Salin Artikel

Tersangka Penipuan Investasi Jamu Herbal Gunakan Rp 17 M untuk Kepentingan Pribadi

Kasat Reskrim Polres Klaten AKP Dicky Hermansyah mengatakan, dari hasil pemeriksaan,  tersangka AF mengakui uang yang dihimpun dari mitra kerjanya sebagian digunakan untuk keperluan pribadi.

"Ada sebagian uang yang digunakan (tersangka AF) untuk kepentingan pribadi," kata Dicky dikonfirmasi Kompas.com via telepon, Senin (22/7/2019).

Selain itu digunakan untuk kepentingan pribadi, jelas Dicky, uang yang diinvestasikan mitra kerjanya hingga mencapai Rp 17 miliar itu juga dipakai untuk membeli kendaraan operasional tersangka.

"Dia bilang uangnya itu untuk membeli kendaraan operasional. Kami cek kemudian kita tanyakan tersangka (AF) memang ada yang digunakan untuk itu," tandasnya.

Dalam aksinya, tersangka mengelabui korbannya dengan cara menawarkan tiga paket.

Paket A Rp 8 juta dengan keuntungan Rp 1 juta per minggu, paket B Rp 16 juta keuntungan Rp 2 juta per minggu, dan paket C Rp 24 juta dengan keuntungan Rp 3 juta per minggu.

Setelah menyetorkan uang, para investor mendapatkan bahan jamu herbal. Bahan jamu herbal tersebut mereka kerjakan dengan cara dikeringkan di rumah.

Bahan jamu herbal yang sudah kering mereka kembalikan lagi ke perusahaan distributor jamu dan obat herbal itu untuk menerima hasil sesuai paket yang mereka ambil setiap minggunya.

https://regional.kompas.com/read/2019/07/22/10593811/tersangka-penipuan-investasi-jamu-herbal-gunakan-rp-17-m-untuk-kepentingan

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke