23 Imigran Sri Lanka Dideportasi dari Aceh - Kompas.com

23 Imigran Sri Lanka Dideportasi dari Aceh

Kontributor Lhokseumawe, Masriadi
Kompas.com - 20/03/2017, 23:49 WIB
KOMPAS.com/Masriadi Sebanyak 23 imigran gelap asal Sri Lanka sesaat sebelum berangkat dari Lhokseumawe menuju Medan, Sumetara Utara, Senin (20/3/2017)

LHOKSEUMAWE, KOMPAS.com - Sebanyak 23 imigran gelap asal Srilanka dipindahkan dari bekas kantor Imigrasi Lhokseumawe di Punteut Lhokseumawe ke Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Belawan Sumatera Utara, Senin (20/3/2017).

Selanjutnya mereka akan dideportasi ke negara asalnya, menyusul puluhan imigran yang telah dideportasi lebih dulu. 

“Yang tersisa itu ada 25 orang. Namun, kemarin lahir bayi satu orang, jadinya total 26 orang. Ini kita berangkatkan 23 orang dulu. Sedangkan pasangan suami istri dan bayinya akan kita deportasi belakangan,” ujar Kepala Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Aceh, Ahmad Samadam , Senin (20/3/2017). 

Ahmad mengatakan, ibu yang baru melahirkan itu kini masih menjalani perawatan pasca-melahirkan di Rumah Sakit Umum Cut Meutia, Aceh Utara.

Adapun penanganan pengungsi sudah sesuai Peraturan Presiden Nomor 125 Tahun 2016 tentang Penanganan Pengungsi harus ditempatkan di rumah detensi sebelum dideportasi.

"Setelah mereka dipindahkan ke Rudenim Belawan, maka tugas kita Imigrasi Aceh sudah selesai,” sebutnya.

Keberangkatan imigran itu dikawal polisi dari Polres Lhokseumawe. Kepala Bagian Operasi Polres Lhokseumawe AKP Ahzan menyebutkan pengawalan dilakukan sampai ke Belawan, Sumatera Utara.

“Jadi kita tempatkan polisi di dalam bus mereka,” katanya.

Sebelumnya diberitakan puluhan imigran asal Srilanka yang menumpangi kapal berbendera India nomor lambung TN-1-FV-00455-09 terdampar di Laut Lhoknga, Aceh Besar, Sabtu (11/6/2016).

Setelah itu atas permintaan Wakil Gubernur Aceh, Muzakkir Manaf mereka dipindahkan dari Aceh Besar ke Lhokseumawe. 

PenulisKontributor Lhokseumawe, Masriadi
EditorReni Susanti
Komentar

Close Ads X