Siap-siap Ikut Lomba Maraton di Kawasan Candi Borobudur! - Kompas.com

Siap-siap Ikut Lomba Maraton di Kawasan Candi Borobudur!

Kontributor Magelang, Ika Fitriana
Kompas.com - 17/09/2017, 14:32 WIB
Sejumlah pelari melintas di jalan desa sekitar Candi Borobudur dalam rangka pra BJBM 2017, Minggu (17/9/2017)Kompas.com/Ika Fitriana Sejumlah pelari melintas di jalan desa sekitar Candi Borobudur dalam rangka pra BJBM 2017, Minggu (17/9/2017)

MAGELANG, KOMPAS.com - Sedikitnya 10 komunitas pelari dari Jawa Tengah dan Yogyakarta telah berkumpul di Balai Ekonomi Desa (Balkondes) "Waroeng Kopi" Desa Ngaran, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, untuk menyambut perhelatan tersebut, Minggu (17/9/2017).

Mereka akan mengikuti acara pre-event untuk Bank Jateng Borobudur Marathon (BJBM) yang akan digelar pada 19 November mendatang.

Tahun ini, Yayasan Borobudur, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Bank Jateng sebagai penyelenggara BJBM menggandeng Harian Kompas.

"Tahun ini tidak mengejar kuantitas tapi kualitas. Karenanya kami mengajak Harian Kompas, yang tahu bagaimana agar perhelatan ini berjalan profesional dan mendunia," kata Ketua Yayasan Borobudur Liem Chie An di sela kegiatan launching jersey dan medali BJBM 2017, Minggu pagi.

Liem menyebutkan, BJBM 2017 akan membatasi jumlah peserta hanya sampai 10.000 orang pelari. Jumlah ini lebih sedikit dibanding jumlah peserta BJBM tahun-tahun sebelumnya. Pembatasan ini mempertimbangkan kenyamanan dan keamanan para pelari saat berkompetisi.

"Tahun-tahun sebelumnya kami mencari peserta sebanyak-banyaknya, dari atlet, runner, pelajar, sampai masyarakat umum. Tapi tahun ini kami batasi hanya runner saja dan membayar tiket, agar kami fokus, mereka juga nyaman, aman, saat berlari," ujar Liem.

Dia menyatakan, acara yang diadakan sejak lima tahun lalu ini diharapkan akan mengangkat potensi ekonomi masyarakat sekitar candi Borobudur Magelang.

"Harapan kami sederhana sebetulnya, hanya ingin agar masyarakat Borobudur ikut memanfaatkan momentum BJBM ini. Ketika para pelari datang dari luar daerah dan luar negeri maka pasti akan membutuhkan penginapan (homestay), makan (kuliner), cinderamata, tukang ojek sampai tukang pijat," tutur Liem.

Di sisi lain, penyelenggaraan BJBM 2017 sengaja mengangkat "Reborn Harmony" sebagai tema utamanya. Tema ini untuk mengingatkan kembali tentang semangat kebersamaan dari para pelari di Indonesia dan Jawa Tengah, khususnya.

Melalui tema tersebut, penyelenggara ini mengajak peserta menikmati sport tourism yang ada di daerah sekitar Candi Borobudur dan Jawa Tengah sehingga membawa dampak positif bagi perkembangan industri ekonomi dan pariwisata di Magelang.

"Kami sebagai orang Borobudur ingin lebih mengenalkan lagi Borobudur kepada dunia. Kalau bukan kita siapa lagi? juga ingin menyadarkan masyarakat akan pentingnya etika wisata, bagaimana menyambut wisatawan dengan baik, ramah, santun," tuturnya.

Suprayitno, Direktur Bank Jateng, mendukung penuh kegiatan BJBM 2017 ini. Menurut dia, kegiatan ini adalah ide brilian mengolaborasikan olahraga, wisata, dan ekonomi di kawasan cagar budaya dunia Candi Borobudur.

Melalui BJBM, lanjutnya, bukan hanya ekonomi rakyat Jawa Tengah yang terangkat akan tetapi juga ekonomi desa-desa akan menggeliat.

"Konkretnya, roda ekonomi akan menggeliat di desa-desa. Ketika para pelari mengelilingi desa mereka akan butuh kuliner, souvenir atau penginapan. Masyarakat bisa menyediakan itu," imbuhnya.

Menurut dia, BJBM 2017 sebagai bukti sinergi yang harmonis antara pemerintah, masyarakat pengusaha, media, untuk ikut mengedukasi dan mensejahterakan masyarakat Indonesia.

Rusdi Amral, Ketua Komunitas Harian Kompas, berkomitmen mengembalikan jurnalisme cinta tanah air melalui BJBM 2017. Media ini tidak hanya meliput olahraga saja akan tetapi juga mengupas potensi yang ada di sekitar Candi Borobudur.

"Kami juga tidak hanya menulis (berita) dalam bahasa Indonesia saja, tapi juga bahasa Inggris, yang diharapkan dapat dibaca oleh pembaca dari luar negeri. Kami sampaikan event ini mencerdaskan bangsa dan menyejahterakan masyarakat," ucapnya.

Rusdi menyatakan, BJBM 2017 sebagai cikal bakal sebuah perhelatan olahraga profesional dan bertaraf internasional. Hal ini dibuktikan dengan diterbitkannya sertifikat Borobudur Marathon dari Asosiasi Marathon dan Lari Jarak Jauh Intenasional (Assosation of International Marathon and Disntance Race/AIMS).

Adapun tahun ini, kata Rusdi, hanya akan melombakan tiga kategori, yakni Full Marathon (42 kilometer), Half Marathon (21 kilometer) dan 10 kilometer. Dari tiga kategori itu masih dibagi lagi dalam sub-kategori, yakni Full Marathon Open, Full Marathon Nasional, Half Marathon Open, Half Marathon Nasional, 10K Open, dan 10K Nasional.

Rusdi menyebutkan, sampai saat ini sudah ada 4.000 pelari, dari berbagai daerah di Indonesia dan luar negri yang menyatakan diri ikut serta BJBM 2017. Dia mengatakan, BJBM 2017 merebutkan hadiah mencapai Rp 3 miliar.

PenulisKontributor Magelang, Ika Fitriana
EditorCaroline Damanik
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM