Salin Artikel

Korban Banjir di Rokan Hulu Butuh Bantuan Air Bersih dan Makanan

Warga masih sibuk membersihkan sisa sampah yang ditinggalkan banjir.

Korban banjir saat ini butuh bantuan air bersih.

Sebab, warga sulit mendapatkan air bersih setelah banjir melanda selama tiga hari.

Kesulitan mendapat air bersih diakui Suwarni (47). Karena selama banjir, air sumur di rumahnya berubah menjadi kuning.

"Kalau sudah banjir gini udah sulit dapat air bersih. Sekarang kami masih manfaatkan air sumur warnanya kuning. Mau tak mau harus digunakan buat mandi dan mencuci," akui Suwarni saat diwawancarai Kompas.com, Rabu (27/11/2019).

Butuh makanan

Selain butuh air bersih, warga juga membutuhkan makanan.

Sebab, saat ini warga belum bisa memasak karena peralatan dapur habis terendam.

"Masak di rumah belum bisa. Untuk makan kami di kasih nasi bungkus sama pemerintah desa," sebut Suwarni.

Dia mengatakan, bantuan nasi bungkus datang dua kali, yakni pada waktu makan siang dan makan malam.

Nasi bungkus diantar langsung ke rumah korban banjir.

Meski makan seadanya, Suwarni mengaku tetap bersyukur masih bisa makan berkat bantuan dari desa.

"Alhamdulillah, kami tetap bersyukur makan seadanya," ucapnya.

Waspada banjir susulan

Di samping itu, Suwarni berharap bencana banjir tidak datang lagi.

Sebab, banjir sangat berdampak terhadap ekonomi maupun kesehatan masyarakat.

Apalagi, sebut dia, banjir di Kecamatan Rambah terjadi hampir setiap tahun saat cuaca musim hujan.

"Kami berharap tak ada banjir lagi. Apalagi banjir tahun ini paling parah dibandingkan dengan banjir pada tahun-tahun sebelumnya," akui Suwarni.

Hal yang sama juga dirasakan Hasanuddin Tanjung. Saat ini keluarganya butuh air bersih dan makanan.

"Memang kami di sini butuh air bersih dan makan. Karena di rumah kami gak bisa masak. Seharian ini sibuk bersihkan rumah sisa banjir," akuinya kepada Kompas.com, Rabu.

Untuk makan saat ini, Hasanuddin juga mendapatkan bantuan nasi bungkus dari pihak desa.

"Kalau makan ada di kasih desa. Itu bantuan nasi bungkus sejak Senin kemarin  diantar ke rumah kami," sebut Hasanuddin. 

Banjir akibat sungai meluap

Diberitakan sebelumnya, banjir di Rohul merendam tiga daerah, yaitu Kecamatan Rambah, Kecamatan Rokan IV Koto dan Kecamatan Kunto Darussalam.

Banjir terjadi, Sejak Minggu (24/11/2019) kemarin.

Banjir akibat luapan air sungai ini, ratusan rumah warga terdampak.

Aktivitas warga lumpuh.

Bahkan, jalan lintas nasional Riau-Sumut terputus.

https://regional.kompas.com/read/2019/11/27/14543091/korban-banjir-di-rokan-hulu-butuh-bantuan-air-bersih-dan-makanan

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke