Kapolres Sebut Korban Penembakan Mobil Satu Keluarga Tewas karena Pantulan Peluru - Kompas.com

Kapolres Sebut Korban Penembakan Mobil Satu Keluarga Tewas karena Pantulan Peluru

Kontributor Bengkulu, Firmansyah
Kompas.com - 18/04/2017, 22:49 WIB
Tribun Sumsel/Eko Hepronis Mobil berisi satu rombongan keluarga yang sedang melintas yang ditembaki oleh oknum diduga polisi di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, Selasa (18/4/2017).

BENGKULU, KOMPAS.com - Kapolres Lubuklinggau, Sumatera Selatan, AKBP Hajat Mabrur menyebutkan bahwa satu korban tewas dalam saat pengejaran oleh polisi tewas akibat pantulan peluru.

Sebelumnya, Hajat menjelaskan, sempat terjadi kejar-kejaran antara polisi dengan pengemudi mobil sedan yang menerobos kegiatan razia kendaraan yang digelar oleh polisi.

"Korban luka dan meninggal itu terluka akibat pantulan peluru dari ban mobil yang ditembaki anggota," ujar dia saat dihubungi via telepon, Selasa (18/4/2017).

Hajat menjelaskan, penembakan ke ban mobil dilakukan karena mobil melarikan diri saat dihentikan petugas yang sedang melakukan razia. Petugas merasa curiga dengan tindakan pengemudi mobil.

"Aksi kejar-kejaran cukup panjang hingga dua kilometer, tembakan ke udara sebagai peringatan diberikan tapi tak digubris," ujar Hajat.

(Baca juga: Mobil Berisi Satu Keluarga yang Ditembaki Sempat Kejar-kejaran dengan Polisi)

Merasa tembakan peringatan tak diindahkan, polisi akhirnya menembak ban mobil. Menurut Hajar, peluru pantulan dari ban mobil itulah yang menghantam kaca dan badan mobil hingga mengenai penumpang di dalam mobil.

Saat ini, Polres Lubuklinggau dibantu Polda Bengkulu sedang melakukan penyelidikan mendalam terhadap kejadian ini. Satu orang anggota Polres Lubuklinggau sedang diperiksa secara intensi.

(Baca juga: Ini Alasan Polisi Tembaki Mobil Satu Keluarga di Lubuklinggau)

Sebelumnya, satu rombongan keluarga yang sedang melintas dengan mobil Honda City berwarna hitam BG1488ON ditembaki, Selasa (18/4/2017) sekitar pukul 11.00 WIB.

Rombongan yang terdiri dari seorang ibu, anak-anak dan cucu-cucu dengan total tujuh orang ini ditembaki saat melintas di Kota Lubuklinggau.

Akibat peristiwa ini, satu orang, yaitu Surini (55), meninggal dunia karena luka tembakan di beberapa bagian tubuhnya. Sementara itu, beberapa anaknya mengalami luka tembak, Diki (29) di bagian punggung, Indra (32) di tangan bagian kiri, Novianti (31) di lengan sebelah kanan dan Dewi Arlina (35) di lengan sebelah kiri.

Cucu Surini, Genta Wicaksono (3) mengalami luka di atas telinga sebelah kiri karena diduga terserempet peluru. Seorang anak lainnya, Galih (6), tidak mengalami luka. Rombongan keluarga ini berasal dari Desa Blitar, Kecamatan Sindang Beliti, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu.

(Baca juga: Kronologi Penembakan Mobil Satu Keluarga oleh Polisi di Lubuklinggau)

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisKontributor Bengkulu, Firmansyah
EditorCaroline Damanik
Komentar