Salin Artikel

Alasan Pasutri Cianjur Bayar Biaya Persalinan dengan Uang Koin

Uang recehan sebanyak Rp 500.000 itu sedianya untuk menambah kekurangan yang harus dibayarkan kepada pihak puskesmas sebesar Rp 1.450.000.

Riska melahirkan anak pertamanya yang berjenis kelamin laki-laki itu, Jumat (10/01/2020) di Puskesmas Cilaku.

Sebagai warga kurang mampu, Riska sebenarnya bisa mengakses pelayanan kesehatan gratis dari pihak puskesmas, melalui program Jaminan Persalinan (Jampersal).

Namun, ia dan sang suami memilih membayar penuh atas biaya persalinan buah hati mereka.

“Kalau untuk menggratiskan pasien yang kurang mampu, kita ini sering, karena ada programnya. Bisa dimasukkan ke Jampersal,” kata Kordinator Bidan Puskesmas Cilaku, Dida, saat ditemui Kompas.com di ruang kerjanya, Jumat (17/01/2020).  

“Sebagai pasien kurang mampu, mereka juga bisa (pelayanan gratis). Namun, salutnya kita, mereka lebih memlih membayar meski sebagian uangnya pakai koin,” sambung dia.

Karena itulah, pihak puskesmas memutuskan mengembalikan lagi uang koin mereka sebagai bentuk apresiasi.

"Kalau uang Rp 200.000 yang kita kasih itu, hanya bentuk kadeudeuh saja," ucap Dida.

Ditemui terpisah, Riska mengatakan, uang koin sebanyak itu hasil menabung di celengan selama sembilan bulan sejak ia dinyatakan hamil.

“Menabung setiap hari dari sisa belanja sehari-hari, kadang Rp 1.000, kalau sedang tidak punya, Rp 500. Seadanya saja karena suami pendapatannya juga tidak besar, Rp 900.000 per bulan,” kata dia.

Disebutkan, uang koin tersebut awalnya akan ditukarkan terlebih dahulu sebelum dibayarkan ke puskemas.

Namun, karena kondisi tidak memungkinkan saat itu, sehingga langsung dibawa ke puskesmas.

Selama di perjalanan, Riska mengaku waswas, pihak puskesmas tidak mau menerima uang koinnya itu.

“Alhamdulilah, ternyata mereka mau terima. Malah, keesokan harinya atau hari Senin, uang itu dikembalikan lagi. Saya malah dikasih uang Rp 200.000 sama puskesmas, katanya untuk dedek bayi,” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, kisah mengharukan datang dari pasangan suami istri (pasutri) asal Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Yanto (30) dan Riska (27).

Betapa tidak, pasutri asal Kampung Mekarsari, RT 005/002, Desa Rahong, Kecamatan Cilaku ini membayar biaya persalinan anak pertama mereka dengan uang koin pecahan Rp 1.000.

Pasalnya, mereka kekurangan uang untuk membayar biaya persalinan di puskesmas yang totalnya sebesar Rp 1.450.000.

https://regional.kompas.com/read/2020/01/18/17182571/alasan-pasutri-cianjur-bayar-biaya-persalinan-dengan-uang-koin

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke