Salin Artikel

Takut Rumah Ambruk karena Abrasi, Warga Sering Tak Tidur

Sebab, rumahnya terancam ambruk akibat terjadinya abrasi tersebut.

Saat ini, lahan 8 meter dengan panjang 100 meter di sisi Sungai Enim sudah runtuh.

Akibat runtuhnya tanah yang menjadi pondasi sejumlah rumah, dinding rumah menjadi retak.

Ismawati mengaku sangat ketakutan. Hidupnya menjadi tak tenang.

"Takut, Pak, apalagi jika hujan deras turun, saya sering tidak tidur malam, khawatir jika tanah kembali longsor terutama yang ada di bawah rumah kami," ungkap ibu rumah tangga tersebut.

Warga lainnya, Edi Sudirman mengatakan, rumahnya menjadi salah satu yang berpotensi terdampak abrasi.

"Lihat sendiri rumah saya, pak. Sudah hampir hancur, tinggal nunggu robohnya saja," kata dia

Ia mengaku sudah berulang kali membuat laporan perihal rumah warga yang terancam ambruk pada pemerintah.

Apalagi abrasi sungai sebenarnya sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu. Kondisinya semakin parah semenjak tahun 2019.

Edi khawatir rumahnya dan empat rumah warga lainnya ambruk ke sungai jika pemerintah tidak memberikan solusi.

"Pemerintah sudah datang tapi tidak ada solusi, melapor-melapor, tanda tangan-tanda tangan tapi tidak ada kelanjutan," kata dia.

Selain rumah terancam ambruk, sejumlah pohon sudah jatuh ke sungai akibat abrasi.

Sumber: Kompas.com (Kontributor Ogan Komering Ilir, Amriza Nursatria | Aprilia Ika)

https://regional.kompas.com/read/2020/01/31/15000091/takut-rumah-ambruk-karena-abrasi-warga-sering-tak-tidur

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke