NEWS
Salin Artikel

Polisi Gadungan Perkosa Ibu Rumah Tangga, Sempat Ancam Tembak Korban

Agar korbannya tidak melawan, MR berpura-pura menjadi polisi sempat mengancam akan menembak.

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Kepolisian Resor Nunukan Iptu Khoirul Anam mengatakan, pemerkosaan ini terjadi pada 9 Oktober 2021 dini hari.

"Korban berjalan kaki sendirian dari arah Pasar Baru menuju Pasar Malam, dia melewati segerombolan anak muda yang berjumlah kurang lebih tujuh orang," kata Khoirul, Rabu (13/10/2021).

Saat itu MR memanggil korban dan menawarkan diri untuk mengantarnya pulang.

Mendengar panggilan tersebut, korban menghampiri. MR kemudian langsung mengaku sebagai anggota Polda Kaltara demi mendapat kepercayaan korban.

Merasa yang membantunya adalah polisi, dan saat itu sudah masuk dini hari, korban lalu naik ke sepeda motor MR.

Sementara teman-teman MR juga mengikuti dengan sepeda motor masing-masing.

"Namun bukannya mengantar pulang, korban malah di bawa menuju ke WC umum blok kafe pesisir. Korban disuruh turun dari sepeda motor lalu diajak bersetubuh oleh salah satu dari mereka yang diduga sebagai pelaku pemerkosaan," lanjutnya.

Saat itu, korban dengan tegas menolak permintaan tersebut dan memohon segera diantar pulang saja.

"Karena korban terus menerus menolak, pelaku membentak dengan mengatakan 'saya polisi Polda, kalau kamu tidak mau, nanti saya tembak betismu'. Setelah itu, korban diseret masuk ke WC umum dan terjadilah tindakan asusila. Sementara teman-teman pelaku menunggu di luar WC," kata Khoirul.


Usai memperkosa korban, pelaku dan teman-temannya pergi meninggalkan korban begitu saja.

Korban lalu pergi meninggalkan WC umum sembari menangis dan bertemu dengan orang lewat di sekitar pasar malam yang kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke Polisi.

Polisi lalu bergerak cepat dan berhasil mengamankan enam teman pelaku. Mereka adalah D, A, A, U, F dan A.

Semuanya mengakui pelaku dugaan tindakan asusila adalah MR.

Mereka juga membenarkan MR mengaku sebagai anggota Polda Kaltara saat melakukan aksinya.

Berbekal pengakuan tersebut, Polisi langsung menjemput MR di rumahnya.

"Hasil visum et repertum dokter RSUD Nunukan terhadap korban, benar terdapat tanda tanda bekas persenggamaan pada kemaluan korban," jelasnya.

MR yang kini sudah ditahan terancam dijerat Pasal 285 KUHP subsidair Pasal 289 KUHP. Dia bisa dipenjara paling lama selama 12 tahun.

https://regional.kompas.com/read/2021/10/13/144924478/polisi-gadungan-perkosa-ibu-rumah-tangga-sempat-ancam-tembak-korban

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Golkar Gelar Baksos di Salatiga, Jateng, Warga: Kami Sekarang Kenal Pak Airlangga

Golkar Gelar Baksos di Salatiga, Jateng, Warga: Kami Sekarang Kenal Pak Airlangga

Regional
Jan Ethes Raih Medali Emas Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Solo

Jan Ethes Raih Medali Emas Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Solo

Regional
Kuatkan Program Ketahanan Pangan, Dompet Dhuafa Hadirkan 'Sentra Padi Subang'

Kuatkan Program Ketahanan Pangan, Dompet Dhuafa Hadirkan "Sentra Padi Subang"

Regional
Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Regional
Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.