Banjir Akan Terus Terjadi di Garut, Ini Penyebabnya - Kompas.com

Banjir Akan Terus Terjadi di Garut, Ini Penyebabnya

Kontributor Garut, Ari Maulana Karang
Kompas.com - 06/06/2017, 15:17 WIB
Kompas.com/ari maulana karang Bengkel milik Cecep Sentosa uang diterjang banjir pada Senin (06/06/2017)

GARUT, KOMPAS.com - Banjir yang terjadi Senin (5/6/2017) malam, diyakini akan rutin terjadi di Garut ketika musim penghujan.

"Banjir akan terus terulang di Garut, karena frekuensi hujan yang tinggi dan saluran air yang kecil," jelas Bupati Garut Rudy Gunawan saat dihubungi wartawan Selasa (6/6/2017) siang.

Rudy mengaku, Pemkab Garut sudah menerima peringatan ancaman bajir dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sejak banjir bandang Sungai Cimanuk 2016 lalu. Setidaknya, 18 kecamatan di Garut dinyatakan rawan bencana banjir karena posisinya.

Untuk menangani banjir yang sering terjadi, harus ada sistem pengendalian banjir yang terintegrasi. Karena itu, pihaknya akan segera menyusunnya.

"Banjir tidak mungkin dihilangkan, karena curah hujan dan daya serap air makin tidak seimbang, makanya harus ada pengendalian banjir," tuturnya.

(Baca juga: 2 Mobil Hanyut Akibat Banjir di Garut, Pemilik Bengkel Rugi Ratusan Juta Rupiah)

 

Untuk banjir kali ini, pihaknya masih melakukan pendataan. "Secara rinci belum ada, laporan hari ini lagi dikoordinasikan oleh Sekda, ini juga lagi rapat," tuturnya.

Rudy memastikan, pemerintah daerah akan memberikan bantuan tanggap darurat kepada mereka yang terdampak banjir. Walaupun bantuannya tidak sama seperti yang diberikan pada koban banjir bandang Sungai Cimanuk.

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Dadi Zakaria mengaku, pendataan akibat dampak banjir masih dilakukan. "Belum ada (data kerusakan banjir). Kita masih terus melakukan pendataan," ucapnya.

(Baca juga: Banjir di Garut, Siswa Ponpes Persis Rancabango Gagal Ujian)

 

Sementara menurut Sobar, Ketua RT 02/06 Kampung Pamoyanan, Kelurahan Sukagalih, ada sekitar 10 rumah yang terkena dampak. Namun sampai sekarang belum ada bantuan apapun. Padahal jarak kampungnya dengan Pemda Garut kurang dari 1 Km. 

Kompas TV Banjir Rob Masih Genangi Terminal Terboyo Semarang

 

PenulisKontributor Garut, Ari Maulana Karang
EditorReni Susanti
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM