NEWS
Salin Artikel

10.000 Bibit Pohon untuk Pewarna Alami Batik Ditanam di Gunungkidul

Suyatmi, salah seorang pengrajin Batik Desa Tancep mengatakan, sejak beberapa tahun terakhir dirinya bersama kelompok batik desanya 'Nur Giri Indah' mengembangkan batik menggunakan pewarna alami. Selain untuk menjaga lingkungan, pewarna batik bisa didapatkan dari lingkungan sekitar.

Ia mencontohkan warna coklat yang didapatkan dari tumbuhan soga, atau warna hijau bisa didapatkan dari pohon tegeran yang mudah didapat di sekitar sungai desa setempat. Untuk warna kuning , biasanya mereka dapatkan dari pohon nangka serta pohon lain yang ada di sekitar desa.

Bagian dari pohon-pohon tersebut diolah sedemikian rupa sehingga bisa menjadi pewarna alami untuk batik.

Saat ini sejumlah batik motif sudah mereka kembangkan mulai dari cendana hingga motif khas Gunungkidul yakni belalang.

"Untuk pewarna alami begini paling susah itu pas musim penghujan, krena jika pengeringan tidak sempurna maka warna menjadi pudar dan tidak merata," katanya kepada Kompas.com saat pameran di Rest Area Gubug Gede, Kecamatan Gedangsari, Kamis (25/4/2019).

Diakuinya warna batik alam yang tidak mencolok memiliki pangsa pasar tersendiri. Harga selembar kain batik Desa Tancep dihargai mulai dari Rp 500.000 dan mulai banyak disukai oleh masyarakat.

"Batik pewarna alami punya pasar sendiri. Mereka suka karena warnanya tidak begitu mencolok, tetapi alami. Kebanyakan dari Yogyakarta memesan ke sini,"ucapnya.

Sementara itu Bupati Gunungkidul Badingah mengatakan, pihaknya mendukung industri kreatif masyarakat apalagi saat ini pariwisata tengah berkembang. Menurutnya, tekstil berbahan alami akan menjadi ciri khas tersendiri.

Selain itu dengan pewarna alami yang terdapat di sekitar rumah, masyarakat akan semakin mencintai lingkungannya, pohon-pohon dijaga, dan ini berdampak pada ekosistem.

Saat ini, pemerintah dan lembaga Lions Club Puspita Mataram menanam 10.000 pohon disentra kerajinan batik seperti di Desa Tancep, Ngawen; Mertelu dan Ngalang, Kecamatan Gedangsari. Bantuan yang diberikan adalah bibit pohon mangga, jambu, manggis, nangka, buah naga, dan indogofera.

"Selain untuk pewarna batik, bibit pohon juga digunakan untuk menjaga ekosistem," katanya.

Salah seorang perwakilan lembaga Lions Club Puspita Mataram Irawan Santoso mengatakan, lembaga miliknya merupakan lembaga internasional yang memiliki perhatian dibidang lingkungan hidup dan kesejahteraan masyarakat.

Dengan menanam pohon sebanyak itu diharapkan bisa merubah wilayah yang tandus menjadi lebih hijau.

"Gunungkidul daerah paling tandus, bisa ditanam pohon untuk pewarna batik. Kita juga akan kenalkan batik ini ke dunia internasional," ucapnya.

https://regional.kompas.com/read/2019/04/25/17594601/10000-bibit-pohon-untuk-pewarna-alami-batik-ditanam-di-gunungkidul

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2.816 Hewan Ternak Terpapar Virus PMK di Jawa Barat

2.816 Hewan Ternak Terpapar Virus PMK di Jawa Barat

Regional
Ridwan Kamil Temui Investor di Inggris, Jabar Jajaki Kerja Sama Pengembangan PLTB dan Ekraf

Ridwan Kamil Temui Investor di Inggris, Jabar Jajaki Kerja Sama Pengembangan PLTB dan Ekraf

Regional
Pastikan Calon Haji Terbang ke Tanah Suci, Dinkes Jabar Gulirkan Program “Jabar Nyaah ka Jamaah”

Pastikan Calon Haji Terbang ke Tanah Suci, Dinkes Jabar Gulirkan Program “Jabar Nyaah ka Jamaah”

Regional
3 Strategi Bupati Jekek untuk Cegah Endemi PMK di Wonogiri

3 Strategi Bupati Jekek untuk Cegah Endemi PMK di Wonogiri

Regional
Berdayakan Perempuan, PPLIPI Jabar Gelar Pelatihan Bisnis Berintegrasi

Berdayakan Perempuan, PPLIPI Jabar Gelar Pelatihan Bisnis Berintegrasi

Regional
Perkuat Kualitas Pola RKPD, Pemprov Jabar Gagas Inovasi Pendanaan Pembangunan Kompetitif

Perkuat Kualitas Pola RKPD, Pemprov Jabar Gagas Inovasi Pendanaan Pembangunan Kompetitif

Regional
Selamat, Jatim Berhasil Kumpulkan Total 11 Opini WTP dari BPK

Selamat, Jatim Berhasil Kumpulkan Total 11 Opini WTP dari BPK

Regional
Buka Turnamen Basket Antar Klub Se-Kaltara, Gubernur Zainal: Ini Merupakan Sejarah

Buka Turnamen Basket Antar Klub Se-Kaltara, Gubernur Zainal: Ini Merupakan Sejarah

Regional
Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas

Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas

Regional
Dishub Jabar Sebut Mudik Lebaran 2022 Berjalan Lancar meski Macet

Dishub Jabar Sebut Mudik Lebaran 2022 Berjalan Lancar meski Macet

Regional
Bantu UMKM di Tempat Wisata, Pemprov Jabar Upayakan Standardisasi Harga

Bantu UMKM di Tempat Wisata, Pemprov Jabar Upayakan Standardisasi Harga

Regional
Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Regional
Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Regional
Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Regional
Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Regional
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.