NEWS
Salin Artikel

Cerita Bonek Cilik asal Mataram, Kayuh Sepeda Puluhan Kilo Demi Bertemu Irfan Jaya

Ditemui di kediamannya di Sandubaya, Kota Mataram, Rabu (15/5/2019), Deni yang saat itu mengenakan kaos dan topi Persebaya menceritakan kisahnya yang nekat mengayuh sepeda puluhan kilometer hingga bisa bertemu langsung dengan idolanya.

"Senang," kata Deni mengawali cerita.

Deni menceritakan, saat itu ia nekat pergi ke Pelabuhan Lembar menaiki sepeda seorang diri. Padahal, Deni hanya membawa uang Rp 5.000.

Tujuannya, ingin menyaksikan langsung pertandingan Persebaya Surabaya dan bertemu dengan idolanya Irfan Jaya.

Tanpa diketahui oleh kedua orangtuanya, Deni menyeberang dari pelabuhan Lembar, Lombok, ke pulau Bali menggunakan kapal penyeberangan. Deni diizinkan naik kapal menyeberang setelah mengaku berasal dari Bali.

Sampai di Pelabuhan Padangbai Bali, Deni kembali mengayuh sepedanya sampai ke Klungkung.

Jarak yang sangat jauh untuk ukuran anak seusia Deni. Rasa lapar dan haus menghentikannya di sebuah warung lalapan.

Ia pun membeli nasi lalapan untuk mengganjal perutnya. "Capek (kayuh sepeda). Saya bawa uang Rp 5.000, saya beli nasi lalapan," kata Deni.

Ia pun sempat dilarang oleh warga karena dianggap berbahaya jika bepergian sendiri menaiki sepeda ke Surabaya.

"Saya mau ke Gresik, Surabaya mau cari kakak saya, alasan saya begitu," kata Deni.

Hingga akhirnya, keberadaan Deni dilaporkan ke kantor polisi setempat. Dari sana baru diketahui bahwa tujuan Deni sebenarnya adalah ingin pergi ke Surabaya, menyaksikan kesebelasan Persebaya Surabaya bertanding.

Akhirnya, Deni pun dijemput orangtuanya di Klungkung, Bali, karena aksi nekatnya itu.

Dijemput manajemen Persebaya

Kabar tentang Bonek Cilik yang nekat bersepeda menempuh puluhan kilometer dari Lombok menuju Surabaya untuk bisa menonton pertandingan Persebaya dan bertemu dengan idolanya Irfan Jaya pun viral.

Selang satu Minggu setelah aksi Deni bersepeda, manajemen Persebaya menjemput langsung Deni di rumahnya di Mataram.

Deni mendapatkan kesempatan menonton langsung pertandingan Persebaya Surabaya melawan Persela Lamongan, di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (11/5/2019) lalu.

Diantar oleh sang ayah I Nyoman Subade (55), Deni akhirnya bisa bertemu dengan idolanya.

Melihat anaknya satu panggung bersama Irfan Jaya membuat ayah Deni tersentuh. Dia terharu melihat anaknya akhirnya bisa bertemu idolanya.

Selain menyaksikan pertandingan Persebaya secara langsung, Deni juga mendapatkan seragam Persebaya yang telah ditandatangani para pemain Persebaya.

Seragam dengan nomor punggung 41 tersebut dipakaikan langsung oleh Irfan Jaya. "Seneng sampai-sampai mau pingsan, keringat dingin," kenang Deni.

Deni bercinta-cita ingin menjadi pemain bola profesional seperti Irfan Jaya dan masuk dalam tim Persebaya.

"Cita-cita penerus Persebaya. Mau main bola kayak Irfan Jaya," tutup Deni.

https://regional.kompas.com/read/2019/05/15/22363411/cerita-bonek-cilik-asal-mataram-kayuh-sepeda-puluhan-kilo-demi-bertemu-irfan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.