NEWS
Salin Artikel

Syarat Dukungan Ditolak KPU, Pasangan Alam Gagal Maju Independen di Pilkada Solo 2020

SOLO, KOMPAS.com - Bakal pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Surakarta, Muhammad Ali Naharussurur-Achmad Abu Jazid (Alam) gagal maju sebagai calon independen di Pilkada Solo 2020.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surakarta, Nurul Sutarti, mengatakan, jumlah syarat dukungan yang diserahkan paslon Alam sesuai di sistem informasi pencalonan (Silon) sebanyak 38.743.

Setelah pengecekan dan penghitungan, jumlah dukungan yang memenuhi syarat ada sebanyak 14.557. Sedang jumlah dukungan yang tidak memenuhi syarat (TMS) sebanyak 24.186.

Syarat dukungan dinyatakan TMS tersebut karena tidak disertai tanda tangan dan fotokopi e-KTP.

"Sehingga dokumen dukungan bakal perseorangan ini (Alam) ditolak dengan berita acara penolakan," katanya di Solo, Jawa Tengah, Rabu (26/2/2020).

Dokumen dukungan paslon Alam diserahkan ke KPU Kota Surakarta pada Minggu (23/2/2020) berupa formulir Model B2-KWK bermaterai dan ditandatangani satu rangkap.

Dokumen ini yang merupakan rekap tingkat kota yang menunjukkan sebaran dan jumlah di masing-masing kecamatan.

Selain itu, juga menerima formulir Model B1.1-KWK asli dan salinan merupakan rekap tingkat kelurahan serta menerima formulir Model B1-KWK surat pernyataan dukungan yang dilampiri atau ditempeli dengan fotokopi e-KTP atau surat keterangan (suket).

"Sejak penyerahan sampai dengan pengecekan dan penghitungan, untuk paslon Alam baru selesai hari ini pukul 16.00 WIB," katanya.

Hal tersebut sesuai dengan tahapan yang ditentukan khususnya melalui keputusan KPU Kota Surakarta No 52 Tahun 2019, yaitu pengecekan dan penghitungan sampai dengan 26 Februari 2020.

Selama proses pengecekan dan penghitungan syarat dukungan tersebut pihaknya membagi dalam lima tim sesuai dengan kecamatan masing-masing. Karena sebaran syarat dukungan paslon Alam yang diserahkan ada di semua kecamatan.

"Ada dua kali penghentian penghitungan yaitu 24-25 Februari dini hari. Mulai tanggal 25-26 Februari semua nonstop, baik tim KPU maupun tim paslon Alam melakukan pengecekan dan penghitungan sampai selesai," terang dia.

Kuasa hukum paslon Alam, Awod mengaku terkejut setelah mengetahui 24.186 dari total 38.743 dukungan yang diserahkan paslon Alam ke KPU Kota Surakarta dinyatakan tidak memenuhi syarat.

"Kami merasa sudah melalui segala macam tahapan, kami memiliki persyaratan tapi hasilnya hari ini seperti ini. Yang jelas hasilnya tidak memenuhi syarat dan kita akan tetap melawan," katanya.

Pihaknya mengatakan akan ke Bawaslu dan DKPP karena banyak hal yang tidak masuk akal dan tidak jelas aturan yang disyaratkan KPU Kota Surakarta terkait dukungan paslon independen di Pilkada Solo 2020.

"Misalkan kita tanggal 23 Februari diminta bantuan melengkapi syarat administrasi yang kami sampaikan. Hingga tanggal 24 Februari kita distop tidak boleh melengkapi," terang dia.

Komisioner Divisi Penindakan dan Pelanggaran Bawaslu Kota Surakarta, Poppy Kusuma mengatakan, bagi paslon yang syarat dukungannya ditolak KPU bisa mengajukan sengketa ke Bawaslu dengan batas waktu minimal tiga hari kerja dari berita acara itu dikeluarkan.

"Jadi masih ada waktu sampai Jumat. Kota tunggu saja apakah mengajukan sengketa atau tidak. Tentu Bawaslu sudah siap," ungkap Poppy.

Poppy menilai proses penghitungan dan pengecekan ulang syarat dukungan paslon Alam yang dilakukan oleh KPU Kota Surakarta sudah sesuai ketentuan.

https://regional.kompas.com/read/2020/02/26/21331031/syarat-dukungan-ditolak-kpu-pasangan-alam-gagal-maju-independen-di-pilkada

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

70 Penghargaan dalam 4 Tahun, Bukti Kekompakan Bupati dan Wabup Banyuasin

70 Penghargaan dalam 4 Tahun, Bukti Kekompakan Bupati dan Wabup Banyuasin

Regional
Ekonomi Jateng Capai 5,66 Persen pada Kuartal II-2022, Ganjar: Ini Kerja Kolektif

Ekonomi Jateng Capai 5,66 Persen pada Kuartal II-2022, Ganjar: Ini Kerja Kolektif

Regional
Tak Punya Wisata Alam, Kabupaten OKI Percaya Diri Unggulkan Wisata Budaya

Tak Punya Wisata Alam, Kabupaten OKI Percaya Diri Unggulkan Wisata Budaya

Regional
Walkot Ridho Sebut “Fokus” Jadi Kunci Keberhasilan Program Kerja Pemkot Prabumulih

Walkot Ridho Sebut “Fokus” Jadi Kunci Keberhasilan Program Kerja Pemkot Prabumulih

Regional
Kinerja Ekonomi Jatim Triwulan II 2022 Tumbuh di Atas Rata-rata Nasional

Kinerja Ekonomi Jatim Triwulan II 2022 Tumbuh di Atas Rata-rata Nasional

Regional
Semarakkan HUT Ke-77 Kemerdekaan RI, Gubernur Syamsuar Bagikan Bendera Merah Putih di Riau

Semarakkan HUT Ke-77 Kemerdekaan RI, Gubernur Syamsuar Bagikan Bendera Merah Putih di Riau

Regional
Rayakan HUT Ke-828, Kabupaten Trenggalek Gelar Festival Kesenian Jaranan 2022

Rayakan HUT Ke-828, Kabupaten Trenggalek Gelar Festival Kesenian Jaranan 2022

Regional
Wujudkan Sumsel Maju untuk Semua, Pemprov Sumsel Fokus Pada 6 Prioritas Daerah

Wujudkan Sumsel Maju untuk Semua, Pemprov Sumsel Fokus Pada 6 Prioritas Daerah

Regional
Stunting di Musi Banyuasin Terus Menurun, Bupati Apriyadi Paparkan Strateginya

Stunting di Musi Banyuasin Terus Menurun, Bupati Apriyadi Paparkan Strateginya

Regional
Dukung Penurunan Stunting, Walkot Mahdi Gelar Acara “Rembuk Stunting Kota Metro 2022”

Dukung Penurunan Stunting, Walkot Mahdi Gelar Acara “Rembuk Stunting Kota Metro 2022”

Regional
Terbuka untuk Umum, Ini Rangkaian Acara Hari Jadi Ke-65 Provinsi Riau

Terbuka untuk Umum, Ini Rangkaian Acara Hari Jadi Ke-65 Provinsi Riau

Regional
Pluralisme di Sekolah Negeri di Jogjakarta

Pluralisme di Sekolah Negeri di Jogjakarta

Regional
Miliki Ribuan Spot WiFi Gratis, Madiun Dikukuhkan sebagai Desa Sensor Mandiri Pertama di Indonesia

Miliki Ribuan Spot WiFi Gratis, Madiun Dikukuhkan sebagai Desa Sensor Mandiri Pertama di Indonesia

Regional
Walkot Makassar Gandeng Asian Development Bank Pulihkan Ekonomi Pascapandemi

Walkot Makassar Gandeng Asian Development Bank Pulihkan Ekonomi Pascapandemi

Regional
Putrinya Dibiayai Kuliah S2, Satu Keluarga dari Papua Ucapkan Terima Kasih kepada Ganjar

Putrinya Dibiayai Kuliah S2, Satu Keluarga dari Papua Ucapkan Terima Kasih kepada Ganjar

Regional
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.