NEWS
Salin Artikel

8 Daerah Tunda Penerimaan CPNS, Sarjana Usia 35 Tahun: Ini Harapan Terakhir Wujudkan Cita-cita

Delapan daerah tersebut yaitu Kota Jambi, Kabupaten Kerinci, Merangin, Sarolangun, Bungo, Tebo, Batanghari, dan Kabupaten Tanjab Timur.

Sejumlah sarjana berusia 35 tahun yang mendengar putusan itu merasa kecewa.

Ini karena dalam aturan penerimaan CPNS, 35 tahun merupakan batas usia maksimal seseorang untuk mengikuti tes menjadi pegawai negeri.

"Tentu kecewa ya, karena ini harapan terakhir kita untuk mewujudkan mimpi menjadi pegawai negeri," kata Doni Arianto, guru honorer di salah satu sekolah di Jambi melalui pesan singkat, Minggu (27/6/2021).

Ia mengatakan ada banyak sarjana dari berbagai formasi yang usianya telah menginjak 35 tahun.

Dengan demikian, peluang untuk menjadi PNS sudah tertutup apabila pemerintah benar-benar menunda penerimaan CPNS dan PPPK.

Selain berharap pemerintah membuka penerimaan, Doni juga meminta pemerintah untuk tidak menerima PPPK dari kelompok guru honorer berdasarkan formasi, tapi data dapodik.

Dia berharap guru honorer yang telah terdata lebih dari tiga tahun, semua berhak ikut tes. Jika lulus, barulah ditempatkan sesuai jurusan atau formasi.

Alumni Universitas Jambi ini meminta pemerintah bijak dalam mengambil keputusan.

Setiap bulan dalam setahun selalu ada guru yang memasuki masa pensiun. Dampaknya, di berbagai sekolah, banyak guru mata pelajaran, yang mengajar di luar keahliannya.

Doni mencontohkan ada guru agama mengajar Bahasa Indonesia. Kemudian ditemukan juga guru olahraga mengajar matematika.

Selain Doni, ada Caca, sarjana yang akan menginjak usia 35 tahun pada Desember mendatang.

Sarjana Pertanian ini mengaku sudah 10 kali mengikuti tes CPNS di berbagai daerah, mulai dari ijazah SMA sampai sarjana. Namun, tak juga lulus.

"Tahun ini kesempatan terakhir. Kalau ditunda, tentu kami kehilangan kesempatan untuk menjadi PNS," kata Caca dengan nada sedih.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian Daerah, Ahmad Bestari mengatakan, penundaan dilakukan lantaran terkendala regulasi anggaran. \

Sebelumnya regulasi terkait dengan insentif PPPK yang diterima akan ditanggung oleh pemerintah pusat melalai Dana Alokasi Umum (DAU).

Namun, seiring berjalan waktu terjadi perubahan regulasi, di mana PPPK yang diterima akan dibebankan ke pemerintah daerah dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

Perubahan aturan ini menjadi pertimbangan sejumlah daerah di Provinsi Jambi untuk menunda penerimaan CPNS dan PPPK hingga tahun 2022.

Penerimaan CPNS pada level Pemprov Jambi berpeluang besar juga akan ditunda sampai 2022 mendatang.

Apabila ditotal, jumlah formasi untuk CPNS dan PPPK sekitar 11.000 formasi, terdiri dari 3.000-an formasi CPNS dan sisanya formasi PPPK.

Bestari mengatakan, ada dua daerah di Jambi yang masih tetap mempertimbangkan pelaksanaan penerimaan CPNS dan PPPK, yakni Pemerintah Kota Sungaipenuh dan Pemerintah Kabupaten Muarojambi.

https://regional.kompas.com/read/2021/06/27/174207878/8-daerah-tunda-penerimaan-cpns-sarjana-usia-35-tahun-ini-harapan-terakhir

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Regional
Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Regional
Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Regional
Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Regional
Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Regional
Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.