Salin Artikel

Seorang Pasien Positif Corona Meninggal Saat Sedang Hamil 8 Bulan

Pasien yang merupakan warga Bukittinggi tersebut meninggal dalam kondisi hamil 8 bulan.

“Kejadiannya pada hari Senin lalu, di mana salah satu warga kita dibawa ke Rumah Sakit Yarsi. Pada malamnya, kondisinya makin kurang baik dan dibawa ke RS M Djamil di Padang,” ujar Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmantias dalam konferensi pers, Rabu malam.

Setelah mendapat laporan dari Dinas Kesehatan Bukittinggi, pihak Pemkot Bukittinggi terus memantau perkembangan pasien tersebut.

Menurut Ramlan, pasien yang sedang hamil tersebut awalnya mengalami kejang.

“Tadi pagi saya baru mendapat informasi pasien tersebut meninggal dan dikuburkan di salah satu tempat di Kabupaten Agam," kata Ramlan.

Suami sedang ditahan polisi

Menurut Ramlan, berdasarkan informasi dari Laboratorium Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, pasien tersebut positif terjangkit virus corona.

Setelah mendapatkan informasi tersebut, pihak Pemkot melakukan penelusuran untuk melacak siapa saja yang melakukan kontak dengan pasien.

Namun, saat itu diketahui bahwa suami dari pasien tersebut sedang dalam tahanan polisi.

“Saya dapat kabar, suami pasien berbaur dengan tahanan lainnya. Saya sudah berkoordinasi dengan Polres setempat untuk melakukan pengecekan dengan tahanan yang berbaur dengan suaminya,” kata Ramlan.

Selain itu, proses tracing juga terhadap para petugas medis dan orang-orang yang pernah kontak dengan pasien yang sedang hamil tersebut.

https://regional.kompas.com/read/2020/04/09/08175901/seorang-pasien-positif-corona-meninggal-saat-sedang-hamil-8-bulan

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke