Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ridwan Kamil Siapkan Jalan Bernama Kerajaan Jawa di Kota Bandung

Kompas.com - 03/10/2017, 17:06 WIB
Kontributor Yogyakarta, Teuku Muhammad Guci Syaifudin

Penulis

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil mengapresiasi pemberian nama jalan kerajaan Sunda di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yaitu Jalan Siliwangi dan Jalan Pajajaran. Menurut dia, penamaan jalan itu membuat gangguan psikologis masyarakat Sunda yang berlangsung ratusan tahun atau setelah Perang Bubat itu bisa berakhir.

"Ini langkah bijaksana Sultan sebagai raja di Yogyakarta. Kami sebagai masyarakat Sunda berterima kasih dan persoalan psikologis bisa diakhiri dan kita bersama-sama selalu menatap masa depan," kata Wali Kota yang akrab disapa Emil usai peresmian Jalan Siliwangi dan Jalan Pajajaran di bawah Jembatan Jombor, Kabupaten Sleman, Selasa (3/10/2017).

Emil mengaku sudah mempersiapkan jalan untuk diberi nama kerajaan Jawa. Hal itu dilakukannya untuk menghormati upaya yang telah dilakukan Sultan. Menurut dia, dengan adanya Jalan Siliwangi dan Jalan Pajajaran itu menunjukkan identitas masyarakat Sunda di DIY.

"Identitas Sunda sudah diterima dan hadir. Dan sebaiknya kami juga melakukan yang sama," ujar Emil.

Baca juga: Jokowi: Orang Sunda, Sampurasun...

Dia mengaku, sejauh ini di Kota Bandung memang belum memiliki jalan dengan nama kerajaan di Jateng, Jatim, maupun DIY. Namun sebut dia, di Kota Bandung ada swalayan yang memiliki nama seperti Yogyakarta.

"Di Kota Bandung ada departemen store terkenal namanya Yogya, minimal masyarakat sudah sangat sayang dengan tempat belanja ini," ucap Emil.

Ditanya jalan mana yang akan diberi nama kerajaan Jawa, Emil mengaku akan membahasnya dengan anggota DPRD Kota Bandung. Menurut dia, pembahasan itu segera dilakukan sepulangnya dari Kota Gudeg tersebut.

"Sudah disiapkan saat, pulang dr sini kita nama jalan yang setara yang digagas Sultan," kata Emil.

Dia pun menyebut ke depan tidak perlu lagi mempersoalkan kesukuan dengan hadirnya jalan tersebut. "Fokus ke depan bicara ke-Indonesiaan tak perlu kesukuan lagi," sebutnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com