NEWS
Salin Artikel

Korban Banjir di Kampar Riau Terserang Penyakit, Butuh Bantuan Obat-obatan

Warga berharap ada bantuan obat-obatan.

Banjir di Desa Buluh Cina sudah berlangsung lebih kurang tiga pekan. Ketinggian air di permukiman warga masih mencapai 70 sentimeter hingga 130 sentimeter.

Genangan banjir yang bercampur lumpur  itu membawa dampak penyakit, seperti gatal-gatal, kulit, diare, demam, cacar air, kutu air dan sebagainya.

Sakit gatal, diare, batuk

Salah seorang warga di Dusun 1, Emi (38) mengaku mengalami penyakit gatal-gatal, diare dan batuk.

Menurut dia, penyakit itu dialami karena sering beraktivitas di dalam rumah yang digenangi banjir.

"Dalam rumah ketinggian banjir sekita 50 sentimeter. Sekarang kami buat panggung dalam rumah tempat tidur," ujar Emi kepada Kompas.com, Senin (30/12/2019).

Dia mengaku membutuhkan obat gatal-gatal. Tapi, sejauh ini belum ada bantuan obat-obatan yang datang.

Bahkan, menurut Emi, selama banjir melanda juga belum ada posko kesehatan yang didirikan dinas kesehatan setempat di lokasi banjir di Dusun 1 maupun di Dusun 2.

"Posko kesehatan cuma ada di kantor desa. Tapi mau ke sana susah karena harus menyeberang sungai. Arusnya deras dan kami takut," kata Emi.

Posko kesehatan jauh

Dia berharap pihak terkait bersedia mengantarkan bantuan obat-obatan ke rumah-rumah warga yang membutuhkan.

"Kalau bisa, ya antar ke rumah. Karena kami di sini sangat susah keluar. Depan rumah banjirnya," harap Emi.

Warga lainnya, Abil (38) juga merasakan hal yang sama. Sejak sepekan banjir dia diserang penyakit kutu air.

"Penyakit yang saya alami kutu air dan gatal-gatal. Karena saya hampir setiap hari berjalan dalam air di rumah," kata Abil kepada Kompas.com, Senin.

Dia juga berharap ada bantuan obat-obatan dari pihak-pihak terkait. Karena selama banjir belum ada petugas kesehatan yang datang ke rumahnya untuk membantu.

"Saya butuh obat gatal-gatal dan kutu air. Sementara posko kesehatan gak ada di sini. Kalau pergi ke posko kesehatan di seberang susah, karena arus sungai sangat deras. Tapi kalau ada posko kesehatan di sini kami kan lebih mudah," ujar Abil. 

Warga butuh layanan kesehatan

Salah satu tokoh pemuda setempat, Erizon mengatakan, sejauh ini memang belum ada posko kesehatan yang didirikan baik di Dusun 1 maupun Dusun II. 

Sementara warga yang terserang penyakit membutuhkan bantuan obat-obatan.

"Kalau yang namanya banjir kan banyak penyakit. Seperti gatal-gatal, kutu air, demam dan sebagainya. Kami di sini hampir setiap hari mengarungi banjir. Tentunya kami butuh posko kesehatan untuk mendapat obat atau layanan kesehatan," ungkap Erizon saat diwawancarai Kompas.com, Senin.

Dia mengatakan, posko kesehatan bisa didirikan bangunan masjid yang sedang terbengkalai. Sehingga, warga akan lebih dekat untuk mendapatkan layanan kesehatan tersebut.

Sementara posko kesehatan saat ini dibuka di kantor desa di seberang sungai. Otomatis warga akan kesulitan menyeberangi sungai yang berarus deras.

"Kalau misalnya alasan tidak ada tempat, di masjid ini kan bisa. Karena kalau kami mau berobat ke seberang kan susah, arusnya deras. Jadi kami mohon kepada pemerintah untuk mendirikan posko kesehatan di sini. Tapi kalau untuk kebutuhan makanan, di sini ada dapur umum bantuan dari BPBD Kampar. Hanya saja bahan masak yang perlu ditambah," ujar Erizon.

https://regional.kompas.com/read/2019/12/30/17001071/korban-banjir-di-kampar-riau-terserang-penyakit-butuh-bantuan-obat-obatan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.