Demi Anak-anak Desa, Ibu Ini Modifikasi Motor Roda 3 Jadi Perpustakaan Keliling - Kompas.com

Demi Anak-anak Desa, Ibu Ini Modifikasi Motor Roda 3 Jadi Perpustakaan Keliling

Kontributor Yogyakarta, Wijaya Kusuma
Kompas.com - 17/05/2017, 11:00 WIB
KOMPAS.com / Wijaya Kusuma Heni Wardatur Rohmah menunjukan motor roda tiga yang dimodifikasi menjadi perpustakaan keliling

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Riuh suara anak-anak kecil yang sedang bercanda menyeruak di Mata Aksara Jalan Kaliurang Km 14, No 15 A, Tegalmanding, Umbulmartani, Ngemplak, Sleman.

Keriuhan itu serentak berhenti, ketika Heni Wardatur Rohmah yang tidak lain adalah pendiri "Mata Aksara" mendekati motor roda tiga yang dimodifikasi dan membuka rolling door di bagian samping.

Belum juga selesai membuka rolling door di bagian sisi belakang, anak-anak kecil yang tadinya berlarian, berdesak-desakan untuk masuk ke dalam ruangan kecil di belakang motor roda tiga tersebut.

Anak yang rata-rata masih duduk di taman kanak-kanak dan sekolah dasar ini lantas melihat buku-buku yang tertata rapi di bagian dalam. Mereka satu per satu mengambil buku yang disukai lalu duduk dan membacanya.

Anak yang belum bisa membaca pun antusias membuka lembar demi lembar buku meski hanya melihat ilustrasi gambar. Sepeda motor roda tiga itu adalah perpustakaan keliling yang digagas oleh Heni.

KOMPAS.com / Wijaya Kusuma Anak-anak sedang asik membaca didalam mobil roda tiga yang dimodifikasi menjadi perpustakaan
"Motor roda tiga itu bantuan hibah dari DPKAD Sleman. Awalnya dicari enam komunitas yang mampu mengelola dan kami dipercaya mengelola satu," ujar Heni, Senin (15/5/2017).

(Baca juga: Berawal dari Perpustakaan Keluarga, Mata Aksara Sebarkan Virus Membaca)

Setelah mendapat hibah motor roda tiga, Heni harus memutar otak untuk memanfaatkanya dan agar bisa berguna bagi orang lain. Setelah melewati pembicaraan dengan suami, Nuradi Indra Wijaya, akhirnya muncul ide memodifikasi motor roda tiga tersebut menjadi perpustakaan.

"Bagian belakang dimodifikasi, kami buatkan boks besar lengkap dengan rak buku. Kira-kira bisa muat 500-an buku," tuturnya.

Menurut dia, meski Mata Aksara telah mempunyai perpustakaan, namun tujuan dari memodifikasi adalah mendekatkan buku ke masyarakat termasuk anak-anak sehingga, dengan adanya perpustakaan keliling ini, masyarakat dengan mudah mendapatkan bacaan.

"Jelas tanggung jawab moral kami untuk memanfaatkan hibah itu. Tetapi tujuan besarnya masyarakat bisa mendapatkan buku sebagai bacaan dengan cepat," tegasnya.

Secara rutin, motor roda tiga yang dimodifikasi menjadi perpustakaan ini berkeliling beberapa di desa yang tidak jauh dari Mata Aksara. Perpustakaan keliling tersebut dioperasikan oleh relawan Mata Aksara.

KOMPAS.com / Wijaya Kusuma Heni Wardatur Rohmah pendiri Mata Aksara saat di perpustakaan
"Kami keliling kampung setiap sore yang membawa motor relawan. Jadwalnya tiap Rabu Minggu pertama dan ketiga," urainya.

Antusias masyarakat dan anak-anak setiap motor roda tiga ini datang sangat besar. Bahkan orangtua pun turut membaur bersama membaca buku.

"Setiap berkunjung dan mendekatkan buku itu antusiasme anak-anak, ibu-ibu dan yang usia lanjut untuk datang, sekedar melihat buku, meminjam atau membaca itu tinggi," tuturnya kemudian.

Dia menceritakan, tidak jarang setiap kunjungan ke desa ada penjual makanan yang mendekat, membaur dengan masyarakat dan membaca buku.

"Ada penjual ronde yang usianya sudah tua mendekat dan membaca buku. Di sela jualan itu, dia membaca buku tentang pertanian," tuturnya.

Demi motor roda tiga dapat beroperasi keliling desa, Heni Wardatur Rohmah dan suaminya, Nuradi Indra Wijaya, merelakan uangnya untuk membeli bahan bakar.

Sebab meskipun diakuinya ada dana bantuan, namun jumlahnya tidak cukup. Kini karena keterbatasan relawan, motor roda tiga tidak lagi berkeliling desa secara rutin. Namun, perpustakaan keliling ini hanya memenuhi permintaan desa.

"Sekarang kan tinggal dua orang, jadi ya saat ini sementara tidak keliling, hanya memenuhi permintaan desa kalau ada acara saja," pungkasnya.

 

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisKontributor Yogyakarta, Wijaya Kusuma
EditorCaroline Damanik
Komentar
Terkini Lainnya
'Skytrain' Mulai Dipasang di Bandara Soekarno-Hatta
"Skytrain" Mulai Dipasang di Bandara Soekarno-Hatta
Megapolitan
Hari Kerja Pertama di Bulan Ramadhan, Pengaduan di Balai Kota Sepi
Hari Kerja Pertama di Bulan Ramadhan, Pengaduan di Balai Kota Sepi
Megapolitan
Polisi Bongkar Praktik Pengoplosan Beras dengan Sabun di Gresik
Polisi Bongkar Praktik Pengoplosan Beras dengan Sabun di Gresik
Regional
Trump Bantah Menantunya Rancang Komunikasi Rahasia dengan Rusia
Trump Bantah Menantunya Rancang Komunikasi Rahasia dengan Rusia
Internasional
Sehari, Polres Nunukan Gerebek 2 Bandar Sabu Jaringan Malaysia
Sehari, Polres Nunukan Gerebek 2 Bandar Sabu Jaringan Malaysia
Regional
5 Berita Populer Nusantara: Di Balik Viralnya Foto 2 Mobil 'Berebut' Jalur hingga Ibu Nuril yang Terjerat UU ITE karena Telepon Atasan
5 Berita Populer Nusantara: Di Balik Viralnya Foto 2 Mobil "Berebut" Jalur hingga Ibu Nuril yang Terjerat UU ITE karena Telepon Atasan
Regional
Misteri Komplotan Teroris Kampung Melayu
Misteri Komplotan Teroris Kampung Melayu
Nasional
Andi Narogong Bersaksi dalam Sidang ke-17 Kasus E-KTP
Andi Narogong Bersaksi dalam Sidang ke-17 Kasus E-KTP
Nasional
Umat Muslim Kota Marawi Lindungi Warga Kristen dari Militan Maute
Umat Muslim Kota Marawi Lindungi Warga Kristen dari Militan Maute
Internasional
Jabodetabek Diprediksi Diguyur Hujan Sepanjang Hari Ini
Jabodetabek Diprediksi Diguyur Hujan Sepanjang Hari Ini
Megapolitan
Masjid Subulussalam, Jejak Kesultanan Demak Bintoro di Lereng Gunung Ungaran
Masjid Subulussalam, Jejak Kesultanan Demak Bintoro di Lereng Gunung Ungaran
Regional
Diawali Pertengkaran dengan Istri, Pria Ini Mengamuk dan Bunuh 8 Orang
Diawali Pertengkaran dengan Istri, Pria Ini Mengamuk dan Bunuh 8 Orang
Internasional
Cegah Masuknya Militan ISIS, TNI dan Polri Perketat Pengamanan Perbatasan
Cegah Masuknya Militan ISIS, TNI dan Polri Perketat Pengamanan Perbatasan
Nasional
Menikmati Takjil Bubur Lodeh, Tradisi Buka Puasa dari Abad ke-16
Menikmati Takjil Bubur Lodeh, Tradisi Buka Puasa dari Abad ke-16
Regional
Perlintasan Kereta Api di Pisangan Baru Ditutup untuk Uji Coba
Perlintasan Kereta Api di Pisangan Baru Ditutup untuk Uji Coba
Megapolitan

Close Ads X