Salin Artikel

Orangtua Siswa SD yang Rusak Papan Tulis Tak Mampu Bayar Ganti Rugi Rp 1 Juta

Menurut informasi, papan tulis tersebut rusak saat siswa tersebut bermain pedang-pedangan di dalam kelas.

Sukir, orangtua murid yang dianggap merusak papan tulis itu mengatakan, papan tulis kelas itu berlubang karena terkena penggaris, saat anaknya bermain pada waktu jam istirahat pelajaran.

Orangtua siswa yang hanya berprofesi sebagai buruh tani tersebut kesulitan mengganti papan tulis dengan jumlah uang yang diminta kepala sekolah.

Kepala Sekolah SD Negeri 4 Widorokandang Warsi mengatakan, sekolah akan tetap meminta ganti rugi kepada siswa yang merusak papan tulis tersebut.

Warsi beralasan, hal ini dilakukan agar kegiatan belajar mengajar tetap bisa dilaksanakan.

Selain itu, menurut dia, permintaan ganti rugi itu untuk memberikan pelajaran kepada siswa yang merusak papan tulis.

"Selain agar KBM tetap bisa dilaksanakan, permintaan biaya ganti papan tulis kelas itu untuk memberikan efek jera kepada siswa bersangkutan dan siswa lain," kata Warsi singkat seperti yang dikutip dari Tribunnews.com.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Magetan memastikan, orangtua siswa yang hanya berprofesi sebagai buruh tani tersebut tidak akan diminta untuk membayar Rp 1 juta.

Menurut Suwoto, Dinas Pendidikan Kabupaten Magetan akan melakukan penggantian jika pihak sekolah memastikan kerusakan papan tulis cukup parah dan tidak bisa digunakan. (KONTRIBUTOR MAGETAN SUKOCO)

https://regional.kompas.com/read/2019/08/09/16304531/orangtua-siswa-sd-yang-rusak-papan-tulis-tak-mampu-bayar-ganti-rugi-rp-1

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke