Salin Artikel

Artidjo Alkostar Dimakamkam di Makam UII Yogya, Ketua KPK: Berpesan Jaga Integritas

YOGYAKARTA,KOMPAS.com - Anggota Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Artidjo Alkostar dimakamkan di Makam Universitas Islam Indonesia (UII) Jalan Kaliurang Km 14,5 Ngemplak, Sleman. Makam ini masih satu kompleks dengan kampus terpadu Universitas Islam Indonesia (UII).

Jenazah Artidjo Alkostar terlebih dahulu disemayamkan di Auditorium Abdulkahar Muzakkir Universitas Islam Indonesia (UII). Hadir melayat dan memberikan penghormatan terakhir, Presiden Joko Widodo.

Kemudian nampak pula hadir antara lain Ketua KPK Firli Bahuri, Ketua Dewas KPK Tumpak Hatorangan Panggabean, Rektor UII Fathul Wahid, kolega maupun para mantan mahasiswa Artidjo Alkostar.

"Banyak semangat hidupnya yang kami petik. Yang pertama beliau selalu menekankan kepada adik-adiknya, murid-muridnya tentang pentingnya kejujuran," ujar Ari Yusuf Amir, perwakilan keluarga,dalam sambutan di Auditorium Abdulkahar Muzakkir Universitas Islam Indonesia (UII), Senin (1/3/2021).

Ari Yusuf menyampaikan pelajaran kedua yang dipetik dari Artidjo Alkostar adalah agar tidak perlu takut menyuarakan kebenaran. Sebagai seorang aktivis, kebenaran haruslah terus diperjuangkan.

"Selalu beliau katakan kepada kami, kebenaran itu adalah kemuliaan yang hadir dalam hidup kita. Ketiga, beliau menunjukkan konsistensi kehidupan, antara apa yang diucapkan dan dilakukan," tegasnya.

Artidjo Alkostar hidup dalam kesederhanaan yang ditunjukkan dalam kehidupan sehari-harinya.

"Bang Artidjo, Kami adik-adik abang. Kami bangga dengan abang, Kami sayang dengan abang, tapi Allah lebih sayang sama abang. Kami ikhlas Bang, Kami ikhlas," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengatakan ada empat hal yang dapat dipetik dari sosok Artidjo Alkostar.

"Saya merasakan beliau adalah setidak-tidaknya empat pribadi beliau yang patut kita teladani," tuturnya usai menghadiri pemakaman Artidjo Alkostar.

Firli Bahuri mengungkapkan pertama Artidjo Alkostar merupakan pribadi yang sederhana. Artidjo Alkostar tidak pernah meminta kepada negara.

"Beliau sangat sederhana, beliau terima apa adanya dan tidak pernah mencari-cari atau meminta kepada negara. Kedua, beliau selalu memiliki prinsip selalu bersyukur, ikhlas dan sabar dengan apa yang kita terima dan apa yang diberikan," jelasnya.

Artidjo Alkostar mengatakan dan berpesan kepadanya untuk tetap menjaga integritas. Selain itu juga agar tetap berani dalam menjalankan setiap tugas yang diemban.

"Beliau selalu katakan kepada saya, Pak Firli jaga integritas, tetaplah berani supaya kita bisa melaksanakan tugas," bebernya.

Diungkapkannya, KPK sangat kehilangan Artidjo Alkostar. Namun semangatnya tetap menjadi inspirasi untuk terus memberantas korupsi di Indonesia.

"Yang terakhir, kami sangat kehilangan dan saya pikir bukan hanya KPK, tapi seluruh anak bangsa, tetapi kita jadikan apa yang beliau berikan kepada kita sebagai inspirasi, semangat kita untuk tetap melakukan pemberantasan korupsi.Jadikan lebih banyak lagi orang yang memiliki semangat pemberantasan korupsi seperti Pak Artidjo," jelasnya.

Sekitar pukul 10.00 WIB, jenazah Artidjo Alkostar dibawa dengan berjalan kaki menuju Makam Universitas Islam Indonesia (UII). Tampak menyertai berjalan kaki mengantar Artidjo Alkostar, Ketua KPK Firli Bahuri, Ketua Dewas KPK Tumpak Hatorangan Panggabean, dan Rektor UII Fathul Wahid.

Seperti diberitakan sebelumnya, Anggota Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Artidjo Alkostar meninggal dunia pada Minggu, 28 Februari 2021.

https://regional.kompas.com/read/2021/03/01/140110078/artidjo-alkostar-dimakamkam-di-makam-uii-yogya-ketua-kpk-berpesan-jaga

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke