Minggu, 26 Maret 2017

Regional

Menkominfo: "Hoax" Bisa Memicu Keributan hingga Kerusuhan

Senin, 20 Maret 2017 | 12:23 WIB
Dok. Biro Humas Pemprov Kalbar Menkominfo Rudiantara dan Gubernur Kalbar Cornelis saat Deklarasi Masyarakat Kalimantan Barat Anti Hoax di Pontianak (19/3/2017)

Pontianak, KOMPAS.com - Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara mengatakan, hoax bukan sekadar informasi palsu. Namun lebih dari itu, informasi hoax yang kemudian menjadi viral di media sosial bisa memicu keributan, bahkan merembet hingga menjadi kerusuhan.

Hal tersebut disampaikan Rudiantara dalam rangkaian kegiatan Deklarasi Masyarakat Kalimantan Barat Anti Hoax bersama di Kantor Gubernur Kalbar, Pontianak, Minggu (19/3/3017).

Informasi hoax tersebut, menurut dia, menghabiskan energi dan berpotensi mengganggu keamanan nasional. Pemerintah pun saat ini serius dalam upaya memerangi berita-berita hoax.

(Baca juga: Tunawisma Disiksa Warga yang Termakan Hoax, Ribuan Selebaran Disebar)

Rudiantara menambahkan, di era digital saat ini, berita hoax menyebar begitu cepat dan diserap masyarakat mentah-mentah.

Dia juga menegaskan, pihaknya terus melakukan langkah-langkah untuk menekan beredarnya berita-berita hoax tersebut, salah satunya melakukan pemblokiran situs.

"Pemblokiran sebenarnya merupakan langkah akhir. Nah, untuk tingkat Provinsi, Kalimantan Barat menjadi Provinsi pertama dalam deklarasi masyarakat Anti Hoax," ujar Rudiantara, Minggu (19/3/2017).

“Pemerintah mendorong adanya semacam kode etik untuk menggunakan media sosial. Kode etik dimaksudkan menjadi batasan, seluruh masyarakat Indonesia harus bergerak untuk melawan hoax,” tambah dia.

(Baca juga: Ini Cara Membendung Hoax )

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Barat Cornelis, mengimbau masyarakat Kalbar terutama anak-anak muda untuk menggunakan teknologi informasi secara positif dan bisa menciptakan aplikasi-aplikasi yang berguna untuk membantu masyarakat.

“Teknologi ini sudah tanpa batas, kita maunya hal-hal yang positif dan bisa memudahkan masyarakat kita, jadi bagaimana petani bisa memotong mata rantai kelompok tertentu, sehingga hasil pertaniannya bisa langsung kepada pembeli dengan menggunakan aplikasi TI terutama harga," ujar Cornelis.

Teknologi informasi, sambung Cornelis, membantu manusia dan meningkatkan kesejahteraan rakyat, bukan untuk menghancurkan negara menyebarkan rasa kebencian dan sebagainya.

“Kita punya kementerian komunikasi dan informasi yang tugasnya bagaimana menyampaikan informasi dengan benar dan menyaring informasi yang tidak benar, karena kita semua tahu yang terjadi akibat berita bohong atau hoax yang memang sengaja diciptakan untuk memecah belah kita, negara-negara sekarang perang menggunakan IT, Irak bisa membelokan senjata Nuklir Amerika (Serikat) dengan IT," ujarnya.

Untuk itu, Gubernur terpilih dua periode ini menghendaki anak-anak muda Kalbar bisa menciptakan aplikasi-aplikasi baru sehingga bisa bermanfaat untuk kepentingan masyarakat.

Baca juga: Facebook Mulai Beri Peringatan di Berita Hoax

Kompas TV Guna melawan masifnya berita hoax yang beredar di media sosial saat ini,Polri bentuk biro baru yakni biro multimedia. Diharapkan biro ini dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk tidak terprovokasi berita tidak benar yang kerap kali memberikan efek negatif



Penulis: Kontributor Pontianak, Yohanes Kurnia Irawan
Editor : Erlangga Djumena
TAG: