dikeluarkan oleh pemerintah kabupaten," akunya.

Untuk itu, mulai tanggal 26 Juli hingga 1 Agustus, kades yang menjadi caleg harus bisa melampirkan surat pengunduran diri. Jika tidak, namanya akan dicoret dalam daftar calon tetap (DCT).

"Kalau kuota 30 persen caleg berasal dari perempuan, itu sudah terpenuhi," tambahnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengakuan Pasien Covid-19 yang Sembuh : Corona Tak Hanya Kematian, tapi Ada Kehidupan di Dalamnya

Pengakuan Pasien Covid-19 yang Sembuh : Corona Tak Hanya Kematian, tapi Ada Kehidupan di Dalamnya

Regional
Bukannya Kabur Saat Dipergoki Polisi, Belasan Pembalak Liar Malah Santai

Bukannya Kabur Saat Dipergoki Polisi, Belasan Pembalak Liar Malah Santai

Regional
120 Boks Masker di Dinkes Cilegon Hilang Dicuri, Pelakunya PNS dan Honorer di Dinkes

120 Boks Masker di Dinkes Cilegon Hilang Dicuri, Pelakunya PNS dan Honorer di Dinkes

Regional
Saat Akan Ditangkap, Pelaku Ini Kelabui Polisi dengan Alasan Buang Air Kecil Lalu Melarikan Diri

Saat Akan Ditangkap, Pelaku Ini Kelabui Polisi dengan Alasan Buang Air Kecil Lalu Melarikan Diri

Regional
Enam Hari Diselidiki,  Kapal Pengangkut Kayu Ilegal Berhasil Ditangkap di Riau

Enam Hari Diselidiki, Kapal Pengangkut Kayu Ilegal Berhasil Ditangkap di Riau

Regional
Update Tracing Pelatihan Petugas Haji di Surabaya: 11 Orang Positif Covid-19, 1 Meninggal

Update Tracing Pelatihan Petugas Haji di Surabaya: 11 Orang Positif Covid-19, 1 Meninggal

Regional
Elemen Sipil Sebut Jam Malam Timbulkan Trauma Masa Konflik Aceh

Elemen Sipil Sebut Jam Malam Timbulkan Trauma Masa Konflik Aceh

Regional
Tiba di Solo, Pemudik Dijemput Bus Menuju Tempat Karantina

Tiba di Solo, Pemudik Dijemput Bus Menuju Tempat Karantina

Regional
Kronologi Puluhan Warga Kampung Hadang Polisi Setelah Pergoki Belasan Pembalak Liar

Kronologi Puluhan Warga Kampung Hadang Polisi Setelah Pergoki Belasan Pembalak Liar

Regional
Komunitas Kopi Jabar Bagikan 1.000 Botol Kopi ke Tenaga Medis Covid-19

Komunitas Kopi Jabar Bagikan 1.000 Botol Kopi ke Tenaga Medis Covid-19

Regional
Data Covid-19 Pemprov Sumbar Beda dengan Nasional

Data Covid-19 Pemprov Sumbar Beda dengan Nasional

Regional
Wali Kota Tasikmalaya Larang RW Tarik Pungutan Semprot Disinfektan ke Warga

Wali Kota Tasikmalaya Larang RW Tarik Pungutan Semprot Disinfektan ke Warga

Regional
Kesal Tak Diberi Uang untuk Beli Motor, Pemuda di Cianjur Bakar Rumah Orangtuanya

Kesal Tak Diberi Uang untuk Beli Motor, Pemuda di Cianjur Bakar Rumah Orangtuanya

Regional
Bantah Nikahi Anak 7 Tahun, Syekh Puji: Ada Skenario Permintaan Uang Rp 35 M dan Ancaman

Bantah Nikahi Anak 7 Tahun, Syekh Puji: Ada Skenario Permintaan Uang Rp 35 M dan Ancaman

Regional
Pergoki Pembalak Liar, Polisi Malah Dihadang Puluhan Warga Kampung

Pergoki Pembalak Liar, Polisi Malah Dihadang Puluhan Warga Kampung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X