NEWS
Salin Artikel

Gerobak Penyambung Harapan, Cara Dosen Unnes Bantu Mahasiswanya Bertahan Hidup

Dosen Jurusan Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Semarang (Unnes) ini sampai bergerak untuk membantu kesulitan mahasiswanya.

Namun, Andy punya cara yang berbeda dalam membantu mahasiswanya. Dia menyiapkan gerobak agar mereka yang butuh tambahan uang bisa bekerja.

Di rumah Andy, tampak ada tiga gerobak bakso yang bisa dimanfaatkan mahasiswa Unnes untuk mencari uang.

Sejak tahun 2019, Andy telah memfasilitasi sejumlah mahasiswa Unnes yang membutuhkan biaya tambahan untuk kelangsungan hidupnya dengan berwirausaha.

Motivasi Andy dalam memfasilitasi mahasiswanya itu tidak lain adalah ingin membantu mereka yang kurang dalam ekonomi, serta ingin menyelamatkan kelangsungan hidupnya.

"Karena tidak mungkin jika saya langsung ngasih mereka dengan uang cash. Lantas hal itu juga tidak menyelesaikan masalah," tutur Andy kepada Kompas.com, Minggu (20/3/2022).

Apalagi, imbuh Andy, tidak sedikit dari mereka yang sudah tidak mendapat kiriman dari orangtuanya, karena sedang dalam keadaan sulit.

Selain itu, Andy juga menuturka, tidak pernah menutup lapak jualannya, meskipun terimbas rugi.

"Misal ditutup, pertimbangan saya adalah saya belum punya titik lain yang bisa menggantikan agar mereka tetap bekerja," ucap Andy.


Meski begitu, lapak jualan milik Andy ini dinilai memilki kelebihan, pun kekurangan.

Salah satu kelebihannya, selain bisa belajar berbisnis dan berwirausaha, mahasiswa menjadi sedikit terbantu dengan hasil kerja keras mereka menjajakan dagangannya.

Sayangnya, konsistensi orang yang menjual terkadang membuat pelanggan kebingungan.

Pasalnya, kalangan mahasiswa juga masih memiliki kesibukan untuk berorganisasi hingga kegiatan kampus lainnya.

"Jadi, ketika mereka izin dan konfirmasi jam segini belum bisa, saya yang menggantikan mereka berjualan," jelas Andy.

Hingga saat ini, terhitung 14 mahasiswa yang mendapat fasilitas dari Andy untuk berwirausaha.

Mulai dari yang mengelola gerobak bakso bakar, menata sosis dan barang sejenis, pengelola gerobak es tebu dan corn dog, hingga kafe di sebelah rumahnya, tepatnya di Patemon, Gunungpati, Semarang.

Mereka bekerja secara shifting atau paruh waktu. Untuk gerobak bakso bakar, beroperasi pada sore pukul 16.00 WIB hingga 23.00 WIB.

Ada tiga titik penjualan lapak bakso bakar, di SD N 1 Sekaran, jembatan dekat Rusunawa Unnes, dan Sampangan.

"Kalau corn dog di satu titik dekat Gang Cempaka. Kalau es tebu, untuk saat ini karena cuaca hujan terus jadi kita menyesuaikan," jelas Andy.

Gerobak penyambung hidup

Gerobak, tusukan bakso sosis, kompor, bumbu, kursi, hingga payung besar telah selesai dibereskan rapi dalam satu motor yang sudah tak berspion.

Wahib, seorang mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris tingkat akhir asal Kebumen.

Laki-laki itu bertopi, mengenakan kaus dan celana sederhana ini sudah bersiap untuk tancap gas ke titik jualannya, di depan SD N 1 Sekaran.

Sebelum berangkat membawa gerobak motor bertuliskan "Endesss" itu, dia sempat berbagi cerita kepada Kompas.com tentang motivasinya memilih untuk berjualan bakso bakar.

Konon katanya, dia yang paling lama ikut berjualan bakso bakar dengan fasilitas dari Andy.


Sejak Sekolah Menengah Atas (SMA), Wahib harus menanggung beban hidup sendiri.

Bahkan, dia berangkat menimba ilmu ke Unnes dibiayai oleh guru Bimbingan Konseling (BK) SMA-nya.

Atas dasar itu, Wahib tidak bisa berhenti memutar otak. Segala usaha telah dia ikuti, alhasil, bertemulah dia dengan Andy.

"Dulu sebelum sama Pak Andy memang sudah sering kerja parttime. Tapi paling enak memang sama beliau. Santai, malah dianggap kayak anak sendiri," ucap mahasiswa Unnes itu.

Andy mengungkapkan, hasil pendapatan dalam sehari bisa dibilang cukup untuk makan sehari.

Meskipun, pendapatan setiap harinya tidak menentu, sesuai cuaca dan keadaan.

"Kadang bisa bawa uang bersih Rp 100.000, kadang kalau sepi Rp 30.000, Rp 40.000, ya segitu lah. Cukup nggak cukup, ya dicukup-cukupin," jelas Wahib.

Mau tidak mau, Wahib harus berusaha agar bisa bertahan hidup di Semarang dan menyelesaikan tugas akhirnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Tama, pemuda lulusan SMAN 12 Semarang.

Dia merantau dari Pemalang untuk bisa berkuliah di jurusan Geografi Unnes.

Namun, kegagalan bertubi-tubi harus dia terima dari tes SNMPTN sampai SBMPTN.

Saat ini, sembari menjadi takmir masjid, Tama memilih berjualan bakso bakar untuk menyambung hidupnya di Semarang.

"Walaupun masih diberi uang saku orangtua, tapi saya ingin belajar mandiri, belajar bekerja keras juga," ucap Tama.

Di samping itu, dia juga ingin memutus stigma masyarakat bahwa tidak semua anak muda zaman sekarang tidak mau berjualan bakso bakar sepertinya.

"Soalnya kebanyakan pada gengsi mau jualan seperti ini. Kalau saya nurutin gengsi, nanti nggak bisa dapat uang," kata dia.

Dengan semangat yang membara, Tama bersiap dan berangkat menuju titik jualannya di jembatan dekat Rusunawa Unnes.

https://regional.kompas.com/read/2022/03/21/090052478/gerobak-penyambung-harapan-cara-dosen-unnes-bantu-mahasiswanya-bertahan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bandar Lampung Segera Bangun 3 Hotel Baru, Wali Kota Eva: Dampak Positif dari Peningkatan Bisnis Penginapan

Bandar Lampung Segera Bangun 3 Hotel Baru, Wali Kota Eva: Dampak Positif dari Peningkatan Bisnis Penginapan

Regional
Jelang HUT Ke-77 RI, Wali Kota Madiun Bagikan 5.000 Bendera Merah Putih Gratis

Jelang HUT Ke-77 RI, Wali Kota Madiun Bagikan 5.000 Bendera Merah Putih Gratis

Regional
Jaga Keselamatan Petani, Bupati Arief Sepakat Perangi Hama Tikus Tanpa Jebakan Listrik

Jaga Keselamatan Petani, Bupati Arief Sepakat Perangi Hama Tikus Tanpa Jebakan Listrik

Regional
Awalnya Dipenuhi Sampah, Desa Pandean Kini Jadi Salah Satu Desa Wisata Terbaik Se-Indonesia

Awalnya Dipenuhi Sampah, Desa Pandean Kini Jadi Salah Satu Desa Wisata Terbaik Se-Indonesia

Regional
Gubernur Syamsuar Ungkap Dampak Positif Kebijakan Gas dan Rem Penanganan Covid-19 di Riau

Gubernur Syamsuar Ungkap Dampak Positif Kebijakan Gas dan Rem Penanganan Covid-19 di Riau

Regional
Trenggalek Gelar Festival Jaranan Ke-26, Wabup Syah Natanegara Ungkap Harapannya

Trenggalek Gelar Festival Jaranan Ke-26, Wabup Syah Natanegara Ungkap Harapannya

Regional
Resmikan Mall Vaksinasi Covid-19, Gubernur Syamsuar Harap Kesadaran Vaksin Masyarakat Riau Meningkat

Resmikan Mall Vaksinasi Covid-19, Gubernur Syamsuar Harap Kesadaran Vaksin Masyarakat Riau Meningkat

Regional
Kunker ke Unnes, Bupati Arief Ajak Rektor Fathur Diskusi Pembangunan di Blora

Kunker ke Unnes, Bupati Arief Ajak Rektor Fathur Diskusi Pembangunan di Blora

Regional
Walkot Makassar Dapat Banyak Pujian dari Mendagri, Apa Penyebabnya?

Walkot Makassar Dapat Banyak Pujian dari Mendagri, Apa Penyebabnya?

Regional
Mulai Bangkit, PAD Sektor Pariwisata Trenggalek Capai Rp 4,2 Miliar

Mulai Bangkit, PAD Sektor Pariwisata Trenggalek Capai Rp 4,2 Miliar

Regional
Wujudkan Wonogiri Zero Stunting, Bupati Jekek Minta Komitmen Bersama Semua Pihak

Wujudkan Wonogiri Zero Stunting, Bupati Jekek Minta Komitmen Bersama Semua Pihak

Regional
Dinilai Tingkatkan Kompetensi ASN, Khofifah Diangkat Jadi Widyaiswara Kehormatan

Dinilai Tingkatkan Kompetensi ASN, Khofifah Diangkat Jadi Widyaiswara Kehormatan

Regional
Wujudkan Kesehatan Masyarakat Tulang Bawang, Dompet Dhuafa Resmikan RS Griya Medika

Wujudkan Kesehatan Masyarakat Tulang Bawang, Dompet Dhuafa Resmikan RS Griya Medika

Regional
Makassar Jadi Tuan Rumah APEKSI 2023, Walkot Danny: Kami Sangat Siap

Makassar Jadi Tuan Rumah APEKSI 2023, Walkot Danny: Kami Sangat Siap

Regional
Bupati Arief Luncurkan Program Dashat untuk Tekan Angka Stunting di Blora

Bupati Arief Luncurkan Program Dashat untuk Tekan Angka Stunting di Blora

Regional
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.