Salin Artikel

Situs Purbakala Diduga Rumah pada Masa Kerajaan Majapahit Ditemukan

Situs itu berada di jalur pembangunan Jalan Tol Pandaan-Malang.

Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan Jawa Timur Andi Muhamad Said mengatakan, timnya sudah melakukan pengecekan ke lapangan.

Analisis sementara, situs purbakala itu merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit yang berjaya sejak tahun 1293 hingga 1500 Masehi.

"Kalau memperhatikan foto-foto yang di-upload teman-teman komunitas, menunjukkan bahwa ukuran batanya menyerupai bata masa Majapahit dan terlihat ada struktur yang masih intak," kata dia kepada Kompas.com melalui pesan tertulis, Kamis (7/3/2019).

Belum ada rencana eskavasi terhadap situs yang tertimbun tanah 40 sentimeter itu. Andi mengaku masih menunggu laporan lanjutan dari tim yang ada di lapangan.

"Belum tahu. Kita tunggu dulu laporan hasil peninjauan tim lapangan," ucap dia.

Sejarawan dari Universitas Negeri Malang (UM) Dwi Cahyono mengampaikan hal senada.

Dilihat dari struktur bangunan dan letaknnya, ia menduga situs purbakala itu bekas permukiman masa Kerajaan Majapahit.

"Kalau saya lihat, ini adalah permukiman di daerah aliran Sungai Amprong. Jadi dugaan saya tidak hanya ini. Tetapi akan banyak temuan lain di sepanjang daerah aliran Amprong. Ini kebetulan yang ketemu di sini," kata dia.

Selain itu, di tempat yang sama, ditemukan cermin yang diduga cermin pada masa Kerajaan Majapahit dan koin berupa mata uang.

Hal itu menunjukkan bahwa kawasan Sekarpuro, tempat ditemukannya situs itu merupakan kawasan permukiman kuno.

Dwi Cahyono menyampaikan, Puro yang menjadi kata akhir Sekarpuro menunjukkan arti permukiman.

Selain Sekarpuro, ada beberapa daerah lain di Malang yang memiliki nama serupa, yakni Lesanpuro, Ngadipuro (sekarang Sawojajar), dan Madyopuro.

https://regional.kompas.com/read/2019/03/07/16290711/situs-purbakala-diduga-rumah-pada-masa-kerajaan-majapahit-ditemukan

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke