Salin Artikel

Pilkada Jateng, PPP Tunggu Arahan Ulama

Ketua DPW PPP Jawa Tengah KH Wafi Maimun mengatakan, ketok palu tentang Pilkada Jateng ini PPP akan patuh dengan keputusan para ulama.

"Saya minta kader PPP bersabar menunggu arahan dari para Ulama terkait Pilgub Jateng," kata Gus Wafi, panggilan akrab KH Wafi Maimun, Rabu (26/7/2017).

Saat ini sebut dia,  pihaknya masih terus melakukan penjaringan calon baik dari internal maupun eksternal partai.

Pihaknyapun juga masih menjalin komunikasi dengan sejumlah partai yang akan diajak untuk berkoalisi pada PIlkada Jateng 2018.

Sementara itu, di Gedung Korpri, Jalan Gatot Subroto, No 2A Ungaran, Kabupaten Semarang, Rabu sore, PPP menggelar Istigasah Kubro Forum Ulama Kabah (FUK) dan Silaturahmi Ulama-Umara Menyongsong Gubernur Jawa Tengah yang Pro Umat Islam. FUK sendiri adalah organisasi sayap PPP yang mewadahi para kiai.

Sekretaris FUK Jawa Tengah Haidar Bukhori mengatakan, acara tersebut sengaja dihelat untuk menyongsong pelaksanaan Pilkada Jateng 2018. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Umum PPP Djan Faridz dan sekitar 750 undangan.

"Rencananya kami mengundang Marwan Djafar, Sudirman Said, dan Gubernur Ganjar Pranowo. Konsepnya, para ulama ingin mendengar program dari pemerintah dan apa yang akan ditawarkan dari para calon (Gubernur) ini," kata Haidar.

Ketiga nama itu disebut-sebut sebagai kandidat untuk maju sebagaua gubernur di PIlkada Jateng 2018 mendatang.

Namun hingga acara usai, ketiga nama tersebut tidak datang. Mereka, baik Marwan Djafar maupun Sudirman Said hanya mewakilkan kepada tim suksesnya. Sedangkan Ganjar mewakilkan kepada salah satu pejabat Pemprov Jawa Tengah lantaran ia diundang dalam kapasitasnya sebagai Gubernur Jawa Tengah.

"Sudirman Said melalui timnya membagi-bagikan buku visi misinya kepada hadirin," ucap Haidar.

https://regional.kompas.com/read/2017/07/27/05283521/pilkada-jateng-ppp-tunggu-arahan-ulama-

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke