NEWS
Salin Artikel

Kisah Dokter di Aceh Utara Berupaya Menjaring Pengidap HIV/AIDS, Beri Tes hingga Layanan Konseling Sukarela

Lewat layanan konseling tes sukarela dan dukungan serta pengobatan di rumah sakit pelat merah itu.

Tahun ini, wanita paruh baya yang akrab disapa Ida itu mendeteksi menjaring 1.060 pasien tes sukarela. Dari jumlah itu diketahui 17 pasien dinyatakan positif HIV/AIDS.

“Empat diantaranya sudah meninggal dunia,” kata Ida, Senin (2/12/2019).

Sehari sebelumnya, peringatan hari AIDS dunia juga digelar di rumah sakit itu.

Dia mengisahkan, rumah sakit itu menjadi rumah sakit rujukan antiretroviral (ARV), obat memperlambat virus mematikan itu tahun 2016 silam.

Awalnya, hanya sebatas poliklinik yang menangani HIV/AIDS tahun 2008 silam.

Jadi rujukan layanan obat ARV

“Sekarang kita tangani bukan sebatas pasien Aceh Utara, namun sejumlah kabupaten/kota yang memerlukan terapi antiretroviral (ARV) juga kita layani di sini,” katanya.

Bagi lulusan magister Institutto Superiode, Sanita, Italia itu, deteksi dini (screening) penderita HIV/AIDS harus segera dilakukan.

Agar penderit segera diketahui, diberi obat dan diberi pendampingan.

“Sampai sekarang itu yang rutin minum obat 82 orang dari 173 kasus positif HIV/AIDS yang berhasil kita jaring,” sebutnya.

Dia merincikan, 172 kasus itu, 60 diantaranya sudah meninggal dunia, yang belum mau terapi sebanyak tujuh orang. Penderita anak-anak dua orang dan satu bayi.

“Yang bayi ini usianya baru 18 bulan. Saya terus ajak yang tujuh orang itu mau diterapi,” katanya.

Tantangan terberat

Dia menyebutkan, tantangan terberat yaitu membujuk penderita untuk terapi. Mereka beralasan tidak tahan efek samping obat, dan merasa sehat.

“Sehingga mereka tak mau minum obat lagi. Awalnya minum terus tidak minum lagi, itu jumlahnya 20 orang,” katanya.

Dia menyebutkan, tahun 2016 mereka mendeteksi 247 pasien, 2017 sebanyak 294 pasien, 2018 sebanyak 489 pasien. Tahun 2019 mencapai 1.060 pasien.

“Saya terus perbanyak deteksi dini ini. Hasilnya tujuh wanita hamil tahun ini kita deteksi sebagai penderita HIV/AIDS," katanya.

Jadi palang pintu

Menurut Ida, deteksi dini merupakan palang pintu terbaik untuk mengetahui pederita HIV/AIDS dan menanganinya dengan baik. 

"Ini palang pintu kita untuk segera mengetahui dan menangani (pasien HIV/AIDS) dengan baik,” katanya.

Aceh Utara dinyatakan peringkat kedua terbanyak penderita HIV/AIDS se-Provinsi Aceh. Sementara peringkat pertama dipegang oleh Kota Banda Aceh.

Peringkat itu pula membuat Ida terus mendeteksi dini penderita HIV/AIDS di Aceh Utara.

Kini, rumah sakit menjadi palang pintu deteksi penderita HIV/AIDS agar penyakt itu bisa segera diatasi dan ditangani dan tidak menyebar ke generasi lainnya.

“Kami terus berusaha maksimal, sekuat mungkin untuk mendeteksi dan memberi terapi,” pungkasnya.

https://regional.kompas.com/read/2019/12/02/17451741/kisah-dokter-di-aceh-utara-berupaya-menjaring-pengidap-hiv-aids-beri-tes

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.