Salin Artikel

Terhambat Cuaca, Proses Evakuasi Korban Heli MI 17 Belum Berhasil

Proses evakuasi di ketinggian 12.000 kaki dari permukaan laut itu belum berhasil dilakukan.

"Cuaca di wilayah pegunungan Papua ini kan cukup ekstrim. Kadang kita cuma diberikan waktu satu hingga dua jam untuk terbang. Itulah yang menjadi faktor utama kendala untuk melakukan upaya pencarian," ujar Danrem 172/PWY Kolonel Inf Jonathan Binsar Sianipar saat dihubungi melalui telepon, Rabu (12/02/2020).

Proses evakuasi dilakukan pada pagi hari karena kondisi cuaca relatif cerah, hanya saja waktunya tidak menentu.

Sebanyak 4 Heli Bell TNI AD yang disiagakan di Bandara Oksibil untuk melakukan evakuasi.

"Tadi pukul tujuh pagi kita sudah melakukan peninjauan ulang. Kita harapkan ini yang terakhir ke sasaran, kita meninjau titik pendaratan kemudian rute yang bisa kita gunakan pada saat evakuasi. Peninjauan ini sudah selesai dalam keadaan aman," kata Binsar.

Proses evakuasi melibatkan 1 satuan setingkat kompi (SSK) dari Batalyon Inf 751/Raider Khusus dan tim kesehatan gabungan dari TNI , Polri, dan SAR. Termasuk melibatkan masyarakat lokal dan tokoh tokoh masyarakat.

"Kita sudah lakukan koordinasi dengan seluruh pihak baik aparat TNI, Polri, pemerintah dengan pihak bandara. Tadi saat peninjauan terakhir kita juga membawa masyarakat yang mengetahui lokasi jatuhnya heli," kata dia.

Sebelumnya diberitakan, Helikopter MI-17 dengan nomor registrasi HA-5138 milik Penerbangan TNI AD hilang kontak saat terbang dari Bandara Oksibil Kabupaten Pegunungan Bintang ke Bandara Sentani Jayapura, Papua, Jumat (28/6/2019).

Helikopter dilaporkan membawa 12 orang terdiri dari 7 orang kru dan 5 orang personel Satgas Yonif 725/Wrg yang akan melaksanakan pergantian pos.

Pada Senin (10/02/2020), Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen Herman Asaribab mengonfirmasi titik kordinat jatuhnya heli MI-17 milik TNI AD yang hilang kontak di Pegunungan Bintang, Papua, sejak 28 Juni 2019, telah ditemukan.

Puing-puing MI-17 terlihat di salah satu tebing di Pegunungan Mandala, Distrik Oksop, Kabupaten Pegunungan Bintang.

"Selanjutnya kita akan fokus untuk melakukan kegiatan evakuasi terhadap korban. Evakuasi harus dipersiapkan dengan matang mengingat lokasi puing berada di tebing dengan sudut hampir 90 derajat," ujar Asaribab.

https://regional.kompas.com/read/2020/02/12/15015391/terhambat-cuaca-proses-evakuasi-korban-heli-mi-17-belum-berhasil

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke