Penembak Jitu Disiagakan Selama Jokowi Berkunjung ke Wonogiri - Kompas.com

Penembak Jitu Disiagakan Selama Jokowi Berkunjung ke Wonogiri

Kontributor Solo, Labib Zamani
Kompas.com - 08/12/2017, 13:39 WIB
Danrem 074/ Warastratama Surakarta, Kolonel Inf Prasetijono dan Kapolresta Surakarta, AKBP Ribut Hari Wibowo melakukan pengecekan alutsista di halaman parkir Kompleks Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah, Jumat (8/12/2017).KOMPAS.com/Labib Zamani Danrem 074/ Warastratama Surakarta, Kolonel Inf Prasetijono dan Kapolresta Surakarta, AKBP Ribut Hari Wibowo melakukan pengecekan alutsista di halaman parkir Kompleks Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah, Jumat (8/12/2017).

SOLO, KOMPAS.com - Sebanyak 3.000 personel gabungan dari TNI dan Polri diterjunkan untuk membantu mengamankan kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke beberapa daerah di eks Karesidenan Surakarta, seperti Kabupaten Wonogiri. Di antaranya adalah para penembak jitu yang disiagakan di beberapa titik rawan.

Presiden Jokowi juga dijadwalkan mengunjungi korban banjir dan tanah longsor di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakartan, dan Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.

"Rencananya Bapak Presiden Jokowi akan berkunjung ke Wonogiri untuk meninjau lokasi longsor dan meninjau pengungsi di sana," kata Komandan Satgas PAM Wilayah Korem 074/Warastratama Surakarta, Kolonel Inf Widi Prasetijono seusai memimpin apel gelar pasukan pengamanan Presiden Jokowi di halaman parkir Kompleks Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah, Jumat (8/12/2017).

"Ada 3.000 personel TNI dan Polri dibantu instansi terkait membantu mengamankan kunjungan Presiden Jokowi," tambah pria yang juga menjabat Komandan Korem (Danrem) 074/Warastratama Surakarta itu.

Rencananya, Jokowi akan mengunjungi korban banjir dan tanah longsor di Desa Dlepih, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri pada Minggu (10/12/2017).

Widi mengatakan, pihaknya juga menekankan kepada personel yang ikut serta dalam pengamanan supaya meningkatkan kewaspadaan dan mengantisipasi gejolak yang timbul dan berpotensi mengganggu selama pelaksanaan kunjungan Presiden Jokowi.

"Jangan menganggap tugas pengamanan VIP/ VVIP sebagai kegiatan rutinitas, namun jadikan tugas pengamanan ini sebagai operasi baru yang merupakan tugas kehormatan yang harus dilaksanakan," paparnya.

PenulisKontributor Solo, Labib Zamani
EditorCaroline Damanik
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM