NEWS
Salin Artikel

Heboh Dugaan Penyelundupan Nibung ke Malaysia, Ini Langkah Nelayan Bagan Sebatik

NUNUKAN, KOMPAS.com – Dugaan penyelundupan kayu nibung ke Indera Sabah, Malaysia, menimbulkan gejolak di kalangan nelayan bagan di Pulau Sebatik Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara.

Bagaimana tidak, kelangkaan kayu nibung, memiliki imbas langsung bagi perekonomian dan eksistensi teri ambalat yang selama ini menjadi komoditi ekspor andalan sektor perikanan dari Pulau perbatasan RI–Malaysia ini.

Dampaknya bahkan langsung dirasakan para nelayan bagan.

Awal 2022, harga teri ambalat anjlok di harga Rp 73.500 per kilogram atau RM 21, dari harga normal Rp 105.000 per kilogram atau RM 30.

Kayu nibung kian sulit didapat sehingga nelayan kesulitan untuk melakukan perbaikan bagian bagan yang rusak.

Mencegah dan meminimalisir aktifitas penyelundupan illegal kayu nibung ke Malaysia, para nelayan bersama penjual nibung serta instansi keamanan di Pulau Sebatik, melakukan rapat dan sepakat untuk menghentikan sama sekali aktivitas penjualan ilegal ke Malaysia.

"Para nelayan bagan bersama penjual kayu nibung, aparatur desa dan aparat keamanan di tapal batas negeri sepakat bahwa kayu nibung hanya boleh dijual secara lokal dalam negeri," ujar Kades Tanjung Karang Sebatik, Faisal, saat dihubungi, Selasa (1/2/2022).

Rapat digelar di Balai Desa Tanjung Karang, Sebatik, dengan pertimbangan mayoritas nelayan Bagan berdomisili di wilayah ini.

Sejumlah solusi disepakati, antara lain, pengambilan kayu nibung dilakukan sesuai dengan kebutuhan.

Karena begitu kayu nibung ditebang, dia akan butuh waktu tumbuh sampai puluhan tahun kemudian.

Dalam beberapa bulan terakhir, harga kayu nibung yang mengacu pada Ringgit Malaysia, juga harus kembali ke harga awal dan bisa ditawar sesuai harga yang disepakati saat pembelian.

"Diperbolehkan ada perjanjian/kontrak kerja sesuai dengan negosiasi kedua belah pihak. Permintaan kayu nibung dan penawaran harga, harus seimbang dan sesuai kualitas. Semua juga telah sepakat, jika perjanjian tersebut dilanggar, maka membawanya ke ranah hukum sangat dianjurkan," tegas Faisal.

Selama ini, para penjual kayu nibung selalu beralasan akan membawa kayu tersebut untuk nelayan bagan lokal ketika mereka berpapasan dengan aparat kemanan di tengah laut.


Begitu aparat berlalu dan mereka sampai di perairan perbatasan RI–Malaysia, mereka langsung menyimpan kayu kayu nibung yang ternyata pesanan warga Malaysia tersebut di pinggiran sungai.

Mereka meninggalkan kayu yang telah diikat sesuai jumlah pesanan begitu saja, setelah memberi tahukan koordinat lokasi penyimpanan.

Para penjual kayu nibung menebang pohon di wilayah Sebaung dan dijual dengan harga sekitar 15.000 ringgit Malaysia per pasang, atau sekitar Rp 52.500.000 dalam kurs Rp 3.500 per RM 1.

Harga ini jauh lebih tinggi dibanding pasaran lokal yang biasanya hanya dibanderol Rp 21 juta atau RM 6.000.

Satuan jumlah kayu nibung dihitung per pasang, sepasangnya ada 100 batang pohon.

Jumlah tersebut adalah batang yang diperlukan untuk membangun 1 pondok bagan.

Butuh keseriusan pemerintah dan aparat

Sejumlah anggota DPRD Nunukan juga sudah menyuarakan agar pengiriman ilegal kayu nibung ke Malaysia disikapi serius.

Wakil Ketua DPRD Nunukan Burhanuddin mengatakan, pemerintah dan aparat keamanan di perbatasan RI–Malaysia wajib memandang dugaan penyelundupan ini sebagai perkara penting karena berpotensi ancaman nelayan lokal kehilangan sumber mata pencaharian dan anjloknya ekonomi di perbatasan.

"Kami harus memahami nibung adalah salah satu Sumber Daya Alam (SDA) yang diperbaharui. Artinya, ketika kami ambil terus, akan ada kelangkaan, itu catatan penting," ujar dia.

Burhan mengatakan, semua menginginkan keberadaan SDA seperti kayu nibung ini, dimanfaatkan dan digunakan sebesar besarnya untuk kemakmuran masyarakat.

"Yang jadi permasalahan, adalah ketika kemudian nibung dibawa keluar secara ilegal, memang butuh ada tindakan tegas dari pemerintah, kemudian memblok semua nibung yang mau keluar ke Malaysia," ujar dia.

Burhan juga mengaku sudah turun ke kalangan nelayan bagan di Sebatik. Mereka mengeluhkan saat ini keberadaan kayu nibung cukup sulit didapat.

Kalau biasanya mereka bisa menebang yang di pinggiran sungai, kini mereka harus menuju lokasi sangat jauh untuk mendapatkan kayu nibung.


Belum lagi, standar harga kayu nibung, saat ini dibanderol dengan patokan harga Ringgit Malaysia akibat dugaan masifnya penyelundupan kayu nibung ke Malaysia.

"Perlu ditindak tegas. Perlu perhatian khusus juga, apalagi kondisi pengambilan nibung sudah sangat jauh," ujar Burhan.

Senada dengan Burhanuddin, anggota DPRD Nunukan Andre Pratama bahkan mempertanyakan sikap aparat keamanan yang seakan melakukan pembiaran atas masalah ini.

Andre mengatakan, Zona Maritim Tawau Malaysia mengamankan kayu nibung asal Kabupaten Nunukan sebanyak 100 pasang di 0.17 mil laut timur muara Sungai Indera Sabah pada 18 Januari 2022.

Kayu senilai RM 15.000 atau setara dengan Rp 52.500.000 tersebut ditemukan Zona Maritim, di pinggir sungai.

"Maksud kami, penyelundupan kayu nibung ini nyata dan buktinya diamankan aparat Malaysia. Kenapa aparat kita tidak menangkap juga," sesal dia.

https://regional.kompas.com/read/2022/02/01/181337278/heboh-dugaan-penyelundupan-nibung-ke-malaysia-ini-langkah-nelayan-bagan

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Agendakan Jumat Bersih, OPD Kolaka Timur dan Berbagai Pihak Kompak Bersihkan Kelurahan Rate-rate

Agendakan Jumat Bersih, OPD Kolaka Timur dan Berbagai Pihak Kompak Bersihkan Kelurahan Rate-rate

Regional
Pemkab Banyuwangi Bakal Rekonstruksi 36 Jembatan pada 2023, Bupati Ipuk Minta Warga Dilibatkan

Pemkab Banyuwangi Bakal Rekonstruksi 36 Jembatan pada 2023, Bupati Ipuk Minta Warga Dilibatkan

Regional
NTP Riau Naik 5,64 Persen Per November 2022, Gubri: Semoga Terus Meningkat

NTP Riau Naik 5,64 Persen Per November 2022, Gubri: Semoga Terus Meningkat

Regional
Targetkan Stunting di Bawah 14 Persen pada 2024, Bupati Ipuk Sambangi Pelosok-pelosok Desa

Targetkan Stunting di Bawah 14 Persen pada 2024, Bupati Ipuk Sambangi Pelosok-pelosok Desa

Regional
Dapat Suntikan Dana dari Pemprov Sulsel, Bandara Arung Palakka Kembali Beroperasi untuk Masyarakat Bone

Dapat Suntikan Dana dari Pemprov Sulsel, Bandara Arung Palakka Kembali Beroperasi untuk Masyarakat Bone

Regional
Pembangunan Desa di Riau Terus Dilakukan, Gubri Dapat Apresiasi dari Wamendesa PDTT

Pembangunan Desa di Riau Terus Dilakukan, Gubri Dapat Apresiasi dari Wamendesa PDTT

Regional
Ganjar Ajak Sekolah Kreatif Giatkan Pendidikan Antikorupsi

Ganjar Ajak Sekolah Kreatif Giatkan Pendidikan Antikorupsi

Regional
Degan Jelly, Produk Rumahan yang Jadi Primadona di Banyuwangi

Degan Jelly, Produk Rumahan yang Jadi Primadona di Banyuwangi

Regional
Permudah Pencari dan Pemberi Kerja di Medan, Walkot Bobby Luncurkan Aplikasi Siduta

Permudah Pencari dan Pemberi Kerja di Medan, Walkot Bobby Luncurkan Aplikasi Siduta

Regional
Riau Jadi Daerah Penghasil Sawit Terbesar, Gubri Minta BPDPKS Lebih Transparan soal Pengelolaan Dana Sawit

Riau Jadi Daerah Penghasil Sawit Terbesar, Gubri Minta BPDPKS Lebih Transparan soal Pengelolaan Dana Sawit

Regional
'T-Rex' yang Bermain di Tambang Pasir Ilegal di Klaten?

"T-Rex" yang Bermain di Tambang Pasir Ilegal di Klaten?

Regional
Perempuan Kuat, Perempuan Bersemangat

Perempuan Kuat, Perempuan Bersemangat

Regional
Tingkatkan Produksi Pertanian, Pemprov Sulsel Salurkan 2.500 Ton Benih untuk 100.000 Ha Lahan

Tingkatkan Produksi Pertanian, Pemprov Sulsel Salurkan 2.500 Ton Benih untuk 100.000 Ha Lahan

Regional
Wujudkan Medan Berkah, Maju, dan Kondusif, Bobby Ajak Seluruh Elemen Kolaborasi Cegah Korupsi

Wujudkan Medan Berkah, Maju, dan Kondusif, Bobby Ajak Seluruh Elemen Kolaborasi Cegah Korupsi

Regional
Pemprov Riau Serahkan Bantuan Korban Gempa Cianjur Rp 676,9 Juta ke Bupati Herman Suherman

Pemprov Riau Serahkan Bantuan Korban Gempa Cianjur Rp 676,9 Juta ke Bupati Herman Suherman

Regional
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.