NEWS
Salin Artikel

Kisah Uus, Beli Bayi Lutung Rp 800.000, Diberi Nama Manda Fransica hingga Dianggap Anak Sendiri

“Sudah seperti anak sendiri, jadi daripada dijual kepada orang lain lalu mati, lebih baik saya serahkan kepada petugas, minimal dia bisa tumbuh besar,” katanya saat ditemui di kantor Seksi Wilayah V KSDA Garut, Senin (07/09/2020) siang.

Uus yang tinggal di Kampung Kaum Lebak Kelurahan Paminggir Kecamatan Garut Kota mengaku, dia baru membeli bayi lutung tersebut dari seseorang yang menjualnya di media sosial facebook seharga Rp 800.000 dua minggu lalu.

Setelah membeli di Facebook, dirinya banyak searching di internet soal trik pemeliharaan bayi lutung. Dari hasil searching di internet, dirinya pun mengetahui bahwa lutung termasuk satwa yang dilindungi.

“Ada yang bilang tidak apa-apa karena di Garut masih banyak lutung, tapi setelah saya pikir-pikir undang-undang kan berlaku di semua wilayah Indonesia,” katanya.

Uus mengaku sempat bingung sebelum memberikan peliharaannya kepada petugas KSDA yang memang berwenang. Karena, ada juga yang bilang jika diberikan kepada petugas, peliharaannya akan dijual oleh petugas. Namun, setelah dirinya mendatangi kantor KSDA Garut, apa yang didengarnya tidak terbukti.

“Petugas bilang akan diserahkan ke lembaga konservasi, nanti dirawat disana, kalau memungkinkan bisa dilepasliarkan lagi, yang penting bisa tumbuh besar saja,” katanya.

Diberi nama Manda Fransisca

Meski baru dua minggu memelihara bayi Lutung Jawa yang diberi nama Manda Fransisca tersebut, Uus merasa sudah punya ikatan batin yang kuat. Apalagi, selama ini lutung tersebut tidak pernah dimasukannya dalam kandang. Tidur pun, ikut bersama Uus dan selalu dalam pelukan Uus.

“Saat dia (lutung) tidur, sering saya pandangi hingga terketuk melihat satwa ini jadi yatim piatu diambil dari orangtuanya di hutan, hati saya jadi terketuk,” kata Uus.


Kepala Seksi KSDA Wilayah V Garut, Dodi Arisandi ditempat yang sama mengungkapkan, kesadaran warga menyerahkan satwa peliharaannya yang dilindungi oleh undang-undang patut diapresiasi. Karenanya, pihaknya pun memberi piagam penghargaan kepada Uus.

“Kita berikan piagam penghargaan dan juga berita acara serah terima satwa, kita berharap warga yang memelihara satwa dilindungi juga bisa mengikuti apa yang dilakukan Uus,” katanya.

Menurut Dodi, lutung yang diserahkan oleh Uus, selanjutnya akan menjalani pemeriksaan medis di lembaga konservasi Taman Satwa dan dirawat ditempat tersebut.

Jika memungkinkan, nantinya lutung tersebut bisa dilepasliarkan kembali.

“Nanti Kang Uus kalau mau lihat ke taman satwa juga bisa,” katanya.

Menurut Dodi, penyerahan lutung yang dilakukan oleh Uus ini, menjadi salahsatu bukti bahwasanya perdagangan satwa ilegal masih terjadi di Garut.

Makanya, tak salah jika beberapa waktu lalu Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pun melakukan operasi di Garut dan menangkap pelaku perdagangan satwa liar. 

https://regional.kompas.com/read/2020/09/08/07233701/kisah-uus-beli-bayi-lutung-rp-800000-diberi-nama-manda-fransica-hingga

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Awasi Perkembangan Inflasi, Maidi Pilih 'Ngantor' di Pasar Besar Madiun

Awasi Perkembangan Inflasi, Maidi Pilih "Ngantor" di Pasar Besar Madiun

Regional
Bobby Berikan Subsidi Ongkos Angkot untuk Masyarakat Medan

Bobby Berikan Subsidi Ongkos Angkot untuk Masyarakat Medan

Regional
Luncurkan JSDDD, Jembrana Jadi Kebupaten Pertama yang Gunakan Data Desa untuk Pembangunan

Luncurkan JSDDD, Jembrana Jadi Kebupaten Pertama yang Gunakan Data Desa untuk Pembangunan

Regional
Di Masa Depan, Orang Papua Harus Mengelola 'Emas' Sendiri

Di Masa Depan, Orang Papua Harus Mengelola "Emas" Sendiri

Regional
Tekan Inflasi, Siswa SD dan SMP di Kota Madiun Tanam Cabai di Sekolah

Tekan Inflasi, Siswa SD dan SMP di Kota Madiun Tanam Cabai di Sekolah

Regional
BERITA FOTO: Tanah Bergerak, Akses Jalan Kampung Curug Rusak Parah

BERITA FOTO: Tanah Bergerak, Akses Jalan Kampung Curug Rusak Parah

Regional
Yogyakarta Mengembalikan 'Remiten' dari Mahasiswa

Yogyakarta Mengembalikan "Remiten" dari Mahasiswa

Regional
Temui Dubes RI di Mesir, Gubernur Syamsuar: Kami Sedang Bangun Pariwisata Syariah

Temui Dubes RI di Mesir, Gubernur Syamsuar: Kami Sedang Bangun Pariwisata Syariah

Regional
Kunjungi Al-Azhar Kairo Mesir, Gubernur Syamsuar: Kita Coba Jalin Kerja Sama Antar-perguruan Tinggi

Kunjungi Al-Azhar Kairo Mesir, Gubernur Syamsuar: Kita Coba Jalin Kerja Sama Antar-perguruan Tinggi

Regional
Di Balik Misteri Terbunuhnya PNS Saksi Kunci Kasus Korupsi

Di Balik Misteri Terbunuhnya PNS Saksi Kunci Kasus Korupsi

Regional
Walkot Bobby Kenalkan UMKM dan Musisi Medan di M Bloc Space

Walkot Bobby Kenalkan UMKM dan Musisi Medan di M Bloc Space

Regional
Tingkatkan Efektifitas Perjalanan Warga, Wali Kota Bobby Resmikan Kehadiran Aplikasi Moovit di Medan

Tingkatkan Efektifitas Perjalanan Warga, Wali Kota Bobby Resmikan Kehadiran Aplikasi Moovit di Medan

Regional
Cegah Dampak Inflasi dan Kenaikan BBM, Khofifah Pastikan Jatim Siapkan Anggaran Perlindungan Sosial Rp 257 Miliar

Cegah Dampak Inflasi dan Kenaikan BBM, Khofifah Pastikan Jatim Siapkan Anggaran Perlindungan Sosial Rp 257 Miliar

Regional
Wadahi dan Latih Para Pelaku UMKM, Pemkot Medan Akan Bangun Plaza UMKM

Wadahi dan Latih Para Pelaku UMKM, Pemkot Medan Akan Bangun Plaza UMKM

Regional
Jateng Catatkan Inflasi Terendah Ketiga Se-Indonesia

Jateng Catatkan Inflasi Terendah Ketiga Se-Indonesia

Regional
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.