NEWS
Salin Artikel

Kapal Terbakar, 12 Pemancing Selamat, Salah Satunya Mengaku Digigit Hiu

Sebanyak 12 orang di dalam kapal fiber itu berhasil selamat setelah terjun dari kapal.

Berdasarkan keterangan salah satu korban, Safaruddin (44), ia dan sejumlah kawannya hendak memancing di perairan laut Pulau Bangkurung.

Mereka berangkat dari Desa Moilong, Kecamatan Toili, Kabupaten Banggai, sekitar pukul 13.00 Wita. Kurang lebih empat jam menuju lokasi mancing, mereka belum mengeluarkan peralatan mancing.

"Jam lima sore kita sudah di lokasi tempat kita mancing. Jadi kami sempat makan dulu sebelum mancing," kata Safaruddin melalui sambungan telepon selular, Jumat  (29/11/2019).

Saat para pemancing tengah asyik duduk di buritan kapal, salah seorang pemancing lainnya sempat pergi ke kamar kapal. Itu sekitar pukul 19.00 Wita.

Nah, saat itulah pemancing tersebut melihat asap. Lalu melaporkannya kepada kawan pemancing lain.

Kemudian, masih menurut keterangan Safruddin, kapten kapal pergi ke ruang mesin. Saat dibuka, ruangan mesin sudah terbakar. Kepanikan sudah mulai terjadi. Namun para pemancng ini mencoba untuk tidak panik. Mereka kemudian saling mendukung untuk upaya penyelamatan.

"Kami kemudian mengambil life jacket, dan barang apa saja yang bisa mengapung, kemudian kami terjun ke laut, karena takut kapal meledak, dan kami berpegangan di tali biar kami tidak tercerai berai," ujarnya.

Diduga digigit hiu

Saat terjun ke laut, kaki sebelah kanan Safaruddin seperti digigit sesuatu. Ia menduga itu adalah ikan hiu.

"Kakiku sempat disambar ikan, saya menduganya itu hiu.  Saya tidak bisa melihat karena situasinya malam, langsung saya angkat kaki, ada luka menganga yang cukup lebar dan banyak darah keluar," ungkapnya.

Kawan pemancing lainnya berupaya untuk menyelamatkan Safarudin. Tali pelampung sempat diberikan kepada nakhoda kapal. Safaruddin kemudian mengikat kaki kanannya dengan kuat agar darah tidak keluar terus.

Dua hari dua malam mereka terombang ambing di tengah laut, hingga akhirnya mereka menemukan sebuah rumpon (alat tangkap ikan) yang dikira perahu di tengah laut. Nah, dirumpon itulah kemudian mereka bisa bisa beriatirahat sejenak.

Untuk mengusir rasa lapar, mereka mencoba memakan tiram mentah yang tertempel di jala.

"Awalnya kita tidak mau makan, tapi dibilang nakhodanya kalau tiram ini enak, akhirnya kita makan juga. Dan alhamdulilah ternyata memang enak dengan situasi darurat," kata Safruddin.

Hingga akhirnya, mereka ditemukan oleh nelayan dari Desa Tou sekitar pukul 15.30 Wita dan dievakuasi ke daratan pada Minggu (24/11/2019). Safarudin kemudian dilarikan ke RSUD Luwuk untuk mendapat perawatan.

https://regional.kompas.com/read/2019/11/29/15044071/kapal-terbakar-12-pemancing-selamat-salah-satunya-mengaku-digigit-hiu

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.