Salin Artikel

Kisah Aipda Andreas, Berhasil Tangkap Pelempar Pos Polisi Walau Mata Terluka

Aksi itu mengakibatkan salah satu bagian kaca jendela di pos polisi tersebut pecah. 

Aksi pelemparan tersebut berhasil terungkap berkat aksi heroik yang dilakukan oleh Aipda Andreas Dwi Anggoro, yang saat itu masih berpangkat Bripka dan bertugas sebagai anggota Polsek Paciran.

Bripka Andreas kala itu dengan berani mengejar kedua pelaku yang saat itu mengendarai sepeda motor secara berboncengan. Belakangan diketahui jika salah satu pelaku merupakan terduga teroris.

Bripka Andreas yang kini berpangkat Aipda menuturkan kisahnya, Senin (1/7/2019). 

Awalnya, dia berada di pos polisi tersebut dan mengobrol dengan sejumlah sekuriti WBL lantaran belum kembali ke Polsek Paciran. 

"Pos biasanya memang enggak ada orang saat malam, tapi kebetulan waktu itu saya ada di sana usai ngobrol dengan teman-teman sekuriti WBL. Kemudian tiba-tiba ada orang yang melempari pos," ujar Andreas.

Melihat kejadian tersebut, naluri Andreas sebagai anggota keamanan muncul. Ia kemudian tanpa takut sedikitpun coba mengejar pelaku yang sudah lebih dulu kabur melarikan diri.

Meskipun saat itu Andreas hanya seorang diri, ia tetap menyusul pelaku dengan mengendarai sepeda motor.

"Usai mendapat informasi dari teman-teman sekuriti WBL terkait ciri pelaku dan motor yang ditumpangi, saya coba mengejarnya dan berhasil menemukan mereka berdua," kata dia.

"Meski terasa sakit waktu itu, yang terlintas dalam pikiran saya hanya bagaimana caranya menangkap mereka. Akhirnya saya menabrakkan sepeda motor yang saya tumpangi ke sepeda motor mereka," kenangnya.

"Belum sempat berkelahi, karena kami sama-sama terjatuh. Kemudian warga datang menolong. Ada di antara warga yang kemudian menelepon ke Polsek Paciran hingga mereka berdua berhasil diamankan." 

Usai kejadian, Andreas sempat dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jawa Timur (Jatim) selama beberapa hari akibat luka yang dialami olehnya di bagian mata sebelah kanan.

Dia divonis mengalami kerusakan di bagian kornea, akibat hantaman benda keras yang dialami.

"Kemarin sebelum Lebaran itu sudah kembali menjalani operasi ketiga di Jakarta, kata dokternya untuk menyambung dan memperbaiki selaput kornea yang rusak. Jadi sementara disuruh pulang ke Lamongan dan kontrol di Surabaya saja," kata dia.

Meski demikian Andreas mengaku, daya penglihatannya belum pulih 100 persen dan kembali normal seperti semula.

Dengan dirinya sudah diberitahu oleh dokter yang menangani, bakal diupayakan untuk menjalani operasi tahapan selanjutnya.

"Untuk penglihatan hingga sekarang masih kabur, praktis saya sampai saat ini hanya mengandalkan mata kiri saja untuk melihat sesuatu," kata dia.

Penghargaan tersebut akhirnya terwujud pada Senin (1/7/2019).  Andreas mendapat penghargaan dari Polri berupa kenaikan pangkat luar biasa dari Bripka menjadi Aipda.

"Saya bersyukur atas apresiasi, penghargaan yang telah diberikan. Terima kasih, terutama kepada Bapak Kapolda (Jatim) yang sempat mengusulkan saya untuk mendapatkan penghargaan," tutur Andreas.

Andreas bersama dengan 66 anggota kepolisian yang lain di lingkup Polres Lamongan mendapat penghargaan berupa kenaikan pangkat dengan proses secara simbolis digelar di halaman Mapolres Lamongan, Senin.

"Untuk sementara sambil proses penyembuhan luka yang dialami, Aipda Andreas sementara bertugas menjadi staf di bagian SDM (Sumber Daya Manusia) di Polres Lamongan," kata Kapolres Lamongan AKBP Feby DP Hutagalung.

https://regional.kompas.com/read/2019/07/02/05551581/kisah-aipda-andreas-berhasil-tangkap-pelempar-pos-polisi-walau-mata-terluka

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke