Antisipasi Nuklir Korea Utara, Indonesia Bangun 126 Stasiun Pemantau Radiasi Nuklir - Kompas.com

Antisipasi Nuklir Korea Utara, Indonesia Bangun 126 Stasiun Pemantau Radiasi Nuklir

Kontributor Makassar, Hendra Cipto
Kompas.com - 13/10/2017, 09:08 WIB
Uji coba senjata nuklir Korea Utara, diolah dari CNN.INFOGRAFIS: KOMPAS.com/LAKSONO HARI W Uji coba senjata nuklir Korea Utara, diolah dari CNN.

MAKASSAR, KOMPAS.com - Uji coba bom nuklir yang diklaim Korea Utara sebagai bom hidrogen yang kekuatannya melebihi bom atom di Hirosima dan Nagasaki Jepang pada Perang Dunia II ternyata akan berdampak ke Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) Republik Indonesia, Jazi Eko Istiyanto saat berkunjung ke Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (Unhas), Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Kamis (12/10/2017).

Dengan begitu, Bapeten tengah mempersiapkan 126 stasiun pemantau radiasi nuklir di Indonesia. Tujuannya untuk mengantisipasi penyalahgunaan teknologi nuklir yang dapat membahayakan masyarakat.

"Rencananya kita akan memasang 126 RDMS (Radiation Data Monitoring System). Kenapa 126, karena itu (akan ditempatkan) di stasiun BMKG seluruh Indonesia. Daripada kita bangun salurannya sendiri, jadi numpang aja di BMKG. Karena BMKG juga itu sudah punya sistem yang dapat mendeteksi gempa dari percobaan nuklir Korea Utara," ungkapnya.

Jazi menjelaskan, tujuan dari pemasangan stasiun pemantau radiasi nuklir itu agar meminimalisasi dampak-dampak buruk yang dapat terjadi. Termasuk untuk memberi pemahaman kepada masyarakat tentang bahaya nuklir.

"Kenapa kita pasang itu? Kami mau masyarakat menyadari, meskipun Indonesia tidak punya PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir), tapi ancaman itu bisa juga datang dari teroris nuklir," katanya.

Baca juga: Curiga Listrik Rumah Mati Saat Pulang Kerja, Suami Temukan Istri Selingkuh di Kamar

Jazi pun mengaitkan hal itu dengan serangan teror yang terjadi di Kota Bandung, Jawa Barat, pada Juli lalu yang dianggapnya hampir mengarah kepada bentuk serangan menggunakan senjata berbasis nuklir.

"Kalau baca berita yang di Bandung itu kan sudah menggunakan kaus lampu petromaks. Itu mengandung thorium, tapi kan gagal. Dalam dunia nuklir, unsur thorium bisa digunakan untuk membangkitkan kekuatan nuklir," tutupnya.

Kompas TV Partai Buruh merupakan partai berkuasa di Republik Demokratik Rakyat Korea atau Korea Utara.

PenulisKontributor Makassar, Hendra Cipto
EditorFarid Assifa
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM